Rekan-rekan Dharmajala yth,
 
Di millist ini telah terjadi perdebatan tentang memberi pengemis jalanan, ada yang pro dan ada yang kontra. Saya ingin mencoba menganalisanya.
 
Pendapat pertama bilang pengemis jalanan itu sangat kasihan maka kalau anda punya uang relakanlah memberi uang untuk kelangsungan hidup mereka. Tentunya pandangan ini ada terusannya, yaitu nanti lama-lama mereka ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, mendapat pekerjaan , bisa sekolah dan seterusnya sehingga menjadi “orang”. Pandangan ini tentunya, secara tersirat, bisa menjadi suatu metoda yang akan memecahkan kemiskinan di masyarakat ini., karena tentunya mereka tidak berharap semua orang yang diberi itu seumur hidup bakal begitu terus. Pandangan kedua beranggapan bahwa pengemis jalanan itu jangan diberi uang karena tidak mendidik , cara ini akan menyebabkan mereka terus-menerus menjadi peminta-minta. Pandangan ini tentunya juga ada kelanjutannya yang tidak diucapkan yaitu sistim semacam ini tidak akan memecahkan masalah kemiskinan di masyarakat. Marilah kita menganalisa satu persatu.
 
Pandangan pertama: Dalam sejarah belum ada kejadian cara ini bisa menolong masyarakat menjadi baik  kecuali si pemberi mempunyai Aora atau Kepribadian yang kuat sekali. Contohnya Budha Gautama, Tuhan Yesus, Mereka memang tidak beragitasi seperti para penjaja sistim kemasyarkatan di jaman sekarang, Merka lebih bekerja satu persatu, sentral penyebaran dari Mereka sendiri, yang akhirnya berdampak meluas keseluruh masyarakat dan bahkan berpengaruh melewati jaman-Nya.
 
Pandangan kedua: Mereka lebih menekankan pada perubahan sisitim.Sistim yang menyebabkan jutaan orang menjadi miskin ke sisitim yang menyelamatkan jutaan orang dari kemiskinan. Sistim kolonialisme yang dialami Indonesia diubah menjadi sistim Kemerdekaan. Sistim Kapitalis diubah menjadi sistim Sosialis, ke sistim Komunis, ke sistim Social Demokrat dan lain-lain. SEB, tulisan “Mancari Jalan Tengah antara Modern dan Tradisional” dan lain-lainnya itu juga bergerak ditataran pengubahan sisitim. Cara-cara ini, bila berhasil, akan berdampak pada pengubahan yang luas dan menyangkut banyak manusia, keberhasilannya akan berdampak penolongan pada jutaan manusia dan mungkin juga berdampak pada puluhan tahun. Waktu Indonesia belum merdeka, yang miskin jutaan, setelah merdeka yang tertolong jutaan orang. Hanya cara pengubahan sisitim itu tidak bisa diharapkan berhasil dalam hitungan hari, melainkan puluhan tahun. Pengubahan Indonesia menjadi Negara Merdeka bukan di Tahun 1945 melainkan diawali jauh-jauh sebelumnya bahkan Pendirian Budi Utomo tidak bisa dipandang sebagai permulaan usaha Pengubahan Sisitim Kolonial ke Kemerdekaan. Budi Utomo hanyalah sebuah kristalisasi yang bisa diperhitungkan dari usah-usaha sebelumnya, kalau anda membaca tulisan R.A Kartini akan terlihat unsur-unsur Kemerdekaan Indonesia, unsur-unsur Bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. Singkat kata pengubahan sisitim itu memerlukan puluhan tahun. Orang yang tersingkirkan dalam masyarakat itu apakah disuruh menunggu puluhan tahun menderita, tanpa makan, tanpa tempat tinggal dan lain sebagainya sehingga pengubahan sistim yang lebih baik itu terbentuk ?, tidak mungkin-kan. Disinilah terlihat kegunaan pemberian perorangan, memberikan pertolongan sementara. Karena itu kalau anda kebetulan tidak ada mood untuk memberi para peminta, atau di pikiran sedang terlintas bahayanya memberi mereka, janganlah memberi mereka uang, tapi kalau pada waktu itu sedang terlintas belas kasihan, berilah mereka uang menurut kerelaan anda.
 
(Catatan: sopir kantor saya bercerita bahwa di daerah dia banyak tetangga yang bisa meminjamkan uang dan mendapat bunga darinya sedangkan pekerjaan sehari-harinya adalah peminta-minta )
 
Semoga tulisan diatas bermanfaat bagi kita semua.
 
 
Kreshna
 
28-6-2006


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke