Dorongan perdamaian untuk Irak
irak
Baik Syiah maupun Sunni sama-sama menjadi korban.
Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki, menyerukan agar bekas anggota
tentara Saddam Hussein untuk bergabung dengan pemerintah.
Langkah ini diambil untuk mengambil hati kalangan Sunni yang merasa
dipinggirkan.
Maliki menambahkan mereka yang tidak mau bergabung dalam lembaga
kemiliteran baru Irak bisa menerima pensiun.
Ia mengeluarkan pernyataan ini saat dimulainya pertemuan anggota
kelompok moderat Syiah dan Sunni. Pertemuan itu ditujukan untuk
mencegah meluasnya tindak kekerasan sektarian.
Maraknya tindak kekerasan menyebabkan tewasnya rata-rata 100 warga
Irak setiap harinya.
Wartawan BBC Jim Muir di Baghdad mengatakan nilai penting pembicaraan
itu sangat jelas, dengan perkampungan terus terpecah dalam garis
pemisah sektarian.
maliki
Nouri Maliki menginginkan tentara Saddam Hussein masuk ke angkatan
senjata yang baru.
300 utusan yang diundang termasuk bekas pimpinan Partai Baath di
pengasingan. Kelompok perlawanan Sunni dan radikal Syiah tidak
berpartisipasi dalam pertemuan ini.
Diawal pertemuan dua hari itu Maliki mengatakan: ''Angkatan bersenjata
Irak menerima dengan tangan terbuka tentara maupun pegawai militer
dari angkatan bersenjata sebelumnya yang ingin mengabdi kepada negara.''
Tak lama setelah invasi tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein,
Amerika membubarkan angkatan bersenjata Irak, sebuah langkah yang
menurut para pengamat membuat banyak tentara menjadi anggota kelompok
perlawanan.
Maliki sendiri seorang Syiah mengatakan bahwa anggota Partai Baath
yang tidak bersalah harus diperlakukan berbeda dengan mereka yang
tangannya bersimbah darah.
''Kami membedakan antara keduanya, sehingga yang pertama tidak
menderita sementara yang kedua tidak lolos dari pengadilan.''
Irak
Ada sekitar 130 ribu tentara Amerika di Irak.
Perdana Menteri Irak itu kemudian menyerukan kepada mereka yang hadir
untuk mengutuk kebijakan sektarian yang mempromosikan kebencian.
Kekerasan memburuk
Politisi baik dari Syiah, Sunni maupun kalangan Kurdi adalah
partisipan utama dalam pertemuan di Baghdad ini.
Pembicaraan dipertemuan ini kemungkinan dipusatkan pada keberadaan
pasukan pimpinan Amerika maupun dampak adanya milisi Syiah dan Sunni.
Kelompok perlawanan Sunni selalu disalahkan sebagai pihak yang
melakukan pemboman terhadap kalangan Syiah dan pasukan Amerika.
Sementara milisi Syiah yang diduga mempunyai hubungan angkatan
bersenjata dituduh mempunyai pasukan khusus pembunuh.
Puluhan ribu orang telah tewas dalam memburuknya tindak kekerasan yang
terjadi di Irak.
Hingga sejauh ini belum jelas seberapa banyak oposisi serius
pemerintah yang hadir dalam pertemuan ini.
Pertemuan-pertemuan semacam dimasa lalu tidak banyak mempunyai dampak
untuk meredakan kekerasan. Seorang pejabat pemerintah Irak menyatakan
keraguannya pertemuan ini akan menghasilkan hasil yang berbeda.