Nah....makin mantap dan makin jelas perbendaharaan kita tentang Betawi, salah satu etnis Indonesia. Dulu waktu masih ABG, tetangga saya kadang bercanda dan menyalahgunakan kata Betawi, misalnya : Dasar Betawi...!!! Sambil..hahaha...tapi gak lama setelah itu, kena tegoran ama Pak Haji (tetangga saya juga). Taunya negatif karena yang bercanda itu diomelin habis2an dan suaranya kedengaran kemana-mana....jadi orang2 dalam rumah pada ngintip. Di tempat kerja juga sama, dalam suatu diskusi ada teman yang mungkin karena capek tanpa sadar tertidur waktu rapat..eh...teman yang pas duduk disamping saya bisikin...dasar Orang Betawi..:) sambil cengengesan. Saya yang serius mengukuti rapat, malah kaget dan balik nanya : Siapa yang Betawi..?? Itu tuh temanmu yang bobo itu. Padahal teman yang bobo itu Orang Tionghoa asli....cik cik cik Lha..giliran bobo diserahkan ke saya jadi teman. Akhirnya kalo kita pikir2 penyebutan nama etnis ( etnis apapun juga ) selalu mengandung resiko, jadi baiknya mungkin kita bertanya dulu kali ya. Cukup banyak nama etnis di Indonesia ini yang sering jadi bahan olok-olok, padahal tidak sepantasnya kita lakukan. Mungkin ini akibat pembodohan selama sekian tahun ( saya tidak tahu kapan mulai terjadinya pembodohan tersebut ). Tapi pertanyaannya kalau kita tahu bahwa itu perbuatan bodoh kenapa kita mau lakukan yak..? Mungkin ada yang ingin memberikan penjelasan atau mungkin Pak Akhmad Bukhari Saleh bisa memberikan sedikit pencerahan mengenai hal ini, mengapa ejek-mengejek masih terus terjadi hingga abad 21 ini?
--- On Sun, 10/25/09, Akhmad Bukhari Saleh <[email protected]> wrote: From: Akhmad Bukhari Saleh <[email protected]> Subject: Dialek Betawi (Re: [budaya_tionghua] Nabil, Mely dan cina ===> penggunaan media massa>>> gado2...Betawi) To: [email protected] Date: Sunday, October 25, 2009, 12:58 PM Meng-"e"-kan huruf akhir yang "a", itu dialek betawi ilir. Bukan huruf akhir yang "a" saja yang di-"e"-kan, melainkan juga huruf akhir "ah". Misalnya "rumah" menjadi "rume". Kalau betawi udik tidak meng-"e'-kan huruf akhir yang "a". Malahan huruf akhir yang "a" itu ditambahi huruf "h", seperti yang sudah dikemukakan Hauw-djie. Wasalam. ============ ========= ======== ----- Original Message ----- From: Nasir Tan To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Sent: Sunday, October 25, 2009 7:28 PM Subject: [budaya_tionghua] Nabil, Mely dan cina ===> penggunaan media massa>>> gado2...Betawi Nah...kalo begini kan bagus, diskusi jadi hidup...hehehe. Dan ini sesuai fakta-fakta yang terjadi di lapangan, bukan khayalan.. Btw..ada betawi yang sering pake "e", contohnya anE, kitE, itu Betawi mana bro..? Dah puluhan taon di di Betawi..masih gak bisa bedain dialek Betawi..apa kata duniaaa..? hehehe --- On Sun, 10/25/09, David Kwa <david_kwa2003@ yahoo.com> wrote: From: David Kwa <david_kwa2003@ yahoo.com> Subject: [budaya_tionghua] Re: Nabil, Mely dan cina ===> penggunaan media massa>>> gado2 To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Sunday, October 25, 2009, 8:18 AM Nambain dikit ah... Tergantung Betawi mana dulu. Dalam Melayu Betawi setidaknya ada dua lafal (pronunciation) : Betawi Tengah (dulu Ilir/Utara atau Betawi Kota) dan Betawi Pinggir (dulu Udik/Selatan alias Betawi Ora). Betawi Ilir cenderung tidak banyak memakai “h” di belakang suatu kata (kadang juga di depan), misalnya: mera, puti, suda, baba, nona, nyonya, si, tamba, sera, tenga, engko, koko, ujan, utan, item, ijo, ilir, dsb. Betawi Udik, di kawasan yang berbatasan dengan kawasan penutur bahasa Sunda (Banten, Jawa Barat) sehingga menunjukkan pengaruh bahasa Sunda yang kuat, cenderung menambahkan “h” di belakang suatu kata, umpamanya: sayah/ayah, gimanah, ajah, di sinih, babah, nonah, nyonyah, engkoh, kokoh, dll. Jadi, keduanya tidak bisa dikacaukan pemakaiannya, masing-masing ada pakemnya. Di TV kita menyaksikan keduanya sering dikacaukan, disebabkan ketidaktahuan sutradara dan aktor atas bahasa Betawi yang mereka pakai. Kiongchiu, DK --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, zho...@... > wrote: Oh benar, ngomong soal betawi, orang betawi biasanya tdk membedakan suda dan sudah, baba pun dibunyikan babah! Maka ada atau tdk ada huruf H dianggap sama saja. Terimakasi Permisih dulu Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Nasir Tan <hitaci2002@ ...> Date: Sat, 24 Oct 2009 22:39:28 To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com> Subject: [budaya_tionghua] Nabil, Mely dan cina ===penggunaan media massa>>gado2 Biasa bro..kalo kita di Betawi kan suka makan gado2, jadi ngomongpun kadang dah gado2 aja mungkin kita sengaja ataupun tidak sengaja..... ..hehehe. -----Inline Attachment Follows----- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 8.5.423 / Virus Database: 270.14.31/2457 - Release Date: 10/24/09 14:31:00
