kalo nggak salah di malaysia utk ijin semacam ISP biaya resminya :  USD
10,000
dan sudah tidak ada biaya lainnya lagi

kalo persyaratan lengkap sebenarnya di Indonesia nggak perlu nyogok
gede-gede..
biasanya nyogok karena persyaratan nggak lengkap, misal kerjasama dgn NAP
belum ada, sertifikasi perangkat nggak ada, dll
ya kalo ngasih sekedar uang rokok atau uang makan siang ya wajar lah..
nggak perlu itu sampai ratusan juta atau milyar

kalo ISP harus beli ke NAP, ya di ikuti aja aturannya.
kalo NAP minimum harus punya bandwidth 45M ke luar negeri atau 1 transponder
ya di ikuti aja..
itu khan aturannya
kalo ISP beli bandwidth langsung ke luar via satelit or cross border nggak
boleh, ya ikuti aja..
aturan hukumnya seperti itu..
hukum nggak di taati ya akan ada sanksinya...
hukum nggak di taati maka hukum rimba yg akan berjalan

mau aman, mungkin bisa jadi system integrator/consultan atau virtual network
operator.. semacam www.vanco.com
di Singapore, banyak ISP masih bisa bertahan di tengah kuatnya cengkeraman
Singtel dan Starhub juga di Hongkong..
karena segment pasar yg di tuju adalah pasar yg mengutamakan services dan
support
banyak perusahaan yang malas berhubungan dengan pemain besar seperti
Singtel..
kurang bisa di tangani secara personal..
Tokh harga nggak berbeda jauh..yg penting service dan supportnya..

masih banyak peluang di Jawa(di luar Jakarta), di Sumatera, di Kalimantan,
Sulawesi..
terutama di kawasan indistri
mungkin peluangnya belum terlalu besar..
karena internet masih jadi kebutuhan nomor 1000...
sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, masih menjadi mimpi bagi
saudara kita setanah air..

ya wis gitu dulu..
mau bobok dulu..mau meneruskan mimpi dulu
mimpi jadi presiden dan berhasil menjadikan rakyat makmur, tidak ada
kemiskinan, sekolah gratis, kesehatan gratis, internet gratis dan super
cepat, hehehe


----- Original Message ----- 
From: "johanfirdi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 01, 2007 10:48 PM
Subject: [dirpji] Re: Postel: Peralatan ISP dan NAP Curang Akan Disita


> Itulah pak.
> sebaiknya distate saja habis berapa urus ijin itu ?
> Kalau memang Rp. 0  ya state itu di aturan juga.
> kalau memang Rp. xxx, ya di state itu di aturan.
> jadi tidak menjadi daerah abu2 yang akhirnya dimanfaatkan oleh
> segilintir oknum dengan mengatasnamakan undang-undang.
>
> Johan
>
> adi wrote:
> > On Tue, May 01, 2007 at 02:48:53PM +0700, johanfirdi wrote:
> >
> >> Tuh....
> >> keluar "em-em"-an..
> >> bisa di zoom lagi.... estimasi berapa keluar "em"nya...?
> >> hayo ngacung....
> >> :D
> >>
> >
> > kalau sampai keluar em-em-an untuk ijin ya berarti itu sudah
> > jelas curang. ada aturannya juga kok, hukumannya berat lho,
> > sudah keluar em-em-an masih juga di-bui, sudah ada contohnya
> > lagi.
> >
> > kayaknya yang gak beres aturannya nih. jadi yang benar
> > adalah aturan dipermudah. kalau ada yang sakit karena sudah
> > keluar em-em-an, ya harus terima nasib, kenapa dulu main
> > curang :D
> >
> > duh .. pakai kata 'curang' ini jadi ngeri sendiri, ini
> > kan sebenarnya cuman label, bukan soal benar salah. kita
> > bisa juga sebenarnya sudah menjadi korban dari aturan yang
> > curang :-)
> >
> > Salam,
> >
> > P.Y. Adi Prasaja
> >
> > -- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> -- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.
>



-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.

Kirim email ke