maksud loe...............??????? ----- Original Message ----- From: Nugroho, Eko Sasmito To: [email protected] Sent: Wednesday, December 12, 2007 2:11 PM Subject: RE: e-ketawa :-) Argumentum ad Repertum (4 TOT)
yu..yu... *ga penting banged* -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, December 12, 2007 2:10 PM To: [email protected] Subject: Re: e-ketawa :-) Argumentum ad Repertum (4 TOT) Huahahahah...ternyata salah ngirim tho....... gw sampe kebinggungan.. ini maksud'ee opo gitu yo wes klo salah kirim. ----- Original Message ----- From: Bambang Sayekti Arum To: [email protected] Sent: Wednesday, December 12, 2007 1:54 PM Subject: RE: e-ketawa :-) Argumentum ad Repertum (4 TOT) Gubraaaaaaaaakkkss....!!! sorry, salah kirim ! -------------------------------------------------------------------------- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Bambang Sayekti Arum Sent: Wednesday, December 12, 2007 1:30 PM To: [email protected] Subject: e-ketawa :-) Argumentum ad Repertum (4 TOT) Importance: High Bambang Sayekti Arum Channel Dev. Sales & Territory Dev. PT. Sinar Niaga Sejahtera Regional Jawa Tengah 2 Salam sejahtera... Musim penghujan sudah tiba. Seperti biasa, "penyakit lama" yang diderita produk minuman pasti kambuh lagi, omzet nya sedikit banyak pasti terpengaruh. Betul? Kali ini, saya hanya ingin sedikit menyinggung masalah penurunan omzet yang biasanya diderita produk minuman kita. Selama ini, bukankah kita hampir selalu membenarkan pendapat relasi, bahwa saat penghujan permintaan akan produk minuman berkurang. Saya teringat dengan sebuah ungkapan lama: "Argumentum ad Repertum" Menurut logika ini: "Sebuah teori akan dianggap benar, jika terdapat banyak orang yang mempercayai teori itu" Pada dasarnya, apa yang menjadi anggapan banyak orang dan itu dianggap benar, maka dengan sendirinya, kita sebagai makhluk sosial ikut membenarkan. Walaupun kita sendiri tidak begitu paham akan asal muasal teori tersebut. Dan tanpa sadar, dengan melakukan pengulangan terhadap pendapat umum, rupanya kita telah menjadi bagian dari "Repertum" atau "Pengulang" mengenai teori "musim penghujan menurunkan omzet produk minuman". Hingga akhirnya, hal ini masuk ke Sub-Concious kita. Lalu terjadilah Consiousness, yaitu pikiran atau tindakan yang tidak dilandasi dengan kesadaran, karena "Repertum" tentang: "musim penghujan menurunkan omzet produk minuman" itu telah menjadi bagian dari kesadaran kita. Saya ada sebuah pertanyaan untuk anda, begini : Apakah sama hasilnya, sebuah angka 100:1 dengan angka 10.000:100 ??? Jika menurut hitungan Matematika, tentu hasilnya sama, yaitu: 100 Tapi coba kita terapkan di dunia nyata, hasilnya bisa jadi berbeda, mari kita buktikan! Jika terdapat rombongan orang sebanyak 100 orang, dan di rombongan tersebut ada 1 orang menengok ke belakang apakah efek yang ditimbulkan akan sama dengan 10.000 orang dimana di dalam rombongan tersebut terdapat 100 orang menengok ke belakang? Hasilnya, sudah pasti berbeda! Secara psikologis, 100 orang menengok kebelakang di dalam sebuah rombongan yang terdiri dari 10.000 orang akan menimbulkan Multiplier Effect yang lebih mengguncang, ketimbang 1 orang menengok kebelakang di dalam 100 rombongan orang! Mari kita lanjutkan perbincangan kita mengenai produk minuman dan musim penghujan. Ketimbang kita hanya menyalahkan musim hujannya, kenapa tidak lebih baik kita mulai berpikir diluar kotak? Berpikir diluar kebiasaan kebanyakan orang dan menjadikan kita "Un-Counted on Repertum ??", maksudnya yaitu : tidak masuk hitungan di dalam orang yang menyumbang kesalahan dalam sebuah teori umum yang belum tentu benar. Goal yang akan kita dapat? Menjungkir balikkan logika kebanyakan orang! Masih ingatkah anda dengan Philolaus (penganut phythagoreanism) dengan teorinya Matahari sebagai pusat Alam Semesta, lalu disusul Coppernicus dengan Geocentris nya dan kemudian Sir Issac Newton dengan Heliocentri nya? Pada masa itu, teori yang mereka kemukakan begitu mengguncang dan berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang pada masa itu. Ternyata, hanya untuk menjadi berbeda dari kebanyakan orang, yang dibutuhkan "bukan hanya" gagasan yang cemerlang & ide yang kreatif tetapi juga keberanian untuk menyampaikan gagasan itu sendiri dan mendobrak logika umum ! Pertanyaan terakhir saya untuk anda semua, berbedakah anda ??? Salam, Bambang Sayekti Arum
<<att47c3b.jpg>>
<<att47c5e.gif>>
<<att47c5f.gif>>
