Apakah betul kalau tidak pakai niat namanya tidak melakukan kamma?

Menurut saya baik pakai niat atau tidak pakai niat, selama kita melakukan sesuatu,
bahkan sewaktu kita duduk diam tanpa memikirkan apapun, kita tetap sedang membuat penyebab kamma. (Kita tetap bernapas bukan? Dan ini menyebabkan kita tetap bisa hidup)

Saya melihat disini bahwa hukum kamma dipandang sebagai suatu hukum yang sempit.
Yaitu suatu perbuatan hanya akan berakibat jika dilandasi oleh niat, jika tidak dilandasi oleh niat maka perbuatan kita tidak akan berbuah apa-apa dan hanya menghasilkan suatu kondisi untuk berbuahnya kamma yang lain yang dilandasi oleh niat.

Menurut saya ini akan menimbulkan kerancuan,
Di satu sisi kita melatih diri untuk tidak mencuri, namun di sisi lain  kita "boleh" menerima uang hasil rampokan karena kita tidak memiliki niat untuk merampok (orang lain yang merampok).
Jika  saja sewaktu menerima uang tersebut kita mengetahui bahwa uang tersebut merupakan hasil pencurian, mengapa tidak ditolak saja dan menasehati orang yang memberi uang tersebut jika memungkinkan. Sehingga tidak akan terjadi pembenaran atas perbuatan-perbuatan yang melanggar sila. Ini bisa membuat orang tersebut terhindar dari melakukan pencurian-pencurian dimasa mendatang bukan?

Di satu sisi kita melatih diri untuk tidak membunuh, di sisi lain kita boleh menikmati hasil pembunuhan.
Saya yakin bahwa setiap orang yang makan daging hewan, pasti mengetahui bahwa hewan tersebut dibunuh terlebih dahulu sebelum menjadi daging.
Jadi secara sadar dia telah memiliki niat agar hewan yang akan dia nikmati untuk mati terlebih dulu sebelum bisa dinikmati.
Tidak mungkin daging tersebut tersedia begitu saja tanpa dibunuh terlebih dulu, bukan?

Jika saya berdiskusi mengenai penghindaran pembunuhan hewan untuk konsumsi manusia dengan bervegetarian kepada umat non-Buddhis, sangatlah sulit sebab mereka menganggap bahwa hewan itu memang telah disediakan oleh Tuhan mereka untuk dibunuh dan diambil dagingnya.

Ironisnya banyak umat Buddhis, yang mengetahui dan selalu berbicara tentang kasih sayang kepada semua mahluk  "sabbe satta bhavantu sukhitatta",  namun melakukan pembenaran terhadap pembunuhan hewan dengan ikut berpartisipasi dalam konsumsi daging hasil pembunuhan tersebut, dengan alasan bahwa mereka tidak berniat untuk membunuh hewan yang dagingnya mereka makan sehingga tidak akan mengakibatkan kamma buruk bagi mereka.

Dengan menghindari makan daging hasil pembunuhan, tentu permintaan akan daging akan berkurang dan pembunuhan yang lebih banyak tidak perlu terjadi.


With Metta

Mulyadi




"Sleeping Dragon" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]

06/02/2006 11:32 AM

Please respond to
[email protected]

To
<[email protected]>
cc
Subject
Re: [Dharmajala] Kasus ?





 
thank u very much bro S. Benny
saya gembira dengan penjelasan anda. Karena saya juga berpikir seharusnya penerima tidak
memperoleh kamma buruk karena menerima uang tsb.
tapi apakah bisa dijelaskan lagi mengenai uang yg bisa mengkondisikan kamma buruk u/ berbuah ?
 
Salam
Wei
 
----- Original Message -----
From: Benny Wu
To: [email protected]
Sent: Friday, 02 June, 2006 10:38 AM
Subject: Re: [Dharmajala] Kasus ?


Bro Wei,


Tentang menerima dana dan mengetahui bahwa uang tsb dari hasil perampok, jika dilihat dari sudut Kamma, maka tidak membuat kamma buruk.

Kamma itu adalah keinginan atau  kehendak. Jika yg menerima memang tidak berkeinginan atau berkehendak buruk maka tidak membuat kamma buruk.

Akan tetapi, uang tersebut bisa menkondisikan kamma buruk untuk berbuah.


Demikian pula dengan makan daging. Selama tidak ada kehendak/niat membunuh maka tidak melakukan kamma buruk.

Daging itu adalah benda netral. Bisa menkondisikan menjadi buruk maupun baik.


with Metta

Sumedho Benny




"Sleeping Dragon" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]

06/01/2006 01:56 PM

Please respond to
[email protected]


To
<[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]>
cc
Subject
[Dharmajala] Kasus ?







 

Saya ingin bertanya pada teman2 sekalian.

Apabila orang menerima sumbangan berupa uang dari seorang perampok

dari hasil merampok dan yang menerima dana tersebut mengetahuinya.

Apakah si penerima dana tersebut menerima kamma buruk jika ia menerima
dan menggunakan uang tersebut.

 

Jika iya

seharusnya orang juga menerima kamma buruk dari memakan daging

karena mengetahuinya berasal dari pembunuhan.

Karena pandangan saya kedua kasus itu sama

Bagaimana tanggapan rekan semua ???

Mohon petunjuk dan penjelasannya

 

Salam

Wei



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **



SPONSORED LINKS





YAHOO! GROUPS LINKS




Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.6.0/341 - Release Date: 16-May-06



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality



YAHOO! GROUPS LINKS





--------------------------------------------------------------------
This message contains confidential information and is intended only for the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke