Saya setuju Mas. emang ngak selalu vegetarian otomatis asam urat rendah 
kalo yang dimakan adalah banyak kandungan yang mendorong asam urat 
contohnya melinjo atau pete serta coklat.
Ato makan goreng-gorengan yang banyak. Semuanya harus tetap seimbang dan 
dijaga. 

Cuman pada umumnya kemampuan orang yang berpola vegetarian dalam menjaga 
pola makanan yang seimbang harus diakui punya kelebihan .......ini umumnya 
loh.
Kalo Hitler setahu saya dia menjadi vegetarian setelah kena diabetes. Bagi 
yang baca buku catatan harian sekretaris Hitler (saya lupa namanya) disitu 
disebutkan kapan Hitler mulai vegetarian.
Visualisasi buku tersebut bisa dilihat di film Downfall (hari-hari 
terakhir di Bunker Hitler) yang dibintangi oleh Bruno Ganz (kalo ngak 
salah).

Salam,
Jarot Mursito.




Hend Hermant <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
03/23/2009 06:39 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi









Saya juga sedang mempelajari konsep makanan sehat, tetapi kalau dikatakan 
bahwa seorang vegetarian, terbebas dari segala penyakit, saya pikir ini 
berlebihan, karena kandungan asam urat umpamanya cendrung sering dimiliki 
juga  oleh vegetarian.
Omong omong apakah ada yang pernah dengar bahwa Hitler juga seorang 
vegetarian, ( saya lupa pernah baca dimana ? ) kalau memang benar, maka 
bila dikatakan bahwa pengendalian emosi bisa lebih baik pada diri seorang 
vegetarian menjadi luntur karenanya, karena orang yang berminat untuk 
membunuh manusia lebih dari usahanya untuk membunuh hewan tentu sangatlah 
keliru.

Salam,

HH

From: Anthony Bachtiar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 18, 2009 10:01:31 AM
Subject: Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi

Mau urun pendapat:

Kalau menurut saya setiap orang yang memilih cara hidup ber Vegetarian itu 

mempunyai banyak alasan dan aspek:

1. Faktor Agama, ada orang yang menjadi Vegetarian karena faktor larangan 
agamanya.
Misalnya seperti kelompok Adven atau Budha Maitreya dan beberapa aliran 
lain serta Hinduisme.
Tanpa perlu melihat alasannya dan mempertanyakan, kalau mau menganut 
kepercayaan itu wajib bervegetarian kalau tidak artinya sudah tidak 
sejalan dan boleh pilih kepercayaan yang lain karena kita semua punya 
kebebasan memilih.

2. Faktor Kesehatan, percaya atau tidak biasanya orang yang Vegetarian itu 
relatif lebih sehat karena sudah pasti akan terhindar dari berbagai 
penyakit yang berasal dari hewan antara lain  Antrax, Sapi Gila, dll.
Meski tidak jaminan 100% karena ada juga orang vegetarian yang meninggal 
karena penyakit atau mati muda mungkin itu lebih karena faktor Gen, atau 
mudahnya memang kehendak yang kuasa.
Tapi yang pasti kalau kita di Vonis kena Cancer atau penyakit yang 
berhubungan dengan perkembangan sel yang tidak normal maka oleh dokter 
sangat disarankan untuk hidup bervegetarian.

3. Moralitas, kita memang tidak langsung membunuh hewan dan memotongnya, 
tapi kalau kita mengkonsumsi artinya kita setuju ada orang lain yang 
melakukannya dan lewat tangan orang lain itulah kita juga membunuh hewan 
dan mengkonsumsinya. Dengan membeli daging hewan artinya kita juga 
membiayai pembunuhan hewan tersebut. Ini juga termasuk pertimbangan bagi 
mereka yang penyayang hewan.

4. Gaya hidup. 
Vegetarian dianggap sebagai gaya hidup yang Go Green dan cinta lingkungan. 
Semakin kita mengurangi konsumsi hewan, semakin bumi hijau. Pemanasan bumi 
berkurang.
Vegetarian bisa dimulai dari berhenti makan daging yang merah saja, atau 
social vegetarian di rumah bervegetarian tapi saat party atau undangan 
makan tetap menyantap semua.
Ada lagi kelompok yang hanya mengkonsumsi ikan ikanan saja.

5. Food Combining.
Vegetarian juga bisa dikaitkan dengan food combining, bagaimana kita 
memilih makanan yang sehat dan sesuai untuk tubuh kita.
Mengatur agar tubuh tidak terlalu capek dengan makanan yang dapat menjadi 
beban bagi tubuh kita saat mencerna makanan tersebut.
Bagaimana dapat hidup sehat kalau semua makanan tidak berkualitas karena 
adanya pengawet, pewarna, atau daging yang juga kemungkinan membawa 
penyakit pada sel sel tubuhnya, lemak dsb dimasukkan kedalam tubuh mesti 
terasa enak di lidah tapi membebani organ organ tubuh.

