Bambang Sayekti Arum

Channel Dev.

Sales & Territory Dev. 

PT. Sinar Niaga Sejahtera 

Regional Jawa Tengah 2

  

 

Salam sejahtera...

 

Musim penghujan sudah tiba. Seperti biasa, "penyakit lama" yang diderita
produk minuman pasti kambuh lagi, omzet nya sedikit banyak pasti
terpengaruh. Betul? Kali ini, saya hanya ingin sedikit menyinggung
masalah penurunan omzet yang biasanya diderita produk minuman kita.
Selama ini, bukankah kita hampir selalu membenarkan pendapat relasi,
bahwa saat penghujan permintaan akan produk minuman berkurang.

Saya teringat dengan sebuah ungkapan lama: "Argumentum ad Repertum"

Menurut logika ini: "Sebuah teori akan dianggap benar, jika terdapat
banyak orang yang mempercayai teori itu"

Pada dasarnya, apa yang menjadi anggapan banyak orang dan itu dianggap
benar, maka dengan sendirinya, kita sebagai makhluk sosial ikut
membenarkan. Walaupun kita sendiri tidak begitu paham akan asal muasal
teori tersebut. Dan tanpa sadar, dengan melakukan pengulangan terhadap
pendapat umum, rupanya kita telah menjadi bagian dari "Repertum" atau
"Pengulang" mengenai  teori "musim penghujan menurunkan omzet produk
minuman". Hingga akhirnya, hal ini masuk ke Sub-Concious kita. Lalu
terjadilah Consiousness, yaitu pikiran atau tindakan yang tidak
dilandasi dengan kesadaran, karena "Repertum" tentang: "musim penghujan
menurunkan omzet produk minuman" itu telah menjadi bagian dari kesadaran
kita.

 

Saya ada sebuah pertanyaan untuk anda, begini :

Apakah sama hasilnya, sebuah angka 100:1 dengan angka 10.000:100 ???

Jika menurut hitungan Matematika, tentu hasilnya sama, yaitu: 100 

Tapi coba kita terapkan di dunia nyata, hasilnya bisa jadi berbeda, mari
kita buktikan!

Jika terdapat rombongan orang sebanyak 100 orang, dan di rombongan
tersebut ada 1 orang menengok ke belakang apakah efek yang ditimbulkan
akan sama dengan 10.000 orang dimana di dalam rombongan tersebut
terdapat 100 orang menengok ke belakang?

Hasilnya, sudah pasti berbeda!

Secara psikologis, 100 orang menengok kebelakang di dalam sebuah
rombongan yang terdiri dari 10.000 orang akan menimbulkan Multiplier
Effect yang lebih mengguncang, ketimbang 1 orang menengok kebelakang di
dalam 100 rombongan orang!

Mari kita lanjutkan perbincangan kita mengenai produk minuman dan musim
penghujan. 

Ketimbang kita hanya menyalahkan musim hujannya, kenapa tidak lebih baik
kita mulai berpikir diluar kotak? Berpikir diluar kebiasaan kebanyakan
orang dan menjadikan kita "Un-Counted on Repertum ??", maksudnya yaitu :
tidak masuk hitungan di dalam orang yang menyumbang kesalahan dalam
sebuah teori umum yang belum tentu benar. Goal yang akan kita dapat?
Menjungkir balikkan logika kebanyakan orang! 

Masih ingatkah anda dengan Philolaus (penganut phythagoreanism) dengan
teorinya Matahari sebagai pusat Alam Semesta, lalu disusul Coppernicus
dengan Geocentris nya dan kemudian Sir Issac Newton dengan Heliocentri
nya?

Pada masa itu, teori yang mereka kemukakan begitu mengguncang dan
berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang pada masa itu. Ternyata,
hanya untuk menjadi berbeda dari kebanyakan orang, yang dibutuhkan
"bukan hanya" gagasan yang cemerlang & ide yang kreatif tetapi juga
keberanian untuk menyampaikan gagasan itu sendiri dan mendobrak logika
umum !

Pertanyaan terakhir saya untuk anda semua, berbedakah anda ???

 

 

Salam,

Bambang Sayekti Arum

<<att47c3b.jpg>>

<<att47c5e.gif>>

<<att47c5f.gif>>

<<Glacier Bkgrd.jpg>>

Kirim email ke