Saya juga sedang mempelajari konsep makanan sehat, tetapi kalau dikatakan bahwa 
seorang vegetarian, terbebas dari segala penyakit, saya pikir ini berlebihan, 
karena kandungan asam urat umpamanya cendrung sering dimiliki juga  oleh 
vegetarian.
Omong omong apakah ada yang pernah dengar bahwa Hitler juga seorang vegetarian, 
( saya lupa pernah baca dimana ? ) kalau memang benar, maka bila dikatakan 
bahwa pengendalian emosi bisa lebih baik pada diri seorang vegetarian menjadi 
luntur karenanya, karena orang yang berminat untuk membunuh manusia lebih dari 
usahanya untuk membunuh hewan tentu sangatlah keliru.

Salam,

HH




________________________________
From: Anthony Bachtiar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 18, 2009 10:01:31 AM
Subject: Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi


Mau urun pendapat:

Kalau menurut saya setiap orang yang memilih cara hidup ber Vegetarian itu 
mempunyai banyak alasan dan aspek:

1. Faktor Agama, ada orang yang menjadi Vegetarian karena faktor larangan 
agamanya.
Misalnya seperti kelompok Adven atau Budha Maitreya dan beberapa aliran lain 
serta Hinduisme.
Tanpa perlu melihat alasannya dan mempertanyakan, kalau mau menganut 
kepercayaan itu wajib bervegetarian kalau tidak artinya sudah tidak sejalan dan 
boleh pilih kepercayaan yang lain karena kita semua punya kebebasan memilih.

2. Faktor Kesehatan, percaya atau tidak biasanya orang yang Vegetarian itu 
relatif lebih sehat karena sudah pasti akan terhindar dari berbagai penyakit 
yang berasal dari hewan antara lain  Antrax, Sapi Gila, dll.
Meski tidak jaminan 100% karena ada juga orang vegetarian yang meninggal karena 
penyakit atau mati muda mungkin itu lebih karena faktor Gen, atau mudahnya 
memang kehendak yang kuasa.
Tapi yang pasti kalau kita di Vonis kena Cancer atau penyakit yang berhubungan 
dengan perkembangan sel yang tidak normal maka oleh dokter sangat disarankan 
untuk hidup bervegetarian.

3. Moralitas, kita memang tidak langsung membunuh hewan dan memotongnya, tapi 
kalau kita mengkonsumsi artinya kita setuju ada orang lain yang melakukannya 
dan lewat tangan orang lain itulah kita juga membunuh hewan dan 
mengkonsumsinya. Dengan membeli daging hewan artinya kita juga membiayai 
pembunuhan hewan tersebut. Ini juga termasuk pertimbangan bagi mereka yang 
penyayang hewan.

4. Gaya hidup. 
Vegetarian dianggap sebagai gaya hidup yang Go Green dan cinta lingkungan. 
Semakin kita mengurangi konsumsi hewan, semakin bumi hijau. Pemanasan bumi 
berkurang.
Vegetarian bisa dimulai dari berhenti makan daging yang merah saja, atau social 
vegetarian di rumah bervegetarian tapi saat party atau undangan makan tetap 
menyantap semua.
Ada lagi kelompok yang hanya mengkonsumsi ikan ikanan saja.

5. Food Combining.
Vegetarian juga bisa dikaitkan dengan food combining, bagaimana kita memilih 
makanan yang sehat dan sesuai untuk tubuh kita.
Mengatur agar tubuh tidak terlalu capek dengan makanan yang dapat menjadi beban 
bagi tubuh kita saat mencerna makanan tersebut.
Bagaimana dapat hidup sehat kalau semua makanan tidak berkualitas karena adanya 
pengawet, pewarna, atau daging yang juga kemungkinan membawa penyakit pada sel 
sel tubuhnya, lemak dsb dimasukkan kedalam tubuh mesti terasa enak di lidah 
tapi membebani organ organ tubuh.

6. Kemudahan hidup, hidup itu jadi mudah kalau hanya mengkonsumsi sayur atau 
makanan yang mudah dicerna. Tidak perlu membeli daging yang relatif lebih mahal 
dari sayur mayur, tidak pelu ragu apakah daging itu segar atau daging 
glontoran, tidak perlu khawatir apakah ikan laut itu di awetkan pakai formalin 
atau tidak. 
Kalau hidup itu terasa ringan otomatis beban berkurang dan emosi juga menurun.

Selamat mencoba menjadi vegetarian.

