Saya juga ketemu bhikkhu gadungan di depan Mc D Sarinah, pas tangga 
turun busway. Waktu itu lagi bersama teman saya yang berjilbab. 
Tanggapan teman saya," Kasihan ya....". 
Teman saya hampir memberikan uang tetapi saya tarik tangannya, baru 
setelah jauh saya jelaskan itu bhikkhu palsu karena bhikkhu tidak 
seharusnya berkeliaran ditempat umum, apalagi meminta uang.

Di Malaysia, banyak sekali bhikkhu palsu yang berkeliaran di Bukit 
Bintang, salah satu pusat perbelanjaan elit di Kuala Lumpur. 
Nasehat dari Alm Chief Rev adalah; masyarakat dididik untuk tidak 
memberikan uang kepada mereka, akan memakan waktu lama tetapi ini 
lebih efektif daripada mengusir karena nanti image bhikkhu akan 
menjadi jelek karena umat lain tidak bisa membedakan bhikkhu palsu 
atau asli.
Saya ingat, waktu itu kami dianjurkan untuk memberikan roti/kue etc, 
anything-lah, asalkan bukan uang.

Ada juga cerita tentang seorang bhikkhu yang mengerahkan semua 
tenaganya untuk mendidik umat di daerah Taiping, Malaysia, agar 
tidak memberikan uang kepada pada "bogus monks", istilah untuk 
bhikkhu palsu tersebut; akhirnya daerah Taiping bebas dari bhikkhu 
palsu karena masyarakat sudah terbiasa untuk tidak memberikan uang 
kepada mereka.

So, itu semua tugas kita untuk memberantasnya......


Kirim email ke