Selasa sore, seperti biasa jemput anak sekolah usai ekskul  di SMP Al Ikhlas, 
tertarik dg kerumunan org dipenjual bakso yg lokasinya di perempatan jl  cipete 
III sebrang kantor Pusdiklat Sekneg. Jam menunjukkan pukul 17.20 karena 
penasaran aku ajak anakku ikutan duduk dibangku2nya, rupanya bangku yg tersedia 
kira ada 16 bangku yg mengelilingi meja saji sdh hampir penuh, padahal gerobak 
baksonya belum datang. Sementara yang berniat beli untuk dibawa pulang jg sdh 
mulai ngantre..hebat bener..
Jam 18.00 gerobak baksonya dtg  didorong ke tempat yg sdh disediakan. Calon 
pembeli bersorak...horeeeee baksonya datang...sambil menahan senyum, masing2 
meng order bakso..ada bakso biasa yaitu bakso daging kecil2, mie boleh pilih 
mie kuning,  mie putih atau campur harga seporsi Rp.10.000,- sementara bakso 
spesial campuran bakso kecil dan 2 bakso besar, mie, daging tetelan dan  toge 
seharga Rp.15.000,-. Dengan sigap para karyawan menanyakan pesanan pembeli. Aku 
dan anakku pesan seporsi bakso biasa dan seporsi bakso spesial. Mangkok bakso 
didepan kami mmg betul2 menggiurkan..sementara di meja saji tersedia bbrp botol 
saus sambel, kecap, cuka dan bbrp toples bawang goreng, garam dan vetsin. Jadi 
vetsin disediakan hanya untuk yg mau menggunakannya. Di meja saji juga 
disediakan 2 galon aqua dg pompa dan gelas2 plastik buat pembeli..yg ini 
gratis...Tanpa vetsinpun sebetulnya sdh maknyuuuus... Setelah menyantap 
semangkuk bakso dg gemrobyos dan penuh senyum kami keluar tenda ...wow ternyata 
mobil yg parkir sepanjang jalan sdh berderet panjang, rupanya bagi yg tdk 
mendpt tempat rela mkn bakso di dalam mbl.
Salam 
Ratih Rianto
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sun, 24 Jan 2010 08:56:48 
To: Puji Purnama<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip

Yang di jl. Ampera kalau tdk salah di dekat kantor Arsip Nasional ya... Aku 
suka wedang rondenya...hangat dan mak nyuss
Salam
RR
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Puji Purnama <[email protected]>
Date: Sat, 23 Jan 2010 00:57:52 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip

Di Kemang Ampera kalo gak salah ada 2 cabang. Saya pernah coba bacem tempe 
gembusnya, enak juga, unik..

--- On Fri, 1/22/10, lina sari <[email protected]> wrote:

From: lina sari <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
To: [email protected]
Date: Friday, January 22, 2010, 7:43 AM















 
 



  


    
      
      
      Pak Abdur Rahman, klo mie mbah surip di yogya ada di mana ya? jadi 
penasaran mau nyoba neh.
 
Rgrds,
Lina

--- On Thu, 1/21/10, Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com> wrote:


From: Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com>
Subject: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
To: bango-mania@ yahoogroups. com, mediac...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, January 21, 2010, 2:24 PM


  






Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip 
JAKARTA - Bakmi godog hangat sangat mampu meredam rasa dingin seperti saat ini. 
Kuah kaldu yang gurih hangat plus isiannya yang komplet bisa mengganjal perut 
yang tengah lapar. Sebagai teman setia, tahu, tempe bacem, atau gembus bisa 
jadi pilihannya. Irisan cabai rawit bikin rasanya makin menggigit!

Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari ini membuat kondisi tubuh mulai 
menurun. Inginnya makan yang berkuah dan hangat berharap tubuh pun kembali 
bersemangat. Ajakan seorang teman sepulang kerja untuk
 mencari bakmi godog pun langsung saya iyakan tanpa bantahan.

Mobil kami melaju menuju kawasan Ampera untuk mencari warung Bakmi Godog Mbah 
Surip yang sudah tersohor sejak dulu di daerah asalnya, Jogja. Sudah lama 
memang teman saya ini mengajak saya untuk 'nostalgia' di warung mbah Surip 
seperti yang sering kami lakukan sewaktu di Jogja dulu.

Cukup mudah menemukan warung bakmi ini, karena letaknya yang tak jauh dari 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Warungnya sederhana, nampak dua buang 
gerobak bakmi yang digantungi beberapa ekor ayam kampung, persis seperti di 
Jogja. Sebelum masuk saya langsung memesan bakmi kuah kepada sang pelayan. Di 
sini tak hanya bakmi godog (bakmi kuah) saja yang dijual tapi masih ada bihun 
godog, bihun goreng, bakmi goreng, dan juga nasi goreng.

Kalau makan bakmi godog, harus sabar. Karena proses memasaknya yang masih 
sangat tradisional menggunakan anglo (tungku arang) memerlukan waktu yang tak 
sebentar.
 Sambil menunggu bakmi matang, saya ngemil tahu dan tempe bacem yang sudah 
disediakan disetiap meja plus cabai rawitnya dalam mangkuk yang terpisah. Tempe 
dan tahu nya enak, tidak asem dan rasa manisnya pas.

Bakmi godog akhirnya datang setelah saya menghabiskan sebuah tempe dan tahu 
bacem. Bakminya disajikan didalam sebuah piring, tidak di dalam mangkuk seperti 
bakmi kebanyakan. Warna kuah dan mi nya kuning pucat. Acar mentimun ditaruh 
dibagian pinggirnya, taburan daun seledri dan bawang goreng di bagian atas 
menambah harum aromanya. Suwiran daging ayam kampungnya besar-besar menyembul 
diantara minya. Ada juga kekian dan kol yang diiris kasar.

Rasa kuah kaldunya cukup harum enak, tak heran karena bakmi mbah Surip ini 
menggunakan kaldu ayam kampung. Tapi buat saya, rasanya sedikit kurang asin. 
Untung saja disetiap meja disediakan garam halus jadi saya bisa menambahkannya 
sendiri. Karena saya penyuka rasa pedas, potongan cabai rawitpun tak
 luput jadi sasaran saya untuk menambah kenikmatan menyantap bakmi ini. Minya 
lembut pas dengan rasa kuah kaldu ayam yang gurih dan acar yang asam-asam segar!

Tanpa terasa peluhpun mulai bermunculan. Wedang jahe hangat pun siap 
membersihkan jejak bakmi godog di tenggorokan. Hidung yang tersumbat pun 
langsung plong kembali. Hmm..tak heran jika bakmi godog plus wedang jahe ini 
dijadikan pengobat flu yang ampuh. Seporsi bakmi godog mbah Surip ini dihargai 
tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp 13.000,00 untuk menu yang biasa dan Rp 
18.000,00 untuk yang spesial. Sedangkan segelas wedang jahe, hanya Rp 2.000,00 
saja. (eka/Odi) 

Warung Bakmi Mbah Surip
(Masakan Khas Jogja)
Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan (Depan Medco)
Telp: 021-78839337

Sumber: detikFood
Kunjungi selalu Blog Bangomania di http://bango- mania.blogspot. com



      

    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke