Maaf pak Johan, tidak ada maksud saya untuk memancing keributan dimilis ini. Memang tidak ada gunanya. Masalah yg sama kan sudah pernah didiskusikan sebelumnya. Kenapa musti diungkit2 lagi. Toh ngga ada solusi nyata kan?
Yang membuat saya me-reply emailnya sdr Eko, adalah bagian ini "In times of war, even the messenger could be executed. Be selective." Sebelumnya sdri Maria menulis ini: "Please dont email me as i'm a messenger only." Silahkan diartikan sendiri maksud dr sdr Eko. Alangkah sayangnya seandainya rekan2 binus mempunyai info lowongan kerja tp tidak memposting di milis karena enggan/takut dicap diskriminasi karena di lowongan yg bersangkutan ada kata2: "Single Female xx year" atau "Single Male xx year". Info tersebut mungkin tidak berharga dan dicap sampah oleh anggota2 tertentu. Tapi dilain pihak, info tsb bisa menjadi sangat berharga bagi anggota milis yg kebetulan membutuhkan pekerjaan. Bagi yang menganggap email tersebut tidak berguna, tinggal didelete. Gampang kan? Pengalaman pribadi saya, waktu llulus kuliah saya mendapatkan lowongan pekerjaan dr teman yg didapat dr milis binusnet (waktu itu saya belum menjadi anggota). Pekerjaan itulah yg menjadi batu loncatan untuk karir saya saat ini. Makanya saya merasa terbantu dan berterimakasih sekali dgn adanya postingan lowongan kerja di milis ini. Bahkan sampai sekarang, saya masih mencari2 lowongan kerja yg relevan di arsip binus seandainya ada teman2 saya yg membutuhkan. Mungkin saja waktu itu pak Johan kurang beruntung memasang lowongan tapi cuman sedikit yang melamar :) 2008/4/15 Johan <[EMAIL PROTECTED]>: > walah ribut2 gini di milis binusnet bahas tentang lowongan > kayak nya gak ada guna nya > soal nya, pasang lowongan di binusnet jarang2 ada yg lamar. > peace.... > [Non-text portions of this message have been removed]
