cuman pengen nambah-nambah aja, peace guys. saya melihat sendiri betapa sulitnya mencari kerja di Indo, terutama buat yg bukan IT. Bahkan ada yg lulusan Aussie, pulang jakarta cuman jadi clerk di bank, yg bonyoknya ada company, bantuin bisnis ortu, kalo ga, mesti ada koneksi (alias KKN) baru bisa dpt kerja yg lumayan, ada juga lulusan sarjana lokal, tapi berbulan-bulan melamar kerja udah ke jobsdb, langganan kompas, etc. tapi ga dapat-dapat kerjaan, sampe frustasi banget. Saya jadi menyadari, dan bersyukur ada pekerjaan saat ini; ga take it for granted lagi (kerjain kerjaan dg sebaik-baiknya). ibaratnya di Indo sekarang, jumlah usia produktif melimpah tapi lapangan kerja sedikit (kebetulan baru baca email dg subject: Zalimnya pemerintahan ini, masalah utama adalah lapangan kerja). Jadi company Indo bisa "sombong" milah-milih, mau yg cakeplah, yg muda-lah, etc. (ie. diskriminasi). Hal ini tidak terjadi di negara2 maju/barat yg selain lebih menjunjung tinggi kesetaraan, juga krn keadaan ga sulit spt Indo saat ini. Di Sg, saat ini termasuk kebalikan keadaan di Indo, professional di kejar-kejar head-hunter, company sibuk merevisi paket benefit/salary buat karyawan yg baik spy ga di caplok company lain. jadi setuju sekali dg pendapat Bung Rudy, bahwa sayang sekali bila ada lowongan ga jadi diposting karena dikritik disini. disisi lain, saya rasa di milis ini kita juga boleh mengemukakan pendapat yg non-sara, kadang dari perbedaan pendapat, terlihat ide2 baru yg ga terpikir sebelumnya. jadi semoga pemosting lowongan jangan tersinggung dan lari, ada banyak silent readers yang menunggu kabar dari Anda semua. peace guys...
Rudy Tosin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf pak Johan, tidak ada maksud saya untuk memancing keributan dimilis ini. Memang tidak ada gunanya. Masalah yg sama kan sudah pernah didiskusikan sebelumnya. Kenapa musti diungkit2 lagi. Toh ngga ada solusi nyata kan? Yang membuat saya me-reply emailnya sdr Eko, adalah bagian ini "In times of war, even the messenger could be executed. Be selective." Sebelumnya sdri Maria menulis ini: "Please dont email me as i'm a messenger only." between 0000-00-00 and 9999-99-99 [Non-text portions of this message have been removed]
