Kawasan Hutan Kecil Makin Rusak
Situ di Jawa Barat Kurang Terpelihara

CIAMIS, (PR).-
Sejumlah situ (danau) di Jawa Barat mengalami pendangkalan dan banyak
yang mulai ditanami. Menurunnya fungsi dan kualitas situ yang ditandai
dengan pendangkalan satu hingga dua meter itu disebabkan rusaknya
lingkungan daerah sekitar serta tidak ada upaya pembenahan dan
pemeliharaan lingkungan sekitar situ.

PENCARI ikan menaiki perahu dari sebatang pohon di Situ Lengkong Kec.
Panjalu Kab. Ciamis, Rabu (23/11). Situ Lengkong merupakan salah satu
situ (danau) di Jawa Barat yang kondisinya terus mengalami
pendangkalan akibat kerusakan lingkungan sekitarnya dan
sedimentasi.*RETNO HY/"PR"

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat,
Drs. H.I. Budhyana, M.Si., saat meninjau Situ Lengkong di Desa/Kec.
Panjalu Kab. Ciamis Jawa Barat, seusai memberikan arahan pada
"Penyuluhan Juru Pelihara dan Kuncen Se-Jawa Barat" bertempat di Aula
Bale Desa Panjalu, Kamis (24/11).

"Kalau tidak ada iktikad dari pemerintah daerah untuk melestarikan dan
menjaga lingkungan sekitar situ sangat sulit mengembangkan wisata air
di kawasan situ," ujar Budhyana.

Didampingi Kepala Balai Kepurbakalaan, Kesejarahan dan Nilai
Tradisional Disbudpar Jabar, Drs. Prama Putra, M.M., dan Kasubdin Bina
Program, Drs. Jaenudin, dikatakannya, wisata air di sejumlah daerah
yang memiliki aset situ sangat berpotensi untuk dikembangkan. Objek
wisata yang ditawarkan tidak hanya wisata air, tetapi juga wisata alam
yang merupakan satu kesatuan.

Namun, akibat proses pendangkalan (sedimentasi) yang terus terjadi
seperti di Situ Panjalu (Ciamis), Ciburuy (Padalarang), Cileunca
(Pangalengan), Darma (Kuningan), dan sejumlah situ lainnya, luas areal
situ semakin menyempit. Hal lain yang turut mempercepat proses
kerusakan sekitar lingkungan situ, yakni kurang terpeliharanya
lingkungan sekitar situ.

Selain semakin terdesak perumahan, kawasan konservasi hutan kecil
sebagai daerah penyangga mulai rusak dan gersang. Bahkan, di beberapa
lokasi, tidak jarang semak dibabat hanya karena tanahnya dipakai
sebagai material urukan.

Akibatnya, air yang mengalir keruh karena mengandung larutan tanah
yang mengakibatkan endapan. Pada musim kemarau, pendangkalan situ
semakin terlihat jelas. Kondisi semakin diperburuk dengan perilaku
warga yang membuang sampah rumah tangga sembarangan.

Kepala Balai Kepurbakalaan, Kesejarahan dan Nilai Tradisional
Disbudpar Jabar, Drs. Prama Putra, M.M. mengatakan, banyak situ yang
sebenarnya bagian dari peninggalan kepurbakalaan dan menyimpan sejarah
tidak terurus, akibat adanya dualisme pengelolaan. "Biasanya selain
dikelola oleh pihak Perhutani juga oleh masyarakat adat atau
masyarakat setempat. Namun, dalam pelaksanaannya yang melibatkan
masyarakat setempat tidak ditunjang pengetahuan pemeliharaan dan
pelestarian," ujar Prama.

Meskipun belum memiliki data secara pasti mengenai jumlah situ yang
semakin dangkal, dari hasil pantauan sejumlah pihaknya sejumlah situ
mengalami pendangkalan antara 5 hingga 15 sentimeter setiap bulannya.

"Sekarang tidak sedalam sepuluh tahun lalu. Waktu itu, airnya terlihat
tenang, dalam, dan bersih. Tetapi, sekarang sudah tidak lagi, malahan
mulai keruh, apalagi kalau musim hujan," ujar Drs. Owoy Ruswanda,
Kasubdin Kebudayaan Diparda Kab. Ciamis.

Dikatakannya, terhadap proses alam dan kerusakan yang terjadi,
pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan warga setempat. Di
antaranya, membuat rambu-rambu yang dikaitkan dengan pantangan adat
setempat.(A-87)*** 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke