"Murak Tumpeng" Awali Festival Kesenian IV FESTIVAL Kesenian Indonesia IV/2005 yang diselenggarakan Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) secara resmi dibuka Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, Kamis (24/11) sore, bertempat di kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, Jln. Buahbatu 212 Bandung. Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pertunjukan Murak Tumpeng garapan penata tari Dindin Rasidin, S.Sn., M.Hum. dengan penata musik Lili Suparli, S.Sn.
TIGA penari STSI Bandung membawa tumpeng dalam tarian prosesi "Murak Tumpeng" menandai diresmikannya Festival Kesenian Indonesia IV/2005 yang dibuka Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro di kampus STSI Bandung Jln. Buahbatu Bandung, Kamis (24/11). Festival yang diikuti enam perguruan tinggi seni di Indonesia ini akan berlangsung hingga Minggu (27/11).*M. GELORA SAPTA/"PR Satu per satu para penari dan penata musik seni pertunjukan Murak Tumpeng memasuki lapangan. Mereka kemudian mengitari sebuah altar bambu tempat sesajian ditaruh. Para penari yang masuk ke arena pertunjukan yang berlokasi di Lapangan Parkir STSI Bandung itu, terdiri dari enam perempuan dan tiga lelaki. Suara tetabuhan yang sebagian menggunakan waditra dari bambu itu terdengar berbalas-balasan. Begitu masuk, seorang lelaki berteriak-berteriak ke segenap penjuru, sepertinya mengabarkan sebuah berita gembira. Sementara, seorang lelaki lagi menyulut api membakar dupa. Segera, bau kemenyan menyeruak. Sejurus kemudian, mereka mengambil posisi melingkari altar tersebut, bersimpuh. Lelaki yang tadi membakar dupa "membangunkan" orang-orang itu. Lalu, untuk beberapa saat ke depan, mereka menari. Sementara, lelaki tadi menaburkan beras kunyit ke segala tempat. Lama-kelamaan, di lapangan, hanya tertinggal sepasang lelaki-perempuan. Itulah sekelumit prosesi Murak Tumpeng yang berlangsung dalam suasana magis. Digelarnya pertunjukan tersebut antara lain dimaksudkan sebagai tolak bala. Dalam khazanah kebudayaan Sunda dan suku-suku lainnya, prosesi semacam itu dijadikan sebagai usaha untuk melindungi diri maupun lingkungan dari segala bentuk niat dan kelakuan jahat. Dalam hal ini, prosesi Murak Tumpeng selaras dengan tema yang diusung kegiatan tersebut, "Seniman Membaca Lingkungan." Ketua STSI Bandung, Arthur S. Nalan juga menegaskan hal tersebut saat memberikan sambutan. "Orang-orang yang tak sadar akan keberadaan lingkungan cenderung merusak, cenderung menggerus menuju kehancurannya. Dalam kegiatan ini, kampus-kampus seni ingin membaca alam lalu menuangkannya ke dalam karya seni," ungkapnya. Menggugah kepedulian terhadap alam melalui kesenian, itulah sebenarnya pesan yang hendak disampaikan dalam FKI IV ini. Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo yang berhalangan hadir, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, secara tegas mengatakan, pihaknya mendukung tema lingkungan dalam FKI yang digelar kali ini. "Dengan memilih tema lingkungan, seakan-akan festival ini ingin menyeruak serta memberikan sodoran kritik-reflektif yang unik dari para senimannya. Dengan demikian, diharapkan bisa memberikan kesadaran baru bagi kita semua terutama dalam menyikapi ketidakseimbangan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dan alam, serta manusia dan Tuhan," jelas Bambang. Bambang mengatakan, peristiwa yang menyuratkan permasalahan itu terasa sangat beruntun dan menyakitkan. Namun, tak layak bagi kita semua untuk berpangku tangan dan terus merasa terpuruk. "Perlahan-lahan, kita berkewajiban membalikkannya menjadi kosmos," ujarnya. Meriah Acara pembukaan FKI IV/2005 berlangsung meriah, meski dalam cuaca mendung. Khalayak penonton sangat antusias untuk menyaksikan pembukaan perhelatan dua tahunan tersebut, yang pada tahun 2007 mendatang akan berlangsung di ISI Denpasar, Bali. Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung (PRB) H. Syafik Umar hadir dalam acara tersebut, didampingi Sekretaris Perusahaan Herman Saputra dan Kepala Humas PT PRB Ninna Hilman. Dalam kesempatan tersebut, HU Pikiran Rakyat mendapat penghargaan dari pihak panitia penyelenggara atas partisipasinya selama ini. Seusai prosesi Murak Tumpeng, acara dilanjutkan dengan pergelaran kesenian dari sejumlah daerah. STKW Surabaya menampilkan kesenian khas Madura, Kiprah Glipang. ISI Yogyakarta menggelar Reog Dog-dog. ISI Denpasar menyuguhkan Bala Ganjur. Penampilan itu ditutup oleh grup kesenian asal Kab. Bandung yang menyajikan kesenian Badawang. Malam harinya, ISI Yogyakarta didaulat untuk menampilkan dua karya mereka, yakni Shamanisme, dan Tepak Nusantara. Fathul A. Husein, pengajar di jurusan teater STSI Bandung, dalam tulisannya di harian ini mengatakan, Shamanisme merupakan komposisi seni pertunjukan yang mencuat dari sebalik ilham tentang sebuah prosesi pengobatan dalam tradisi masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan Tengah. Shamanisme juga merupakan sejumput ritual kosmik yang dikenal dengan nama Upacara Belian. Sementara Tepak Nusantara, merupakan manifestasi dari kesadaran manusia akan realitas yang beragam dan berbeda-beda. Semacam penghargaan terhadap pluralitas. Akan tetapi, satu hal yang bisa dicatat dari kedua kesenian tersebut adalah upaya mengafirmasi keniscayaan dari hukum-hukum predestinasi kosmik. Bahwa alam dan kehidupan akan tetap menjadi sahabat manusia manakala keduanya bisa terus mempertahankan balutan dari perekat keseimbangan yang akan menggulirkan roda semesta yang tetap seiring sejalan. Selain acara pertunjukan pada hari pertama itu, digelar juga pameran lukisan, workshop pembuatan keris, dan juga fotografi. FKI IV/2005 yang akan berlangsung hingga 27 November mendatang itu digelar siang dan malam. (Hazmirullah/Soni Farid Maulana/"PR")*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
