kalo bakso gondrong, saya dulu hampir tiap hari makan disana setiap plg kntor 
dgn teman2.kebetulan kantor lokasinya ga jauh dari citos. bakso gondrong emang 
maknyuus, kuahnya kaldu banget, baksonya terasa uenaaknya. harga sepadan dgn 
rasa. makanya yg rela bwt antri juga banyak. cobain deh


________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, January 27, 2010 10:30:12 AM
Subject: [bango-mania] Bakso Wijaya Kusuma, bakso pak Gondrong

  
Selasa sore, seperti biasa jemput anak sekolah usai ekskul di SMP Al Ikhlas, 
tertarik dg kerumunan org dipenjual bakso yg lokasinya di perempatan jl cipete 
III sebrang kantor Pusdiklat Sekneg. Jam menunjukkan pukul 17.20 karena 
penasaran aku ajak anakku ikutan duduk dibangku2nya, rupanya bangku yg tersedia 
kira ada 16 bangku yg mengelilingi meja saji sdh hampir penuh, padahal gerobak 
baksonya belum datang. Sementara yang berniat beli untuk dibawa pulang jg sdh 
mulai ngantre..hebat bener..
Jam 18.00 gerobak baksonya dtg didorong ke tempat yg sdh disediakan. Calon 
pembeli bersorak...horeeeee baksonya datang...sambil menahan senyum, masing2 
meng order bakso..ada bakso biasa yaitu bakso daging kecil2, mie boleh pilih 
mie kuning, mie putih atau campur harga seporsi Rp.10.000,- sementara bakso 
spesial campuran bakso kecil dan 2 bakso besar, mie, daging tetelan dan toge 
seharga Rp.15.000,-. Dengan sigap para karyawan menanyakan pesanan pembeli. Aku 
dan anakku pesan seporsi bakso biasa dan seporsi bakso spesial. Mangkok bakso 
didepan kami mmg betul2 menggiurkan. .sementara di meja saji tersedia bbrp 
botol saus sambel, kecap, cuka dan bbrp toples bawang goreng, garam dan vetsin. 
Jadi vetsin disediakan hanya untuk yg mau menggunakannya. Di meja saji juga 
disediakan 2 galon aqua dg pompa dan gelas2 plastik buat pembeli..yg ini 
gratis...Tanpa vetsinpun sebetulnya sdh maknyuuuus.. . Setelah menyantap 
semangkuk bakso dg gemrobyos dan penuh senyum kami
 keluar tenda ...wow ternyata mobil yg parkir sepanjang jalan sdh berderet 
panjang, rupanya bagi yg tdk mendpt tempat rela mkn bakso di dalam mbl.
Salam 
Ratih Rianto 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!
________________________________

From: redyustudio76@ yahoo.co. id 
Date: Sun, 24 Jan 2010 08:56:48 +0000
To: Puji Purnama<food_stylist@ yahoo.com>; <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
  
Yang di jl. Ampera kalau tdk salah di dekat kantor Arsip Nasional ya... Aku 
suka wedang rondenya...hangat dan mak nyuss
Salam
RR 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!
________________________________

From: Puji Purnama <food_stylist@ yahoo.com> 
Date: Sat, 23 Jan 2010 00:57:52 -0800 (PST)
To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
  
Di Kemang Ampera kalo gak salah ada 2 cabang. Saya pernah coba bacem tempe 
gembusnya, enak juga, unik..

--- On Fri, 1/22/10, lina sari <sari_l...@yahoo. com> wrote:


