luar biasa om ... terbiasa di luar. Pengalaman gue pake linux itu susah. Mendingan tetep pake windows. Segalanya mudah. Kita serasa di-ninabobokan-kan oleh windows. Office-nya mudah. Windowsnya juga mudah. Multimedia? Mau muter jenis film apa saja bisa (hampir). Dengerin musik? Hampir semua tipe file musik bisa di install. Game? Rasanya tak ada game yg tidak bisa dijalankan di windowsnya om bill. Jadi ngapain mesti ngabisin waktu ngoprek didepan komputer mempelajari linux? Ngapain ngabisin waktu berjam-jam cuma untuk mempelajari openoffice yg memang sudah mirip windows tapi tidak tetep aja bukan ms.office yg pasti banyak bedanya. So...kalau mau enak silahkan tetep di windows. Pesenku satu; kalau sampean sebagai IT di perusahaan. Dan windows yg digunakan di perusahaan itu masih windows bajakan, hati-hati. Sekarang PAK POLISI SERING MENGADAKAN RAZIA SOFWARE BAJAKAN. gw sering melihat beritanya di tv dan di www.detik.com. Kalau udah razia dan kedapatan pake os bajakan komputer yg pake os bajakan disita (sebagai barang bukt), bos perusahaan ybs juga diciduk, dan juga IT-nya (kurang lebih itu yg aku dengar). Pertanyaannya, kalau kita pilih linux, bisakah kita "hidup" tanpa microsoft office, tanpa ms outlook, tanpa foxpro, tanpa ms access, tanpa potoshop, tanpa adobe ilustrator, tanpa windows media player? Bisakah kita "hidup" dengan openoffice, dengan nautilus, dengan firefox, dengan thunderbird, dengan evolution, dengan gimp, dengan krita, dengan NFS (network file system), dengan samba, sengan ssh, dengan abiword, dengan gnumerik, dan dengan program linux laiinya.
wOkeh sodaraku. Selamat memilih. Semua ada di tangan anda. Dan setiap pilihan ada konsekwensinya sendiri-sendiri. ambil semua itu sebagai pembelajaran, brother and sister. peace RGDS. SHP --- Pada Rab, 12/8/09, Bonie <[email protected]> menulis: Dari: Bonie <[email protected]> Judul: [balikpapan-ict] Re: Linuxer yang Kecewa Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 12 Agustus, 2009, 8:24 PM makanya gunakan windows xp bajakan,supaya gak fanatik hihihi,banyak yang gak bisa diafford dengan linux kok,kenapa juga harus skeptis,apalagi kalo bekerja di IT integrator masa mo maksain kalo ternyata bukan linux solusinya hehehe,hidup bajakan,maap yah ini sekedar share pengalaman dari sayah ,semua kembali ke flavor masing - masing.. 2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]> Artikelnya lumayan lama, moga bermanfaat, maaf kalo repost. Link aslinya : http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/ ------------------------- Mereka yang *terjerumus* ke dunia Linux punya alasan yang berbeda – beda. Ada yang karena tertarik saja, terpaksa (seperti saya), ingin terlihat cool (jendela hitam itu keren po??), penasaran, cuma pengen coba – coba, dan masih ada banyak alasan tak masuk akal lainnya. Sebagian dari mereka ini akhirnya menjadi pengguna Linux yang militan. Begitu semangat mempromosikan Linux. Bahkan dengan begitu semangatnya membuat flyer tentang bodohnya *kita* selama ini memakai software bajakan, apa akibatnya, penegasan ancaman penjara dari UU Haki, sampai masalah masuk neraka. Silahkan tertawa, tapi saya pribadi pernah melakukannya sendirian di kampus waktu di semester 2. Ketika sudah jadi Linuxer-militan ini, seringkali fanatisme akan Linux menjadi begitu *parah*. Mereka yang menggunakan software bajakan dianggap sebagai manusia paling berdosa, pelanggar UU, bodoh, dst. Oh iya, dan biasanya jadi anti-Microsoft. Tak lupa para pahlawan dunia opensource pun menjadi idola mereka, seperti Linus Torvalds, Richard Stallman, dll. Di tingkat lokal (Indonesia) pun Linuxer-militan ini punya idola juga, seperti …, …, …, *tak usah disebutlah.. nanti pada ge er (ha..ha..). Ya anda tahulah siapa – siapa mereka. Tapi dunia bagaikan runtuh, ketika Linuxer-militan ini mengetahui, para pahlawan opensource lokal mereka juga *bersentuhan* dengan dunia *propetiari*.. mmm.. ya maksud saya memang Windows. Dari beberapa sumber (kadang blog si idola tersebut, atau web perusahaannya, milis, seminar, mulut ke mulut) diketahui bahwa para idola mereka ini ternyata sehari – hari justru menggunakan software propetiary. Ada pembuat distro Linux lokal yang tidak menggunakan distro buatannya itu, dan kemudian menjalin kontrak dengan Microsoft untuk bidang akademik. Ada juga yang gencar mempromosikan Linux & open source, tetapi perusahaannya berkutat dengan training seputar Microsoft dan software – softwarenya. Di tingkat lebih kecil, ada anggota komunitas Linux yang justru malah akhirnya *berpindah jalur* ke jalan tol berlogo Jendela. Ada juga anggota komunitas yang begitu lihainya berdebat mengenai migrasi ke Linux, tetapi ternyata di kosnya dia menggunakan Windows untuk kegiatan sehari – harinya. Masih belum cukup. Fakta lain yang terungkap adalah perusahaan – perusahaan lokal yang terkenal sebagai penyedia support Linux, juga menyediakan produk & servis untuk software yang hanya jalan di Windows. Sampai disini, ada saja Linuxer yang kecewa. DULU saya juga termasuk salah satunya. Apalagi waktu itu saya masih begitu fanatiknya. Lalu? Ya lambat laun sudut pandang saya yang berubah. Saya tidak menjadi sengit. Dulu saya kecewa karena salah saya sendiri memegang konsep yang keliru. Beruntung saya bisa sadar kesalahan saya. Sekarang kata kunci yang saya pegang adalah, yang terbaik itu memang “menggunakan software legal”. Terserah OS nya apa. Tetapi lebih baik lagi kalau itu memberi *efek baik* jangka panjang. Tapi, saya sekarang bertanya – tanya, selama transisi pergantian sudut pandang saya ini, adakah Linuxer lain yang (masih, atau baru saja) dikecewakan (seperti halnya saya dulu)? NOTE: Don’t get me wrong.. Tulisan ini hanya merepresentasikan bahwa di luar sana ada para Linuxer yang sejak awal menggunakan pondasi konsep yang tidak seharusnya. Saya sendiri butuh waktu lama untuk menyadari kekeliruan saya. -- Salam, Suwito. http://suwito.pomalingo.net ~Keep IT Simple, Stupid -- Bonie Mania The Land Of Joy And Happiness Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
