Maksud'e iki opo toh?????? argumemtum, repertum, rektum, bikin pusing aja.
On 12/12/07, Bambang Sayekti Arum <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > *Bambang Sayekti Arum* > > *Channel Dev.* > > *Sales & Territory Dev. * > > *PT. Sinar Niaga Sejahtera * > > *Regional Jawa Tengah 2* > > > > Salam sejahtera... > > > > Musim penghujan sudah tiba. Seperti biasa, "penyakit lama" yang diderita > produk minuman pasti kambuh lagi, omzet nya sedikit banyak pasti > terpengaruh. Betul? Kali ini, saya hanya ingin sedikit menyinggung masalah > penurunan omzet yang biasanya diderita produk minuman kita. Selama ini, > bukankah kita hampir selalu membenarkan pendapat relasi, bahwa saat > penghujan permintaan akan produk minuman berkurang. > > Saya teringat dengan sebuah ungkapan lama: *"Argumentum ad Repertum"* > > Menurut logika ini: *"Sebuah teori akan dianggap benar, jika terdapat > banyak orang yang mempercayai teori itu"* > > Pada dasarnya, apa yang menjadi anggapan banyak orang dan itu dianggap > benar, maka dengan sendirinya, kita sebagai makhluk sosial ikut membenarkan. > Walaupun kita sendiri tidak begitu paham akan asal muasal teori tersebut. > Dan tanpa sadar, dengan melakukan pengulangan terhadap pendapat umum, > rupanya kita telah menjadi bagian dari *"Repertum" *atau* *"Pengulang"* > *mengenai > teori "musim penghujan menurunkan omzet produk minuman". Hingga akhirnya, > hal ini masuk ke *Sub-Concious* kita. Lalu terjadilah *Consiousness*, > yaitu pikiran atau tindakan yang tidak dilandasi dengan kesadaran, karena > *"Repertum"* tentang: "musim penghujan menurunkan omzet produk minuman" > itu telah menjadi bagian dari kesadaran kita. > > > > Saya ada sebuah pertanyaan untuk anda, begini : > > Apakah sama hasilnya, sebuah angka *100:1* dengan angka *10.000:100* ??? > > Jika menurut hitungan Matematika, tentu hasilnya sama, yaitu: *100 * > > Tapi coba kita terapkan di dunia nyata, hasilnya bisa jadi berbeda, mari > kita buktikan! > > Jika terdapat rombongan orang sebanyak 100 orang, dan di rombongan > tersebut ada 1 orang menengok ke belakang apakah efek yang ditimbulkan akan > sama dengan 10.000 orang dimana di dalam rombongan tersebut terdapat 100 > orang menengok ke belakang? > > Hasilnya, sudah pasti berbeda! > > Secara psikologis, 100 orang menengok kebelakang di dalam sebuah rombongan > yang terdiri dari 10.000 orang akan menimbulkan *Multiplier Effect* yang > lebih mengguncang, ketimbang 1 orang menengok kebelakang di dalam 100 > rombongan orang! > > Mari kita lanjutkan perbincangan kita mengenai produk minuman dan musim > penghujan. > > Ketimbang kita hanya menyalahkan musim hujannya, kenapa tidak lebih baik > kita mulai berpikir diluar kotak? Berpikir diluar kebiasaan kebanyakan orang > dan menjadikan kita *"Un-Counted on Repertum ??", *maksudnya yaitu : tidak > masuk hitungan di dalam orang yang menyumbang kesalahan dalam sebuah teori > umum yang belum tentu benar. Goal yang akan kita dapat? Menjungkir balikkan > logika kebanyakan orang! > > Masih ingatkah anda dengan Philolaus (penganut *phythagoreanism*) dengan > teorinya Matahari sebagai pusat Alam Semesta, lalu disusul Coppernicus > dengan Geocentris nya dan kemudian Sir Issac Newton dengan Heliocentri nya? > > Pada masa itu, teori yang mereka kemukakan begitu mengguncang dan > berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang pada masa itu. Ternyata, hanya > untuk menjadi berbeda dari kebanyakan orang, yang dibutuhkan "bukan hanya" > gagasan yang cemerlang & ide yang kreatif tetapi juga keberanian untuk > menyampaikan gagasan itu sendiri dan mendobrak logika umum ! > > Pertanyaan terakhir saya untuk anda semua, berbedakah anda ??? > > > > > > Salam, > > Bambang Sayekti Arum > > > > -- A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out.
<<att47c5f.gif>>
<<att47c3b.jpg>>
<<att47c5e.gif>>