>From: lina sari <sari_l...@yahoo. com>
>Subject: Re: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
>To: bango-mania@ yahoogroups. com
>Date: Friday, January 22, 2010, 7:43 AM
>
>
>  
>Pak Abdur Rahman, klo mie mbah surip di yogya ada di mana ya? jadi penasaran 
>mau nyoba neh.
>
>Rgrds,
>Lina
>
>--- On Thu, 1/21/10, Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com> wrote:
>
>
>>From: Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com>
>>Subject: [bango-mania] Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip
>>To: bango-mania@ yahoogroups. com, mediac...@yahoogrou ps.com
>>Date: Thursday, January 21, 2010, 2:24 PM
>>
>>
>>  
>>Mengulang Jejak Bakmi Godog Mbah Surip 
>>JAKARTA - Bakmi godog hangat sangat mampu meredam rasa dingin seperti saat 
>>ini. Kuah kaldu yang gurih hangat plus isiannya yang komplet bisa mengganjal 
>>perut yang tengah lapar. Sebagai teman setia, tahu, tempe bacem, atau gembus 
>>bisa jadi pilihannya. Irisan cabai rawit bikin rasanya makin menggigit!
>>
>>Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari ini membuat kondisi tubuh mulai 
>>menurun. Inginnya makan yang berkuah dan hangat berharap tubuh pun kembali 
>>bersemangat. Ajakan seorang teman sepulang kerja untuk mencari bakmi godog 
>>pun langsung saya iyakan tanpa bantahan.
>>
>>Mobil kami melaju menuju kawasan Ampera untuk mencari warung Bakmi Godog Mbah 
>>Surip yang sudah tersohor sejak dulu di daerah asalnya, Jogja. Sudah lama 
>>memang teman saya ini mengajak saya untuk 'nostalgia' di warung mbah Surip 
>>seperti yang sering kami lakukan sewaktu di Jogja dulu.
>>
>>Cukup mudah menemukan warung bakmi ini, karena letaknya yang tak jauh dari 
>>Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Warungnya sederhana, nampak dua buang 
>>gerobak bakmi yang digantungi beberapa ekor ayam kampung, persis seperti di 
>>Jogja. Sebelum masuk saya langsung memesan bakmi kuah kepada sang pelayan. Di 
>>sini tak hanya bakmi godog (bakmi kuah) saja yang dijual tapi masih ada bihun 
>>godog, bihun goreng, bakmi goreng, dan juga nasi goreng.
>>
>>Kalau makan bakmi godog, harus sabar. Karena proses memasaknya yang masih 
>>sangat tradisional menggunakan anglo (tungku arang) memerlukan waktu yang tak 
>>sebentar. Sambil menunggu bakmi matang, saya ngemil tahu dan tempe bacem yang 
>>sudah disediakan disetiap meja plus cabai rawitnya dalam mangkuk yang 
>>terpisah. Tempe dan tahu nya enak, tidak asem dan rasa manisnya pas.
>>
>>Bakmi godog akhirnya datang setelah saya menghabiskan sebuah tempe dan tahu 
>>bacem. Bakminya disajikan didalam sebuah piring, tidak di dalam mangkuk 
>>seperti bakmi kebanyakan. Warna kuah dan mi nya kuning pucat. Acar mentimun 
>>ditaruh dibagian pinggirnya, taburan daun seledri dan bawang goreng di bagian 
>>atas menambah harum aromanya. Suwiran daging ayam kampungnya besar-besar 
>>menyembul diantara minya. Ada juga kekian dan kol yang diiris kasar.
>>
>>Rasa kuah kaldunya cukup harum enak, tak heran karena bakmi mbah Surip ini 
>>menggunakan kaldu ayam kampung. Tapi buat saya, rasanya sedikit kurang asin. 
>>Untung saja disetiap meja disediakan garam halus jadi saya bisa 
>>menambahkannya sendiri. Karena saya penyuka rasa pedas, potongan cabai 
>>rawitpun tak luput jadi sasaran saya untuk menambah kenikmatan menyantap 
>>bakmi ini. Minya lembut pas dengan rasa kuah kaldu ayam yang gurih dan acar 
>>yang asam-asam segar!
>>
>>Tanpa terasa peluhpun mulai bermunculan. Wedang jahe hangat pun siap 
>>membersihkan jejak bakmi godog di tenggorokan. Hidung yang tersumbat pun 
>>langsung plong kembali. Hmm..tak heran jika bakmi godog plus wedang jahe ini 
>>dijadikan pengobat flu yang ampuh. Seporsi bakmi godog mbah Surip ini 
>>dihargai tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp 13.000,00 untuk menu yang biasa 
>>dan Rp 18.000,00 untuk yang spesial. Sedangkan segelas wedang jahe, hanya Rp 
>>2.000,00 saja. (eka/Odi) 
>>
>>Warung Bakmi Mbah Surip
>>(Masakan Khas Jogja)
>>Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan (Depan Medco)
>>Telp: 021-78839337
>>
>>Sumber: detikFood
>>Kunjungi selalu Blog Bangomania di http://bango- mania.blogspot. com 
>> 
> 




      

Kirim email ke