Dear Ningsih,
To b honest.. i have no idea. Saya bukan Bhikkuni dan saya baru belajar buddhis
sekitar setahun, tapi saya selalu mencoba terus menerus up to date pengetahuan
saya. Jadi ini semacam pengetahuan dari yang 'kudengar'. Salah satunya (bukan
seluruhnya) lewat samadhi and Panna. Tapi emang bagusnya sih ya melakukan
meditasi, perenungan dan belajar. Dan menjaga tiga pilar: Sila (makin banyak
makin baik), Samadhi dan Panna. Dan lainnya (10/ 6 Paramita). Intinya ya
latihan aja. Nanti tau sendiri kok apa itu makna lebih dalam dari 3 corak di
buddhism dan 4 noble truth. Kuncinya sih kayaknya latihan aja... karena
pengetahuan yang ditransfer lewat buku atau dari mulut ke mulut.. bisa sangat
terbatas, menjebak persepsi dan membatasi.
Kalau pribadi sih aku baru sempat nyicip meditasi dari tahun 2005 (September)
dan 2006 (Oktober) itupun cuma 10 hari di S.N. Goenka. Aku belum sampai
meditasi yang sebulan dsb seperti yang ada di myanmar. Terus belum mencoba apa
itu satipatthana meditation (butuh udah ikut kursus selama 3x-10 hari). Terus
aku juga baru mulai menyelami Tipitaka, tapi baru sempet mengopi dan meminjam
(butuh saat yg tepat buat baca, karena aku masih mesti sibuk cari duit). Terus
aku juga akan belajar juga dari tradisi tibetan (Lamrin). So, honestly and
truthfully... i really2 don't know insight itu didapet dari mana. Yang jelas
kalau pribadi sih, i always meditate everyday (minimal 1 jam) and setelah itu
keluarlah semua sensasi2 kayak panas, gatel, mata kedap-kedip..ini itu..
dsb.... So, far sih meditasi bantu saya bikin fokus (setelah fenomena2 itu
berhasil saya lalui) And the story goes... Kalau jhana dan sebagainya.. saya
angkat tangan dulu deh.. masih banyak klesha yang mesti saya
kikis... So, pengetahuan orang jaman dulu itu benar2 above me... So, nanti
saya bakal sharing aja ya kalo saya sudah sampai tahap itu. yang jelas sih
saya hanya bisa berlatih terus. Soal hasilnya apa nanti saya benar2 tidak tahu.
Lebih baik dijalani aja dan nanti saya tahu sendiri.
Terus terang saya bukan tipe yang tahan berlama-lama meditasi. 10 hari aja saya
udah heran2 masih bisa bertahan. Karena saya lebih suka Olahraga. Rasanya darah
bisa lebih lancar. Saya tipe yang suka murung dan depresi kalau tidak olahraga.
Apalagi di tempat meditasi tdk boleh olahraga. cuma boleh jalan2... kupikir
tiap orang punya pengalaman berbeda-beda. So far this is all i can share. Nanti
kalau udah bisa sebulan meditasi.. aku mau deh cerita2... coba aja cari tanya
ke orang yang udah pernah berbulan-bulan meditasi. Mungkin bisa kasih
pengalaman lebih banyak.
Sorry kayaknya ada kata2 yang salah kukutip, Suhu Khofa bukan sharing
pengalaman (tapi mendengar bahwa ada pengalaman macam itu yang dialami oleh
bhikku lain). Dan i guess it really makes sense kalo bhikku gak boleh nunjukin
kemampuannya di depan publik. Mungkin takut jatuh ke arah yang klenik? Orang2
jadi cuma mau cari kesaktian dan kekuatan supranatural. Padahal tujuan akhir
buddhisme adalah Nibbana.. takut timbul semacam kompetisi, kesombongan dan
kemelekatan... MAYBE. Yang jelas kalau melatih diri, 'katanya' bonus itu akan
muncul dengan sendirinya.. mau membuktikan? Tinggal dicoba sendiri.
Yang jelas meditasi jelas efeknya bagus buat saya, dulu saya mudah emosi...
sekarang sebelum ngamuk2 bisa ngerem dulu dan gak terlalu dikungkung oleh
keinginan2 yang mboten2... So, i can control myself (except a few times in a
month.. heheh... karena tanggal merah dan kalau bulan purnama... serius!!!!
Gravitasi bulan banyak memberikan pengaruh ke saya, jadi rada2 agresif.. tapi
gak ampe tumbuh bulu kayak werewolf) yang jelas saya hanya mencoba hidup dengan
sebaik-baiknya di saat ini jadi bisa menjaga kewaspadaan. Karena kalau tidak
hati-hati berteman atau dalam beraktivitas, mudah sekali untuk 'tergelincir' ke
arah yang mboten-mboten. This world is a Danger Zone.. bahkan ama pikiran
sendiri mesti ati2. Bisa jadi pedang bermata dua. Ada suatu nasihat bagus yang
diberi oleh guru meditasi saya yang orang myanmar. Ia bilang "B careful w your
mind.. u are here to b the master of your mind" Itu Beliau nasihatkan karena
ngeliat pikiran saya yang liar kemana-mana. So, just try and
see for yourself... terus terang pas awal2 emang kacau banget kayak monyet
liar. Tapi setelah latihan terus untuk ke yang kedua kalinya (karena waktu itu
aku emang baru ngerti tekniknya secara menyeluruh) dan keluar sensasi yang
mboten-boten itu. Aku baru bisa lebih dalam berlatih. Intinya sih just
practise! Dan sebaiknya dibimbing oleh bhikku/ni yang berkompeten dan bisa
bimbing kamu . Dan idealnya sih seminggu sekali atau sebulan sekali (tapi
seminggu penuh) meditasi bareng (di Goenka di anjurin seminggu sekali biar bisa
jaga semangat dan menurut catatan di DhammaPraba ke 50... sebaiknya seminggu
atau sebulan sekali (tapi seminggu penuh)) Baca aja artikelnya yang soal "Apa
itu Praktek?"
Semoga sukses,
Sorry kalau ada kata2 yang tak berkenan... tak ada maksud.. just want to share
experience... nothing more than that.
Metta,
Recent Activity
10
New Members
Visit Your Group
Ads
on Yahoo!
Learn more now.
Reach customers
searching for you.
Y! GeoCities
Share Interests
Connect with
others on the web.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com