Dear all, Serem juga ya kalau meditasi malah makin gila. Ya, kemungkinan motivasinya salah... ya salah satunya kalau cuma buat cari kesaktian sih lebih baik tidak usah. Tujuan Meditasi di Buddhis emang untuk memurnikan pikiran. Ampe bisa ke tahap2 yang gak bisa dijelaskan secara oral (jhana dsb).. tapi juga jangan melekat pada jhana karena tujuan di Buddhis bukan untuk itu.
Memang sebaiknya meditasi itu disesuaikan dengan diri sendiri and ada pembimbing yang kompeten (bhikku/ni). Saya pribadi gol darah O dan kalau lama2 gak gerak peredaran darah bisa gak lancar. Karena itu saya imbangi dengan olahraga, selain meditasi (so far saya baru sanggup ikut yang 10 hari kursus). Dan soal marah2 bisa lebih sadar diri lah.. gak lost control. And ini sekedar info aja ya (boleh percaya boleh tidak). Dari info Naturotherapy yang saya dapet soal dis-ease (ketidakseimbangan pada unsur2 yang ada pada diri sendiri) itupun saya ambil dari Astrology Bible (saya belum menjalani praktik naturotherapy di tempat khusus, cuma coba2 sendiri). Kalau kelebihan unsur udara (dari latihan pernafasan) memang ada gejala2 kayak schizophrenia, restlessness dan nervous disorder. Cara ngimbanginnya dengan minum vit. B, Minum Chamomile, banyak minum, Moderate outdoor exercise, pakai pakaian hangat dan suhu lembab. So, emang harus ati2.. tiap orang ada kecenderungan khusus... metode yang satu belum tentu cocok bagi yang lain (itu saya kutip dari temen saya). Positifnya juga banyak sih kalau ngelatih pernafasan udara, seperti lebih pede, gak capek dan gak murung. Jadi rumit ya? emang lebih baik cocokin aja ama pribadi masing2, biar gak terjadi kesalahan2 fatal yg tidak diinginkan. Get a good teacher.. but b sensible also to yourself, jangan dipaksakan. Sekian sharingnya, Semoga tidak terkesan menggurui. Metta, Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
