haduh ko sedih banget ya bun ceritanya,jadi mewek begini ya aku..hiks 
hiks.istrinya sabar bener ya =((


--- In [email protected], Rumi Yati <rumiy...@...> wrote:
>
> dear mbak Ari,
> menurut saya, sementara ini mbak Ari biarlah fokus dulu sama anak. biarlah
> suami menjalankan aktivitasnya.
> mungkin saat dia pulang kerja, dia ingin santai atau relax dengan melakukan
> kegiatan komputernya.
> kalaupun saat libur, dia masih berkutat pada komputernya, biarlah karena
> mungkin dia hobby pada komputer. mbak bisa juga coba undang teman-teman
> kantor suami yang sudah berkeluarga untuk mengadakan kegiatan bersama,
> dengan demikian suami akan dapat meninggalkan aktivitas komputernya.
> ohya saya kasih sebuah cerita ya... .
> dulu ada seorang suami yang dulunya suka main game. pulang kerja main game
> komputer, dini hari main game, kalau libur juga main game.padahal waktu itu
> mereka baru punya bayi pertama. sang istri yang jadi ibu rumah tangga tetap
> setia memberikan kebebasan pada sang suami untuk memuaskan hobbynya. karena
> bagi dia, lebih baik suaminya berhobby kegiatan dirumah dari pada keluyuran.
> namun suatu saat, suaminya kenal dengan orang-orang yang suka touring motor
> sehingga akhirnya semua menjadi berubah.
> suaminya sering pulang malam karena ngumpul dengan teman-teman barunya.
> waktu libur bukan digunakan dengan istri dan anak namun digunakan untuk
> touring keluar kota sampai berhari-hari.
> sang istri tetap bersabar mensupport hobby baru sang suami namun sang istri
> tetap tak putus-putusnya berdoa agar suaminya segera berubah dan mencintai
> keluarganya.dia berharap agar sang suami mencintai game-game lagi agar sang
> suami lebih banyak waktu dirumah.
> waktu berlalu, suatu ketika, saat sang suami bubar kantor, seperti biasanya
> sang suami kumpul dengan teman-teman bikernya.
> saat itu jam 22:45WIB di gelora senayan. sang suami merasakan getaran disaku
> celananya yang menandakan HPnya ada SMS.
> saat dibaca SMSnya, sang suami langsung pucat dan berkeringat dingin. sang
> suami langsung kebutkan motornya pulang dengan tak henti-hentinya berdoa.
> isi SMS tersebut tergiang-giang dibenaknya... "Pa, anak kita sudah 2jam ini
> muntah-muntah terus, dia demam dan sudah diukur 41 derajat. rasa takut
> membuat sang suami melupakan hobbynya, rasa cemas membuat hatinya perih.
> sampai dirumah, didepan pintu rumah didengarnya anaknya sedang menangis
> meraung-raung,saat masuk kekamar,dilihatnya baju anaknya penuh dengan
> muntahan, tubuhnya sangat hangat dan basah kuyub dengan keringat.
> diangkat dan digendongnya sang anak. saat itu, sang anak muntah lagi sampai
> baju sang ayah penuh muntahan. malam itu, sang ayah menyaksikan sendiri
> penderitaan sang anak hingga jam 2 dini hari. baru sang anak tertidur
> kecapekan dan habis air mata.
> 3 minggu kemudian adalah minggu-minggu yang merubah sang ayah karena anaknya
> terpaksa di opname dirumah sakit selama 3 minggu. selama dirumah sakit, sang
> ayah melihat bagaimana penderitaan sang anak yang sangat dicintainya
> menderita. saat sang anak diinformasikan dokter bahwa anaknya bisa kena
> pembekuan darah dan menjadi cacat, sang ayah sangat menyesali hari-harinya
> yang terbuang tanpa sang anak.selama ini dia selalu menyangka besok selalu
> ada waktu untuk menemani sang anak.
> 
> kemudian dia berubah. alhamdulillah sang anak sembuh total. sang ayah,
> setiap pagi, beliau bangun jam 5 pagi, sholat subuh, menyapu seisi rumah,
> menyuci semua pakaian bahkan pakaian sang istri dicucinya. saat sang istri
> mau membantunya, satu kalimat yang selalu terucap "Bunda tidak usah
> membantu, tolong Bunda memasak makanan bergizi buat Bunda dan anak kita.
> urusan nyuci, ngepel, biarlah saya yang mengerjakan. semoga apa yang saya
> kerjakan dapat sedikit mengurangi tugas Bunda.
> waktu berlalu sekarang setiap ada kesempatan, sang ayah selalu menemani anak
> mereka belajar menulis dan membaca serta bermain. setiap libur tak pernah
> sekalipun dilalui tanpa kehadiran istri dan anaknya.
> baginya, hari-hari adalah sangat berharga. karena itu, hari-hari harus
> selalu dihabiskan bersama istri dan anaknya.
> demikian sedikit cerita saya. ada waktunya prahara menyambut namun teruslah
> berdoa karena kekuatan doa sangat luar biasa.
> suatu saat ya suatu saat, waktu yang akan merubah semuanya.
> Amin
> salam dari cimanggis, depok
> Arum Wijaya
> 
> 
> 
> >
> > *From*: Ari Sari
> > *Date*: Wed, 13 May 2009 06:40:51 -0700 (PDT)
> > *To*: <[email protected]>
> > *Subject*: [Ayahbunda-Online] Curhat
> >
> >    Dear all
> > aku mau curhat sebentar dan minta sarannya,aku baru aja resign dan sekrg
> > menjalani sbg ibu rumah tangga,aku berenti jujur karena kasian sama anakku
> > yg sekarg jalan 8 bulan.
> > Dear,aku punya suami yg  kurang perhatian..setiap hari dia kerja..berangkat
> > pagi pulang malam,tapi disaat pulang kerja dia langsung ke meja komputer dan
> > setelah itu tidur,aku sdh beberp kali komplaint tp kadang dia nerima kdg
> > nolak alias marah,kalopun libur dia lbh sering main komput,bahkan berangkat
> > kerjaun bukanya ngobrol tp main komputer,ada rasa kesepian nih..kasiannya
> > sama anakku,pasahal klo dia main sama papahnya..matanya
> > berbinar2..sebetulnya sih dia memang tipe kyk gt,tp kdg ada perasaan sedih
> > aja..dan apakah aku juga harus kerja yah,tp kasian..klo dua2 nya sibuk..
> >
> > Makasih yah...
> >
> >   
> >
>


Kirim email ke