Nasi Kebuli Ibu Layla Pas Rasanya Devita Sari - detikRamadan Jakarta - Salah satu tempat yang layak dikunjungi saat berbuka puasa nanti adalah Nasi Kebuli Ibu Lidya. Bukan apa-apa, hangatnya nasi kebuli terasa paling pas mengusir hawa Jakarta yang akhir-akhir dingin kala senja hari.
Nasi Kebuli adalah nasi sepinggan khas Timur Tengah yang dipadukan dengan daging kambing. Kata orang, kalau berbuka dengan nasi kebuli seolah sama atsmosfernya dengan Ramadan di negeri Arab. Tapi entahlah, yang jelas Nasi Kebuli Ibu Layla sudah ngetop sejak dulu. Banyak yang bilang, rasanya benar-benar juara. Tak susah mencari warung yang satu ini. Susuri saja jalan Casablanca, di dekat Masjid At Tahirin dekat pertigaan Lapangan Ros cari saja warung sederhana dengan papan nama di depannya bertuliskan "Nasi Kebuli Ibu Layla." Letaknya tidak jauh juga dari rel kereta api Tebet. Walau sederhana, terlihat resik dan rapi. Bila disini penuh, coba juga cabangnya di samping Warung Daeng Tata, juga di Casablanca. Nasi kebuli ditawarkan dalam dua pilihan, nasi kebuli kambing dan nasi kebuli ayam. Aneka hidangan kambing juga mendominasi menu; mulai dari sop kambing, gule kambing, dadar gule kambing, hingga marak kambing. Sebetulnya ada satu menu lagi, yakni nasi kabsah. Namun yang satu ini cuma tersedia pada hari Jumat. Penyajiannya, di dalam piring nasi dilengkapi dengan sepotong ayam goreng, potongan kecil daging kambing yang dimasak dengan bumbu kemerahan serta irisan tomat dan timun. Kalau biasanya nasi kebuli berwarna kekuningan, maka nasi kebuli racikan Ibu Layla ini berwarna kecokelatan dengan semburat warna kemerahan yang cantik. Rasanya? hmm... suapan pertama membuat kami kehabisan kata-kata. Racikan bumbu yang kuat dan harum sangat terasa. Aroma kayumanis, cengkih, kapulaga, merica, pala, jintan, ketumbar, jahe dan bawang berpadu secara seimbang. Sementara butiran nasi yang pulen menambah kelezatan nasi kebuli ini. Irisan mentimun dan nanas yang diaduk dengan parutan tomat merah menjadi acar yang pas. Di negeri asalnya, nasi kebuli biasanya disajikan dalam porsi besar dan potongan daging kambing pun lebih besar. Di sini agaknya porsi sudah sangat disesuaikan dengan porsi makan orang Indonesia. Tak cuma nasi kebuli yang mantap, sop kambingnya pun layak jadi pilihan. Kuah sop kambing terlihat lebih bening, dengan taste bumbu yang lebih ringan. Lainnya ada Marak kambing yang walaupun juga berkuah bening tapi bumbunya lebih kuat dengan aroma cengkih dan kapulaga yang dominan dan kuahnya lebih berminyak. Sedangkan gule kambing berkuah kental dan kaya rempah dengan irisan daging yang tak kalah empuknya. Dadar gule kambing, merupakan dadar dari tepung terigu yang mirip dengan flat bread dan dipotong-potong kasar dengan aroma yang harum. Berapa harga yang ditawarkan untuk menu hebat tersebut? Untuk seporsi nasi kebuli ayam, Ibu Layla memberi bandrol Rp 25.000, (untuk nasi kebuli kambing Rp. 26.000). Seporsi sop kambing dan marak kambing masing-masing dihargai Rp 26.000, sedangkan dadar gule kambing Rp 30.000. Sungguh harga yang sebanding dengan rasanya. Mau kesana? (tbs/tbs) -- Ophet 0818-08807388 / 021-94561925 bebex penjelajah/BekaKak-003 www.bekakak.or.id http://blackkarisma.multiply.com/ [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] www.hkci.or.id