6. Kemudahan hidup, hidup itu jadi mudah kalau hanya mengkonsumsi sayur 
atau makanan yang mudah dicerna. Tidak perlu membeli daging yang relatif 
lebih mahal dari sayur mayur, tidak pelu ragu apakah daging itu segar atau 
daging glontoran, tidak perlu khawatir apakah ikan laut itu di awetkan 
pakai formalin atau tidak. 
Kalau hidup itu terasa ringan otomatis beban berkurang dan emosi juga 
menurun.

Selamat mencoba menjadi vegetarian.

Salam sejahtera
Anthony




On Mar 17, 2009, at 10:43 AM, elsara . wrote:



Mungkin saya bisa menambahkan sedikit. Kebetulan saya sendiri vegetarian 
yang masih mengkonsumsi susu dan telur (ovo lacto vegetarian). Beberapa 
waktu lalu saya jg sempat mendapat liputan mengenai Restoran Te He 
Vegetarian. Nah saat itu saya langsung berbincang-bincang dengan pemilik 
resto, Pak Suharjo dan Ibu Linda. Mereka kebetulan beragama Buddha, jadi 
pernyataan dan mereka kemukakan sedikit banyak dipengaruhi oleh ajaran yg 
mereka anut.

Singkat kata, ketika mengkonsumsi hewan, maka kita turut mengkonsumsi 
penderitaan yg dirasakan oleh hewan2 tersebut saat dikorbankan untuk 
menjadi santapan manusia. Lenguhan sapi yang terdengar miris saat 
disembelih, ikan-ikan yg menggelepar saat disiangi,  dsb. Sehingga menurut 
saya, menjadi seorang vegetarian berarti kita memutuskan untuk 'mengurangi 
penderitaan' hewan2 tersebut. Maka tak heran jika banyak vegetarian yg 
tergabung dalam organisasi pecinta hewan, WWF atau PETA misalnya..

Teman2 saya banyak yg menggoda dengan mengatakan, "Kalau sayur-sayuran jg 
bisa bergerak dan bersuara, apa kamu masih tega mengkonsumsi mereka?" 
Dengan bercanda saya menjawab denan sebuah pertanyaan juga, "Lalu, makanan 
apa dong yang tersisa?"





"I don't look back, darling. It distracts from the now". - Edna Mode

Deasy Elsara
p l a y g r o u n d | Obrolan Kopi


--- On Tue, 3/17/09, yardi_gentong@ yahoo.com <yardi_gentong@ yahoo.com> 
wrote:

From: yardi_gentong@ yahoo.com <yardi_gentong@ yahoo.com>
Subject: Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, March 17, 2009, 1:34 AM

Berbagi opini ya ,
Setahu saya 
Dlm pengetahuan timur dikenal yin dan yang.
Sayur sayuran itu tumbuh karena mendapat energi dari bumi dan energi bumi 
itu termasuk yin (dingin)

Sedangkan daging itu termasuk yang (panas) seperti jg kuah (yin) goreng 
(yang)

Jika berhubungan lgsg tentunya tidak segampang itu utk merumuskan karena 
emosi manusia sangat kompleks yakni hati, pikiran dan tubuh berkaitan 
langsung .

Tetapi yg pasti memakan sesuatu yg terlalu banyak itu tidak seimbang , dan 
tidak seimbang itu tidak sesuai sifat alam.
Jika terlalu byk daging maka tentunya cholesterol dan segala macam 
penyakit akan muncul jg dan akan mendukung porsi porsi kecil utk merusak 
tubuh dan emosi.

Dari pengalaman saya org yg lebih mengerti ttg spiritual akan secara 
langsung mengurangi konsumsi daging, karena dia merasa tidak nyaman.
Ada yg karena tubuhnya kurang enak, ada pulak yg karena tidak mau membunuh 
makhluk hidup dan inisiatifnya karena kesadaran tersebut . 

Dan utk simplenya kita bisa melihat dari alam ( lebih gampang di banding 
research yg susah susah di jaman skrg) bahwa binatang pemakan sayuran 
cenderung lebih kalem dibanding binatang pemakan daging yg cenderung buas 
dan merusak.

Jadi conclusionnya adalah
memakan vegie sedikit atau banyak pasti mempengaruhi karakter dan kita . 

Tetapi jika utk langsung sbg obat menjaga emosi yg stabil tidak begitu pas 
caranya . 
Saya rasa lebih baik memahami diri dan emosi itu apa dulu .
Pahami hati dan pikiran yg menimbulkan emosi tersebut.

Mengenai cara masak ? Tentunya jg akan berpengaruh , yg pasti seimbang aja 
.
Tidak terlalu byk dan tidak terlalu dikit .

Begitu deh pendapat saya tks.

Regards
Yardi - Ice Gentong
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: dwi yanto bekti 
Date: Sun, 15 Mar 2009 22:46:29 -0700 (PDT)
To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi



Dear rekan bango mania..


Mohon pencerahannya, apakah benar manfaat makanan vegetarian berkorelasi 
langsung dengan kondisi emosional si penikmatnya. .

Jika iya, apakah itu tergantung juga dari proses memasak makanannya ?

Terima kasih.



BR,

Dwi Yanto Bhekti
di Fatmawati.





Kirim email ke