On Mon, 2008-04-14 at 23:18 -0700, Eko Prasetya wrote: > Wah... another local hero. > Terimakasih atas pujiannya.
> Lebih baik dilihat dulu, kalau mau ngga di-shoot, ya sebaiknya jangan > diskriminasi. > Ini ada artikel tentang diskriminasi dan IQ: > http://www.euvolution.com/euvolution/refutation.html > > Diskriminasi menyebabkan perbedaan IQ, dan kalau Anda menganggap para > wanita > lebih baik tetap bodoh, selama mereka punya pekerjaan, it's your > choice. But I don't. > > In fact, dulu pernah baca artikel bahwa mereka yang cenderung > men-diskriminasi, > rata-rata memiliki IQ lebih rendah. Sayang ngga ketemu artikel-nya. Anda kan sudah punya link dan artikel dari para ahli2 yg konon bilang diskriminasi bikin IQ lebih rendah. Kenapa tidak Anda kirim artikel tersebut ke employernya? Kasih tahu mereka pendapat Anda tentang lowongan kerja mereka yg diskriminatif. Kan lebih tepat sasaran daripada Anda teriak2 dimilis ini. Dulu kan masalah yg sama sudah pernah dibahas. Dan saya kira tak satupun anggota milis yg setuju dengan diskriminasi. Tapi apakah dgn menyerang tiap postingan lowongan kerja yg menurut Anda "berbau" diskriminasi menyelesaikan masalah? Untuk apa Anda menyerang org yg post lowongan kerja kalau Anda tidak punya solusi nyata untuk memperbaiki masalah diskriminasi lowongan kerja ini. We get your points, so what? > Anda mau bekerja dengan orang yang memiliki IQ relatif rendah? Kalau org tsb bisa menyelesaikan pekerjaan yg diberikan, kenapa tidak? Apakah Anda mendiskriminasikan org yg memiliki IQ relatif rendah? > > KOkon. >
