KBS VIII Singgung Perlu Adanya Kamus Sunda Modern Buku Bahasa Sunda tidak Penuhi Syarat
SUBANG, (PR).- Rusaknya bahasa Sunda disebabkan oleh terbit dan beredarnya buku-buku bahasa Sunda yang tidak memenuhi syarat di sekolah. "Yang merusak bahasa Sunda adalah buku bahasa Sunda sendiri yang diajarkan di sekolahan," kata budayawan Sunda Hidayat Suryalaga di sela-sela acara Kongres Basa Sunda VIII di Subang, Rabu (29/6). Disebut tidak memenuhi syarat, kata Hidayat, karena isi buku sering tidak pas atau tidak sesuai dengan tingkat kemampuan siswa didik. Buku lainnya, isinya tidak memperhatikan undak-usuk basa. Akibatnya, contoh percakapan antara orang tua dan anak berlangsung dalam bahasa lemes (halus, -red) semua. Berdasarkan pengalaman Hidayat selaku tim penguji penerbitan buku ajar bahasa Sunda di lingkungan Dinas Pendidikan tahun 2004 lalu, para penulis buku ajar bahasa Sunda itu terdiri dari tiga golongan. Yaitu, pertama, para ahli pendidikan, sarjana bahasa, dan sastrawan. Golongan kedua, guru-guru di lapangan, dan ketiga orang yang semata-mata mencari keuntungan. Dari 56 naskah yang diuji, yang paling bagus adalah buku hasil karya guru di lapangan. Walaupun demikian, buku yang tidak direkomendasi tetap saja diterbitkan. "Ada atau tidak ada rekomendasi, mereka tetap menerbitkannya. Rekomendasi itu seringnya malah jadi alat untuk semakin melakukan buku yang dicetaknya. Jadi, meski tidak direkomendasi, di lapangan tetap saja dijual. Potongannya buat guru bisa 40% s.d. 50%. Lha, guru kan perlu uang," tuturnya. Seharusnya, tambah Hidayat, Dinas Pendidikan diberi kekuatan agar rekomendasinya ditaati penerbit. "Mungkin kita harus kembali ke zaman Belanda, 2x24 jam sebelum dicetak, penerbit harus punya cap persetujuan dari pihak kepolisian atas rekomendasi Dinas Pendidikan," tandasnya. Kamus bahasa Sunda Sementara itu, berbagai persoalan mengemuka dalam kongres. Para peserta kongres tampaknya sepakat bahwa pemasyarakatan bahasa Sunda harus dilakukan dengan memulai penggunaannya di berbagai lini. Mulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, instansi pemerintah, maupun media massa, termasuk di dalamnya film dan internet. Namun demikian, pemasyarakatan itu perlu dibantu dengan hadirnya kamus umum bahasa Sunda yang bisa dijadikan patokan. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/30/0101.htm Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
