7 Ulekan Rp 25 Juta


 Itulah pengakuan dari Bu Nur Aini. Wajar kalau saya ngiriiiiiii setengah mati.
Coba
lihat sosok yang berada di tengah itu. Tersenyum renyah, pancaran mata
berbinar bahagia.Namanya Bu Nur Aini, pemilik Rujak Cingur Sedati.
Pertemuan saya pertama kali tiga tahun lalu, di lokasi FJB 2006.
Setelah itu kami malah akrab. Sesekali kami sering telpon untuk
menanyakan kabar. Tak ada perbedaan melihat sosoknya sekarang, tetep
ramah sedikit meledak-ledak kalau berbicara. Cocok sama saya, yang
kalau ngomong nyerocos kayak mercon heheheehe……Hingga di acara pre
event FJB kami bertemu.


“Mbak Mandaaaaa…………. !” teriaknya.

Saya
dipeluknya erat. Dicium pipi kanan dan kiri. Sebenarnya rada jengah
juga dipeluk ditengah-tengah teman wartawan, soalnya kami berdua
sama-sama suburnya. Dia menyeret saya di pojokkan.


“Mbak, kok nggak pernah main ke Sedati? Mbok mampir? “ berondongnya.

“Hehe.. maaf, belum sempat, Bu!” alasan.

“ Duh, Mbak. Gara-gara Bango saya bisa jalan-jalan ke Jakarta, Bandung, Medan!”

“ Pengalaman nambah, untungnya nambah, dooong?”

“Allhamdulillah, kalau dihitung dua hari jualan di Jakarta, untungnya bisa buat 
beli sepeda motor gress…!”


Hah...Luarrrrrrrrr biasaaaaaaaaaa


Patutlah
kalau dia sekarang menikmati, saya ingat bagaimana dia merintis harus
bergulat dengan celaan saudara-saudaranya. “Masa, sarjana jualan Rujak
Cingur !” demikian cacian yang diterimanya. Bu Nur bahkan sempat goyah
dan hampir memilih jadi PNS. “Aku punya modal Rp 7 Juta, di saat yang
sama ada orang nawarin aku jadi PNS. Tapi setelah tak pikir-pikir, lha
kok nyimut…duit 7 juta aku kasih orang. Mending aku buat modal jualan
rujak,” kenangnya.


Bertemu dengan sosok Bu Nur Aini
menggoreskan kesan bagimana totalitas, ketekunan, keberanian dan adalah
kunci kesuksesan. “Sekarang 7 kali ngulek, aku bisa dapat duit Rp 25
juta !”

(Saudara-saudara, cobek rujak Cingur versi Bu Nur Aini
superrr besar. Untuk satu kali ulekan bumbu, bisa untuk 125 porsi. Lha
Anda tinggal mengalikan saja ya, harganya seporsi Rp 15 ribu)


Ah
sebuah support yang luar biasa, berbagi kisah, menimba ilmu dengan para
pelaku pelestari makanan tradisional yang mulai dari bawah. Terima
kasih Bu Aini- Rujak Cingur Sedati, Mbak Indah - Lontong Balap Pak
Gendut, Cak Yudi - Bebek Cak Yudi, terima kasih buat Unilever –Kecap
Bango, peduli dengan pedagang yang konsisten mengangkat makanan
tradisional Indonesia.


Semoga usaha kecil yang sedang saya
rintis KUPANG LONTONG TANJUNG PERAK, mampu ikut meramaikan FESTIVAL
JAJANAN BANGO di masa mendatang.


Jangan Lupa Kawan !!!
Festival Jajanan Bango
Festival Kelezatan Sepenuh Hati
Acara digelar pada hari Sabtu 8 Agustus 2009
Lapangan Makodam Brawijaya. Jl Hayam Wuruk Surabaya. Arena dibuka 12.00 -22.00 
Wib 

Sumber: http://jagomakan.blogspot.com
Silakan mampir juga ke blog BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke