Gubraaaaaaaaakkkss....!!!
 
sorry, salah kirim !
 
 

________________________________

        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Bambang Sayekti Arum
        Sent: Wednesday, December 12, 2007 1:30 PM
        To: [email protected]
        Subject: e-ketawa :-) Argumentum ad Repertum (4 TOT)
        Importance: High
        
        

         

        Bambang Sayekti Arum

        Channel Dev.

        Sales & Territory Dev. 

        PT. Sinar Niaga Sejahtera 

        Regional Jawa Tengah 2

          

         

        Salam sejahtera...

         

        Musim penghujan sudah tiba. Seperti biasa, "penyakit lama" yang
diderita produk minuman pasti kambuh lagi, omzet nya sedikit banyak
pasti terpengaruh. Betul? Kali ini, saya hanya ingin sedikit menyinggung
masalah penurunan omzet yang biasanya diderita produk minuman kita.
Selama ini, bukankah kita hampir selalu membenarkan pendapat relasi,
bahwa saat penghujan permintaan akan produk minuman berkurang.

        Saya teringat dengan sebuah ungkapan lama: "Argumentum ad
Repertum"

        Menurut logika ini: "Sebuah teori akan dianggap benar, jika
terdapat banyak orang yang mempercayai teori itu"

        Pada dasarnya, apa yang menjadi anggapan banyak orang dan itu
dianggap benar, maka dengan sendirinya, kita sebagai makhluk sosial ikut
membenarkan. Walaupun kita sendiri tidak begitu paham akan asal muasal
teori tersebut. Dan tanpa sadar, dengan melakukan pengulangan terhadap
pendapat umum, rupanya kita telah menjadi bagian dari "Repertum" atau
"Pengulang" mengenai  teori "musim penghujan menurunkan omzet produk
minuman". Hingga akhirnya, hal ini masuk ke Sub-Concious kita. Lalu
terjadilah Consiousness, yaitu pikiran atau tindakan yang tidak
dilandasi dengan kesadaran, karena "Repertum" tentang: "musim penghujan
menurunkan omzet produk minuman" itu telah menjadi bagian dari kesadaran
kita.

         

        Saya ada sebuah pertanyaan untuk anda, begini :

        Apakah sama hasilnya, sebuah angka 100:1 dengan angka 10.000:100
???

        Jika menurut hitungan Matematika, tentu hasilnya sama, yaitu:
100 

        Tapi coba kita terapkan di dunia nyata, hasilnya bisa jadi
berbeda, mari kita buktikan!

        Jika terdapat rombongan orang sebanyak 100 orang, dan di
rombongan tersebut ada 1 orang menengok ke belakang apakah efek yang
ditimbulkan akan sama dengan 10.000 orang dimana di dalam rombongan
tersebut terdapat 100 orang menengok ke belakang?

        Hasilnya, sudah pasti berbeda!

        Secara psikologis, 100 orang menengok kebelakang di dalam sebuah
rombongan yang terdiri dari 10.000 orang akan menimbulkan Multiplier
Effect yang lebih mengguncang, ketimbang 1 orang menengok kebelakang di
dalam 100 rombongan orang!

        Mari kita lanjutkan perbincangan kita mengenai produk minuman
dan musim penghujan. 

        Ketimbang kita hanya menyalahkan musim hujannya, kenapa tidak
lebih baik kita mulai berpikir diluar kotak? Berpikir diluar kebiasaan
kebanyakan orang dan menjadikan kita "Un-Counted on Repertum ??",
maksudnya yaitu : tidak masuk hitungan di dalam orang yang menyumbang
kesalahan dalam sebuah teori umum yang belum tentu benar. Goal yang akan
kita dapat? Menjungkir balikkan logika kebanyakan orang! 

        Masih ingatkah anda dengan Philolaus (penganut phythagoreanism)
dengan teorinya Matahari sebagai pusat Alam Semesta, lalu disusul
Coppernicus dengan Geocentris nya dan kemudian Sir Issac Newton dengan
Heliocentri nya?

        Pada masa itu, teori yang mereka kemukakan begitu mengguncang
dan berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang pada masa itu. Ternyata,
hanya untuk menjadi berbeda dari kebanyakan orang, yang dibutuhkan
"bukan hanya" gagasan yang cemerlang & ide yang kreatif tetapi juga
keberanian untuk menyampaikan gagasan itu sendiri dan mendobrak logika
umum !

        Pertanyaan terakhir saya untuk anda semua, berbedakah anda ???

         

         

        Salam,

        Bambang Sayekti Arum

         

<<att47c3b.jpg>>

<<att47c5e.gif>>

<<att47c5f.gif>>

<<Glacier Bkgrd.jpg>>

Kirim email ke