Salam sejahtera
Anthony




On Mar 17, 2009, at 10:43 AM, elsara . wrote:



Mungkin saya bisa menambahkan sedikit. Kebetulan saya sendiri vegetarian yang 
masih mengkonsumsi susu dan telur (ovo lacto vegetarian). Beberapa waktu lalu 
saya jg sempat mendapat liputan mengenai Restoran Te He Vegetarian. Nah saat 
itu saya langsung berbincang-bincang dengan pemilik resto, Pak Suharjo dan Ibu 
Linda. Mereka kebetulan beragama Buddha, jadi pernyataan dan mereka kemukakan 
sedikit banyak dipengaruhi oleh ajaran yg mereka anut.

Singkat kata, ketika mengkonsumsi hewan, maka kita turut mengkonsumsi 
penderitaan yg dirasakan oleh hewan2 tersebut saat dikorbankan untuk menjadi 
santapan manusia. Lenguhan sapi yang terdengar miris saat disembelih, ikan-ikan 
yg menggelepar saat disiangi,  dsb. Sehingga menurut saya, menjadi seorang 
vegetarian berarti kita memutuskan untuk 'mengurangi penderitaan' hewan2 
tersebut. Maka tak heran jika banyak vegetarian yg tergabung dalam organisasi 
pecinta hewan, WWF atau PETA misalnya.

Teman2 saya banyak yg menggoda dengan mengatakan, "Kalau sayur-sayuran jg bisa 
bergerak dan bersuara, apa kamu masih tega mengkonsumsi mereka?" Dengan 
bercanda saya menjawab denan sebuah pertanyaan juga, "Lalu, makanan apa dong 
yang tersisa?"





"I don't look back, darling. It distracts from the now". - Edna Mode

Deasy Elsara
p l a y g r o u n d | Obrolan Kopi


--- On Tue, 3/17/09, yardi_gentong@ yahoo.com <yardi_gentong@ yahoo.com> wrote:


From: yardi_gentong@ yahoo.com <yardi_gentong@ yahoo.com>
Subject: Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, March 17, 2009, 1:34 AM


Berbagi opini ya ,
Setahu saya 
Dlm pengetahuan timur dikenal yin dan yang.
Sayur sayuran itu tumbuh karena mendapat energi dari bumi dan energi bumi itu 
termasuk yin (dingin)

Sedangkan daging itu termasuk yang (panas) seperti jg kuah (yin) goreng (yang)

Jika berhubungan lgsg tentunya tidak segampang itu utk merumuskan karena emosi 
manusia sangat kompleks yakni hati, pikiran dan tubuh berkaitan langsung .

Tetapi yg pasti memakan sesuatu yg terlalu banyak itu tidak seimbang , dan 
tidak seimbang itu tidak sesuai sifat alam.
Jika terlalu byk daging maka tentunya cholesterol dan segala macam penyakit 
akan muncul jg dan akan mendukung porsi porsi kecil utk merusak tubuh dan emosi.

Dari pengalaman saya org yg lebih mengerti ttg spiritual akan secara langsung 
mengurangi konsumsi daging, karena dia merasa tidak nyaman.
Ada yg karena tubuhnya kurang enak, ada pulak yg karena tidak mau membunuh 
makhluk hidup dan inisiatifnya karena kesadaran tersebut .. 

Dan utk simplenya kita bisa melihat dari alam ( lebih gampang di banding 
research yg susah susah di jaman skrg) bahwa binatang pemakan sayuran cenderung 
lebih kalem dibanding binatang pemakan daging yg cenderung buas dan merusak.

Jadi conclusionnya adalah
memakan vegie sedikit atau banyak pasti mempengaruhi karakter dan kita . 

Tetapi jika utk langsung sbg obat menjaga emosi yg stabil tidak begitu pas 
caranya . 
Saya rasa lebih baik memahami diri dan emosi itu apa dulu .
Pahami hati dan pikiran yg menimbulkan emosi tersebut.

Mengenai cara masak ? Tentunya jg akan berpengaruh , yg pasti seimbang aja .
Tidak terlalu byk dan tidak terlalu dikit .

Begitu deh pendapat saya tks.

Regards
Yardi - Ice Gentong
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

________________________________
From: dwi yanto bekti 
Date: Sun, 15 Mar 2009 22:46:29 -0700 (PDT)
To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi




Dear rekan bango mania..


Mohon pencerahannya, apakah benar manfaat makanan vegetarian berkorelasi 
langsung dengan kondisi emosional si penikmatnya. .

Jika iya, apakah itu tergantung juga dari proses memasak makanannya ?

Terima kasih.



BR,

Dwi Yanto Bhekti
di Fatmawati.
 
 


   


      

Kirim email ke