Secara umum, buat bekerja biasa dan entertainment masih enak pakai Windows. GUI Windows lebih responsif, dan dukungan hardware-nya lebih luas. Tapi Linux punya kelebihan dalam hal networking, multiuser dan multitasking. Kalau anda tahu cara mengakalinya, Linux jauh lebih fleksibel, dan powerfull untuk dipakai bekerja maupun belajar dengan produktif. Tapi semua itu kembali pada kondisi dan disesuaikan pekerjaan/project Anda dikantor. TAKE EASY saja......
2009/8/13 Bambang Herlandi <[email protected]> > Setuja mas alfian dan teman2 yg lain..... > > Sy pribadi sih masih memerlukan windows untuk bekerja, > karena memang klo harus belajar dan beradaptasi lagi di OS yang lain.... > sy perlu waktu, sedangkan pekerjaan sy masih banyak menggunakan aplikasi > under windows > dan pekerjaan g pernah nunggu2 :D :D :D > > Sy rasa, flexible memang kata yang pas untuk kasus ini :) > > Salam, > Bambang Herlandi > url : http://bambangherlandi.web.id > e-mail #1 : [email protected] > e-mail #1 : [email protected] > > > > ------------------------------ > *Dari:* alfiansyah <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Terkirim:* Jumat, 14 Agustus, 2009 00:20:32 > *Judul:* [balikpapan-ict] Re: Linuxer yang Kecewa > > Tergantung Kebutuhan, klo memang perlu pake linux ya pake linux, klo perlu > pake windows ya pake windows, atau di kombinasikan keduanya. yang penting > solusi yang kita berikan ke perusahaan bisa menyelesaikan masalah yang ada > dan bisa menjamin ke-efektifan dan ke-efisien-an pekerjaan . > > 2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]> > >> >>> Artikelnya lumayan lama, moga bermanfaat, maaf kalo repost. Link aslinya >>>> : http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/ >>>> >>>> ------------------------- >>>> >>>> Mereka yang *terjerumus* ke dunia Linux punya alasan yang berbeda – >>>> beda. Ada yang karena tertarik saja, terpaksa (seperti saya), ingin >>>> terlihat >>>> cool (jendela hitam itu keren po??), penasaran, cuma pengen coba – coba, >>>> dan >>>> masih ada banyak alasan tak masuk akal lainnya. >>>> >>>> Sebagian dari mereka ini akhirnya menjadi pengguna Linux yang militan. >>>> Begitu semangat mempromosikan Linux. Bahkan dengan begitu semangatnya >>>> membuat flyer tentang bodohnya *kita* selama ini memakai software bajakan, >>>> apa akibatnya, penegasan ancaman penjara dari UU Haki, sampai masalah masuk >>>> neraka. Silahkan tertawa, tapi saya pribadi pernah melakukannya sendirian >>>> di >>>> kampus waktu di semester 2. >>>> >>>> Ketika sudah jadi Linuxer-militan ini, seringkali fanatisme akan Linux >>>> menjadi begitu *parah*. Mereka yang menggunakan software bajakan dianggap >>>> sebagai manusia paling berdosa, pelanggar UU, bodoh, dst. Oh iya, dan >>>> biasanya jadi anti-Microsoft. >>>> >>>> Tak lupa para pahlawan dunia opensource pun menjadi idola mereka, >>>> seperti Linus Torvalds, Richard Stallman, dll. Di tingkat lokal (Indonesia) >>>> pun Linuxer-militan ini punya idola juga, seperti …, …, …, *tak usah >>>> disebutlah.. nanti pada ge er (ha..ha..). Ya anda tahulah siapa – siapa >>>> mereka. >>>> >>>> Tapi dunia bagaikan runtuh, ketika Linuxer-militan ini mengetahui, para >>>> pahlawan opensource lokal mereka juga *bersentuhan* dengan dunia >>>> *propetiari*.. mmm.. ya maksud saya memang Windows. >>>> >>>> Dari beberapa sumber (kadang blog si idola tersebut, atau web >>>> perusahaannya, milis, seminar, mulut ke mulut) diketahui bahwa para idola >>>> mereka ini ternyata sehari – hari justru menggunakan software propetiary. >>>> Ada pembuat distro Linux lokal yang tidak menggunakan distro buatannya itu, >>>> dan kemudian menjalin kontrak dengan Microsoft untuk bidang akademik. Ada >>>> juga yang gencar mempromosikan Linux & open source, tetapi perusahaannya >>>> berkutat dengan training seputar Microsoft dan software – softwarenya. >>>> >>>> Di tingkat lebih kecil, ada anggota komunitas Linux yang justru malah >>>> akhirnya *berpindah jalur* ke jalan tol berlogo Jendela. Ada juga anggota >>>> komunitas yang begitu lihainya berdebat mengenai migrasi ke Linux, tetapi >>>> ternyata di kosnya dia menggunakan Windows untuk kegiatan sehari – harinya. >>>> >>>> Masih belum cukup. Fakta lain yang terungkap adalah perusahaan – >>>> perusahaan lokal yang terkenal sebagai penyedia support Linux, juga >>>> menyediakan produk & servis untuk software yang hanya jalan di Windows. >>>> >>>> Sampai disini, ada saja Linuxer yang kecewa. DULU saya juga termasuk >>>> salah satunya. Apalagi waktu itu saya masih begitu fanatiknya. >>>> >>>> Lalu? Ya lambat laun sudut pandang saya yang berubah. Saya tidak menjadi >>>> sengit. Dulu saya kecewa karena salah saya sendiri memegang konsep yang >>>> keliru. Beruntung saya bisa sadar kesalahan saya. Sekarang kata kunci yang >>>> saya pegang adalah, yang terbaik itu memang “menggunakan software legal”. >>>> Terserah OS nya apa. Tetapi lebih baik lagi kalau itu memberi *efek baik* >>>> jangka panjang. [image: ;)] >>>> >>>> Tapi, saya sekarang bertanya – tanya, selama transisi pergantian sudut >>>> pandang saya ini, adakah Linuxer lain yang (masih, atau baru saja) >>>> dikecewakan (seperti halnya saya dulu)? >>>> >>>> NOTE: Don’t get me wrong.. Tulisan ini hanya merepresentasikan bahwa di >>>> luar sana ada para Linuxer yang sejak awal menggunakan pondasi konsep yang >>>> tidak seharusnya. Saya sendiri butuh waktu lama untuk menyadari kekeliruan >>>> saya. >>>> >>>> >>>> >>>> -- >>>> Salam, >>>> Suwito. >>>> http://suwito.pomalingo.net >>>> >>>> ~Keep IT Simple, Stupid >>>> >>>> >>>> >>> >>> >>> -- >>> Bonie Mania The Land Of Joy And Happiness >>> >>> >>> >> >> >> -- >> Salam, >> Suwito. >> http://suwito.pomalingo.net >> >> ~Keep IT Simple, Stupid >> >> >> > > > > ------------------------------ > Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang > Lebih Cepat hari ini! <http://id.mail.yahoo.com> > > > > -- D.Adam,S.Kom --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
