Dear Sist,
sorry ikutan nimbrung...
quote:
<<melihat reply yang anda buat untuk Bro. Ika,
<<Saya jadi ingin bertanya, kenapa untuk mengetahui 'semua'nya kita
memerlukan meditasi?
Meditasi bukan satu2nya jalan untuk mengetahui segalanya , tapi bisa berupa
pengetahuan intelektual mis : kita belajar dari TK SD SMP SMA sampai perguruan
tinggi... Tapi pengetahuan ini hanya pengetahuan Intelek ( hanya berupa konsep2
pikiran / permainan pikiran )
untuk melampau konsep pikiran .. perlu meditasi...
quote:
<<saya liat zaman sekarang ini lebih banyak mengandalkan meditasi daripada
kesadaran <<pada saat sekarang,
kayaknya gak semua org bermeditasi...
ada jg yang meditasi tapi ancur jg
lebih baik yg gak meditasi.....
mgkn tergantung motivasi / methode nya salah
<<memang meditasi juga agar kita bisa sadar disaat sekarang, tp apakah
meditasi bisa <<berguna untuk orang2 yang tidak bisa memusatkan pikiran terlalu
lama?
Tidak bisa memusatkan pikiran berarti pikirannya gak bisa diam... pikiran
sudah terbiasa berkeliaran memegang object tertentu dan selalu berubah ..kayak
monyet loncat sana loncat sini.
Meditasi butuh waktu... dan tidak bisa dipaksakan. Dipaksakan malah tambah
parah.
keinginan untuk memusatkan pikiran malah menimbulkan kemelekatan baru.
<<apakah untuk orang2 tersebut bukannya meditasi malah membuat pikiran mereka
<<menjadi kacau dan tidak terpusat pada satu objek saja?
kita harus cari guru meditasi kalau gitu.
Kondisi tiap org mungkin bisa berbeda.. ini karena kondisi karma tiap org
berbeda.
saya mempunyai teman lama, meditasi malah membuat dia gila..
with metta
ningsih kurniawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Dian,
melihat reply yang anda buat untuk Bro. Ika,
Saya jadi ingin bertanya, kenapa untuk mengetahui 'semua'nya kita memerlukan
meditasi?
saya liat zaman sekarang ini lebih banyak mengandalkan meditasi daripada
kesadaran pada saat sekarang,
memang meditasi juga agar kita bisa sadar disaat sekarang, tp apakah meditasi
bisa berguna untuk orang2 yang tidak bisa memusatkan pikiran terlalu lama?
apakah untuk orang2 tersebut bukannya meditasi malah membuat pikiran mereka
menjadi kacau dan tidak terpusat pada satu objek saja?
Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hi juga dear Ika,
Pertanyaan kamu benar2 nyambung ama rasa penasaran yang selama ini saya pendam
sendiri.
Kalau saya pribadi pikir itu dari kumpulan pengalaman para meditator dan dari
pengalaman langsung.. semacam insight.
Tapi harus kritis juga ya, kita gak boleh mudah percaya dan telen mentah-mentah
apapun yang ada di kitab suci itu. Bukankah Buddha yang bijak juga berkata
demikian? Buktikan kata dia.
Karena itu rajin2lah mengamati kehidupan dan bermeditasi. Mungkin kita bisa
jadi 'jagoan' juga.
Yang jelas dari pengalaman minggu lalu waktu saya meditasi ADS. Suhu khofa yang
membimbing disitu sharing pengalaman bahwa kalau orang meditasi bisa sampai
terbang sampai langit-langit (dalam arti yang sesungguhnya). Aku juga tidak
akan percaya kalau belum membuktikan. Itu aja udah aneh banget... makanya
asyiknya di Buddhism.. kita nggak harus percaya semuanya kalau belum
membuktikan sendiri. No Blind Faith.. it's no good for the mind. Jangan sampai
kemakan kebohongan dan mudah dibodohi. Bhikku/ni pun kalau udah berlatih dan
punya kesaktian tidak boleh memamerkan. Jadi rada2 secret juga hal2 sakti
seperti itu. gak bisa diomongin lagi kalau udah sampai tahap itu.
Sekian sharingnya,
Maaf kalau ada kata2 yang menyinggung atau menggurui. Tidak ada maksud sama
sekali, saya cuma mencoba sharing saja
Metta,
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/