15 Desember, 2008 - Published 13:32 GMT

 
                
Email kepada teman              Versi cetak
Komunitas ekonomi berlanjut
 
Sigit Purnomo 
Produser BBC Siaran Indonesia
 

 
        

ASEAN menghimpun 10 negara di kawasan Asia Tenggara
Para menteri bidang ekonomi ASEAN akan tetap menandatangani cetak biru 
pelaksanaan komunitas ekonomi ASEAN, meskipun penyelenggaraan KTT 
ASEAN di Thailand tertunda hingga Februari 2009.
Menteri Perdagangan Marie Pangestu mengatakan, cetak biru komunitas 
ekonomi ini diantaranya akan mengatur tentang perdagangan bebas 
melalui pelaksanaan arus barang antar negara Asean dalam satu pintu, 
mulai tahun 2009.

Tapi kalangan pengamat meragukan keberhasilan implementasi kawasan 
ekonomi ASEAN ini.

Ada 3 dokumen yang akan ditandatangani di Singapura besok oleh para 
menteri bidang ekonomi ASEAN.

Dokumen ini disebut Menteri Perdagangan Marie Pangestu sebagai cetak 
biru implementasi integrasi ASEAN. Yaitu, melalui kebijakan pengaturan 
perdagangan bebas di bidang barang, jasa, investasi dan tenaga kerja 
trampil di kawasan ini, mulai tahun 2010.

        
10 ANGGOTA ASEAN

Brunei
Kamboja
Indonesia
Malaysia
Burma (Myanmar)
Thailand
Singapura
Filipina
Laos
Vietnam
Perjanjian ini akan mengatur pengurangan atau penghapusan tarif dan 
pelaksanaan arus barang antar negara Asean melalui satu pintu, mulai 
tahun 2009.

Selain itu menurut Marie Pangestu, kesepakatan ini akan mengatur 
kemungkinan kerjasama keuangan dalam menghadapi krisis global.

Marie menambahkan, komunitas ekonomi ASEAN ini tidak menggunakan satu 
mata uang yang sama, seperti yang dilakukan Uni Eropa, tapi memiliki 
prinsip yang samaa dalam membentuk pasar bebas.

Komunitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperbaiki 
iklim investasi dan memperkecil kesenjangan pembangunan di antara 
negara anggota ASEAN.

Namun, ekonom INDEF Bustanul Arifin menilai, negara-negara ASEAN akan 
sulit mengimplementasikan komunitas ekonomi ini karena kesamaan pasar.

Komunitas ekonomi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Piagam ASEAN 
yang diharapkan mampu mengimbangi perluasan ekonomi Cina dan sejumlah 
negara perekonomian industri baru Asia.

Kirim email ke