Jadi ingat, saya dan temen-temen di kantor pernah menemui salah satu pedagang di pasar tanah abang yang tidak ingin di complaint. Bahkan dengan galak dan sombong menjawab pertanyaan kami dengan bagini "kalau emang gak mau yang itu ya sudah, saya sibuk ngurusi client-client saya yang lain. Saya gak bisa cari barang yang seperti itu. Kami disini sudah tidak cari pelanggan lagi. Mereka datang kesini tanpa kita cari kok" Tanpa ba bi bu kami pergi meninggalkan pedagang yang sombong dan tidak jadi order, padahal order kami lumayan banyak. Bayangkan untuk memenuhi kebutuhan 8000 karyawan lho...
Ada lagi cerita supir angkot yang 'kurang bersyukur'. Suatu hari saya pulang naik KRL. Sesampai di stasiun,--seperti biasa-- kami disambut oleh deretan angkot. Kami menaiki angkot di urutan terdepan. Penumpang sudah hampir penuh, kurang 2 orang lagi. Tapi semua penumpang KRL pun sudah tidak ada. Sang supir enggan jalan dengan alasan kurang 2 orang lagi. Setelah menunggu lama dan para penumpang mengeluh serta meminta supir untuk jalan saja, toh penumpang KRL sudah tidak ada. Supir menolak bahkan sambil marah berujar "Kurang 2 bu, saya gak mau jalan kalau gak penuh" Akhirnya salah satu ibu berkata dengan nada biasa "baiklah kalau begitu saya pindah aja" supir menjawab dengan ketus "ya terserah, pindah aja, siapa juga yang mau ngangkut gak penuh begini" mendengar jawaban seperti kami semua pindah ke angkot yang lain. Akhirnya hanya karena kurang 2 penumpang, si supir malah kehilangan 8 penumpang. Intinya, syukuri setiap keluhan dengan bijak. Jadikan keluhan sebagai butir perbaikan bisnis kita di masa mendatang. Saya juga pernah dagang kecil-kecilan kok. Ada keluhan yang kadang terdengar tidak penting. Bila demikian saya jawab sebaik dan sebisa mungkin. Kalau bisa saya akomodasi maka akan saya tanggapi, bila memang tidak, saya akan tanggapi seperlunya dan katakan saja sebenarnya dengan cara yang baik bahwa hal tersebut tidak dapat kami penuhi. Kalau ada yang mengembalikan barang saya, ya selama alasannya esensial dan bisa ditoleransi ya saya terima pengembalian tersebut, sikapi dengan bijak bahwa memang belum rejeki, dan jadikan introspeksi. Keluhan pelanggan tidak terpisahkan dan merupakan konsekuensi pelaku usaha ya... Jadi kalau kita marah dengan pelanggan bagaimana mereka mau percaya dengan layanan kita. Kalau kita memang gak suka dengan pelanggan yang 'reseh', cari cara untuk tidak berhubungan lagi dengan pelanggan tersebut tapi jangan balas kemarahan mereka dengan kemarahan juga. Upayakan bagaimanapun keadaannya bola kesalahan bukan ada di kita. Sifat dasar pelanggan kan ingin dilayani dengan baik --bahkan kalau bisa lebih dari layanan standar yang kita berikan--bukan? meski kesalahan tidak sepenuhnya ada pada pelaku usaha. Maaf kalau sharing-nya kepanjangan. Semoga berkenan dan usahanya semakin sukses ya.... Sing sabar ya... Salam maniez, -bundanya Razka- Widya D. Setyawati [email protected] [email protected] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com http://masrazka.multiply.com YM: widya.setyawati __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
