Ruwatan, Menuju Kelimpahan Berkah Matahari pagi menyapa punggung Tangkuban Parahu. Di bibir kawah, seorang penatua Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, memanjatkan doa. Terlantun ucapan syukur dan permohonan berkah untuk pekerjaan mereka setahun ke depan. Warga Cikole dan sebagian warga Desa Cibeusi, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, memang menggantungkan hidup dengan berdagang di punggung gunung.
Gunung dan kawah menebarkan nuansa mistisnya. Daun kelapa melambai diterpa angin beraroma belerang. Di pucuknya tergantung pisang, ubi, atau kerupuk ketan, perlambang berkah Maha Kuasa yang telah diterima. Tak ada umbul-umbul lainnya. Tetapi nuansa kebersamaan di antara mereka begitu kental terasa. Mereka pun berarak sembari membawa sesaji. Di kanan kiri para pedagang telah bersiaga dengan barang-barang yang ditawarkan mereka. Yaya Suniarya, sang penatua, menari di sepanjang jalan sembari menaburkan doa melalui selendangnya. Tiba di tujuan, musik tradisional Gemyung Buhun masih mengalun. Mereka yang dihampiri roh leluhur menari atau bergerak dalam dimensi yang berbeda. Seekor kambing, seekor ayam, dan seekor merpati disembelih setelah penatua desa, Ruma Sutisna, membaca doa. Anak-anak ikut takzim mengikutinya. Kepala dan kaki kambing ditanam bersama sesaji lainnya, sedangkan badannya dimasak bersama- sama. Setelahnya, warga berpesta. Ngariung atau makan bersama sebagai wujud syukur dan kebersamaan. (Lis Dhaniati) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/19/foto/2521364.htm http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
