Mba "Mayadeny", ceritanya mengharukan sekali, biasanya yg spt itu perempuan loh 
walaupun ada juga laki2 tapikan jarang banget. Itu true story apa bukan ya?. 
Jadi ingat suamiku (kasusnya ngga spt mba ari seh.). Jadi ada 
pencerahan.Makasih ya artikelnya.

Nopi - Uminya Afifah

--- In [email protected], "Mayadeny" <atachik...@...> wrote:
>
> Mbk yunitri mau ikutan sharing ya, moga artikel ini bs jd bahan pertimbangan
> 
> WUJUD CINTA
> Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan 
> saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar 
> di bahunya yang bidang.
> 
> Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya 
> harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya  mencintainya dulu 
> telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
> 
> Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta 
> berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak 
> yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.Suami 
> saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
> Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana 
> yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan 
> cinta yang ideal.
> 
> Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya 
> kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", dia bertanya dengan 
> terkejut."Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya 
> inginkan "Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, 
> tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
> Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak 
> dapatmengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?Dan 
> akhirnya dia bertanya,"Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah 
> pikiranmu?".Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya 
> punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati 
> saya, saya akan merubah pikiran saya:Seandainya, saya menyukai setangkai 
> bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat 
> gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"Dia 
> termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannyabesok.". Hati 
> saya langsung gundah mendengar responnya.
> 
> Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas 
> dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang 
> bertuliskan. ..."Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi 
> ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.".Kalimat pertama ini menghancurkan 
> hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali." Kamu bisa mengetik di 
> komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di 
> depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu 
> dan memperbaiki programnya." ."Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika 
> kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak 
> pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang.". "Kamu suka 
> jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu 
> kunjungi, saya harus menunggu dirumah agar bisa memberikan mata saya untuk 
> mengarahkanmu. ". "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baikmu' datang 
> setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu 
> yang pegal.". "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan 
> menjadi 'aneh'. Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di 
> rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami 
> hari ini.". "Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik 
> untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua  
> nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.". 
> "Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati 
> matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar 
> dan indah seperti cantiknya wajahmu". "Tetapi sayangku, saya tidak akan 
> mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu 
> mengalir menangisi kematianku." .
> 
> "Sayangku, saya tahu, ada orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya 
> mencintaimu. ". "Untuk itu,sayang, jika semua yang telah diberikan 
> tanganku,kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu 
> mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. ".Air mata 
> saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya 
> tetap berusaha untuk membacanya kembali."Dan sekarang, sayangku, kamu telah 
> selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan 
> tetap menginginkanku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah 
> kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."."Jika kamu 
> tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, 
> dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,bahagiaku bila kau 
> bahagia.".Saya segera berlari dan membuka pintu dan melihatnya berdiri di 
> depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti  
> kesukaanku.
> 
> Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia 
> mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah 
> berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat 
> memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya 
> telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. 
> Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, 
> dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus 
> berwujud "Bunga".
> 
> 
> 
> 
> Regards
> Ndanya Ata & Chika
> Sent from ♏àΨãR€ð̀́Bέrr¥™  ©•u•®•V•ế
> in∂☺�...@t ЌξβϋM ₤Й  ☃
> 
> 



Kirim email ke