Turut berduka cita....

Kisah tragis yang amat menyentuh. Luar biasa.


Hidup La Mendol!!


Hahahahahh...





Facebook:
Radityo Djadjoeri

  ----- Original Message ----- 
  From: Abdur Rohman 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 05, 2010 2:58 AM
  Subject: [bango-mania] Maling Kupang


    
        Maling Kupang 


        Saya kemalingan. Tapi malingnya sempet nitip Rp 20 ribu.

        Masih ingat dong, kalau saya jualan kupang lontong di rumah. Saya kena 
apes. Baru buka sudah kemalingan. Waktu itu saya lagi ngocekin brambang di 
ruang tamu.

        Pas di dapur, simbok saya ini denger ada sepeda motor berhenti di 
depan. Ternyata ada anak muda, memakai helm teropong, naik motor. Helmnya nggak 
dilepas, dan mesin sepeda motornya dibiarkan nyala.

        "Mau beli apa, Mas?!"
        "Mo beli kupang lontong, satu. Dibungkus!"

        Setelah pesanan selesai. Pembeli ini mengulurkan uang Rp 20 ribu.

        "Waduh belum dapat pengelaris, Mas. Uang Pas aja!"
        "Ngga ada Bu, cuman itu!" katanya.

        Akhirnya simbok lari ke dalam, untuk nyari uang kembalian. Nah Pas 
keluar.. *nahan nafas. Lho, kok si pembelinya sudah nggak ada. Herannya lagi, 
bungkusan kupang lontongnya juga tidak dibawa. Semenit kemudian simbok saya 
menyadari kalau tabung gas elpiji yang warna hijau dangdut itu sudah Tidak ada.

        "Mbak Mendollllllll... tabung gasnya ilanggggggg!" teriak histerissssss

        Saya langsung ke TKP dan menemukan kompor gelethak, tanpa ada tabungnya.
        " ASEM, JAMBU TELO ...kok mentholo men, iku maling.!" Ambekan gedhe. 
Mbathin sama misuh-misuh.

        Simbok saya jengkel sekali, sampai kupang lontong yang tidak dibawa 
sama si maling dibuang langsung ke tempat sampah. "Buang sial !" gitu 
alasannya. Uang Rp 20 ribu punya si maling masih dipegangnya. Untung simbok 
saya masih rasional, duitnya nggak ikutan dibuang..hehehehe.

        Nggak sampai lima menit, berita tabung gas ilang ini sudah sampai 
seantero penjuru gang. Mulai tukang becak, bakul jamu, buk sayur, pemulung, 
ibu-ibu pulang dari pasar semua pada nyamperin simbok saya. Semua ngerubung 
nanyain kronologisnya.
        Miring
        Hebatnya, simbok saya pinter mendramatisir cerita, dikaitkan dengan 
mimpi buruk sehari sebelumnya, firasat nggak enak, badan meriang, sampai 
perasaan bersalah gara-gara ada kucing kawin di atas genteng malah disiram sama 
air se-ember.Brrhh..

        Saya sampai ndomblong.. Lha kok malah panjang ceritanya. Ck..ck..ck.

        Semakin panjang ceritanya, semakin bikin penasaran. Akhirnya, 
orang-orang yang datang nyambi ndengerin, sambil mesan kupang lontong-lah, 
lontong balap-lah, lontong mie-lah. Ceritanya makin seru, makin menggigit. 
Orang-orang, akhirnya malah terpacu buat nambah sate kerang, lentho dan 
bergelas-gelas es degan.

        "Ikhlas ya Mbak Mendol, nggak usah pake nangis, nanti dikasih rejeki 
berlipat-lipat!" kata tetangga saya.

        Saya bingung. Siapa yang nangis?! Ohh..tetangga saya ini mengira mata 
sembab saya dipikir nangisi tabung elpiji yang ilang, padahal mata merah ini 
khan gara-gara habis ngoncekin bawang merah. Heheheheheh...

        Gara-gara kejadian ini dagangan simbok saya jadi laris luar biasa, 
belum sampai jam 9, dagangan dah ludesss. Saya pun senyam-senyum..dan tidak 
misuh-misuh, nyebut dagangan buah di Pasar Keputran.Hihihihii.. (lamendol)

        Kupang Lontong Tanjung Perak
        Dapur Nusantara - Food Court ITC Mega Grosir lt 3
        Jl Gembong. 

        Sumber: http://www.sijagomakan.com/
        Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com/ 



  

Kirim email ke