Problem sosial ini memang sulit untuk diobati.
Memang cara yang paling instan untuk "menolong" mereka adalah dengan memberikan uang. Namun uang yang mereka dapat pasti akan habis, dan mereka akan mencari lagi dengan meminta-minta dan begitu seterusnya. Sehingga lama-kelamaan kita telah menciptakan suatu generasi peminta-minta. Seperti kata pepatah kita hanya memberikan ikan dan tidak memberikan kail, sehingga masalah sesungguhnya tidak benar-benar teratasi, dan orang yang diberi ikan ini akan terus bergantung pada kita kerena mereka sudah terbiasa diberi tanpa berusaha terlebih dulu.
Dahulu sebagian besar pengemis adalah orang-orang lanjut usia, dan juga cacat fisik, tapi sekarang dari yang masih balita pun sudah banyak yang jadi pengemis/pengamen di jalan-jalan. Yah begitulah jika moral sebagian rakyat negeri ini sudah jatuh sedemikan parahnya sehingga anak-anak pun sudah belajar dan diajarkan untuk menjadi peminta-minta.
Lalu siapa yang patut bertanggung-jawab??
Pertama, tentunya orang tua dari anak2 tersebut, mereka wajib melindungi dan menafkahi anak-anak mereka. Jika tidak mampu memberi nafkah yang layak bagi anak-anak mereka, seharusnya mereka berpikir dulu sebelum membuat anak. Mungkin perlu dibuat undang-undang bahwa orang tua yang membiarkan anaknya atau memaksa anaknya untuk mencari nafkah dijalan perlu ditindak secara pidana.
Kedua, pemerintah seharusnya lebih memikirkan kesejahteraan rakyat dibandingkan kesejahteraan pribadi masing-masing.
Ketiga, kita sebagai bagian dari masyarakat harus ikut berperan dalam usaha mengobati problem sosial ini, jika tidak bisa menolong dengan tuntas, minimal bisa dengan tidak ikut memelihara budaya meminta-minta tersebut.
Akhir kata, tidak semua anak-anak jalanan tersebut bertindak negatif, ada pula diantara mereka yang memang dengan sungguh-sungguh berusaha untuk "menjual" sesuatu kepada kita, misalnya menjadi pedagang asongan, penyemir sepatu, atau penjual koran. Saya secara pribadi lebih menghargai mereka dibandingkan yang hanya bisa meminta-minta/atau mengamen dengan asal-asalan di angkutan umum/lampu merah.
with Metta
Mulyadi
| Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected] 06/27/2006 02:20 PM
|
|
Wah wah wah....
koq jawabnya pake emosi sih...
santai dikit dong,......
Pengemis, peminta-minta, anak jalanan, dll dll dll
adalah dilema sosial....
mau tanya kenapa mereka ada ?
jawaban pertama, karena mereka butuh yang namanya uang (untuk bertahan hidup)
jawaban kedua, karena ada kita-kita yang memberi mereka sedekah...
memberi atau pun tidak kepada anak jalanan/ pengemis, adalah pilihan kita ...
tapi saran yang menyatakan memberi mereka makanan/minuman saya pribadi rasa itu saran yang bagus sekali.....
apalagi kalau bisa memberi pendidikan untuk mereka (indah sekali, dibandingkan uang)
metta,
yamin
Hendri Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
AJ :
>
> Memang pendapatan mereka perhari bisa mencapai 20.000 bahkan lebih,< br> itu yang dari hasil yang mereka minta, belum termasuk yang dari hasil
mereka mengambil tanpa perduli apakah di berikan atau tidak, belum
lagi dengan cara2 meminta yang terkesan mengancam, mungkin kalian
tidak memperhatikannya atau menggangap ucapan mereka hanya asal ucap
saja, justru sebetulnya mereka itu sangat penuh dengan keinginan
melakukannya, hanya karena pengecut2 saja yang selalu diam ,coba saja
kalian tidak memberikan dan hanya memberikan senyuman lihat tangan
mereka kl mendekati kalian, dijamin tangan mereka akan merogoh kearah
kantong saku atas kalian, saya secara pribadi sangat amat teramat
sering mendapati hal yang seperti ini , bahkan beberapa dari mereka
sampai terpaksa harus di lumpuhkan oleh saya bahkan ada yang sampai
harus menginap di penjara.
hy:
Ok lah kalau anda mau bilang bisa sampai berapapun juga penghasilan
mereka. Lalu emangnya kenapa ? Anda tidak terima ? Kalau cemburu dan
tidak terima, kenapa gak ikutin aja minta2 ? Susah amat sih.
Kalau soal maksa-memaksa, jangan mengeneralisir. Coba tempatkan diri
anda di posisi mereka kalau malam-malam tidak ada yang memberi dan
butuh makan, saya kira anda juga bakal memaksa.
AJ:
> mereka menjadi seperti itu karena kita semua yang menciptakan
mereka, kita mengkondisikan agar mereka ada dalam kehidupan ini, lihat
saja masih kecil kecil sudah menggunakan kata2 yang sedikit mengancam.
hy:
Apa korelasinya ? Mengkondisikan gimana ? Wong mereka memang gak punya
duit kok. Gak bisa cari pekerjaan lagi.
AJ:
> Beberapa dari mereka yang saya titipkan kepada teman2 saya di
kepolisian mengaku mereka melakukannya karena takut oleh bos2 preman
yang memerintah mereka, karena jika mereka pulang tidak membawa uang
mereka akan di pukuli
.
--------------------------------------------------------------------
This message contains confidential information and is intended only for
the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised
to receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or
copy this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system
__._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
| Religion and spirituality | Beyond belief | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
gif0984xGiA1M.gif
Description: GIF image
