Yrh Rekan2,
Kunci masalah SIN adalah pada validasi pencegahan duplikasi data 
kependudukan dan relasi , dan ini semua lebih bergantung kepada 
prioritas dan strategi implementasi yang dipergunakan. Karena data 
kependudukan sebenarnya sudah ada dan data tersebut merupakan object 
utama yang harus di verifikasi. sehingga SIN bisa dilaksanakan tanpa 
harus investasi besar namun bisa dengan hasil besar. Sebagaimana 
dilaksanakan oleh TimNas INSW, kegiatan dilaksanakan mulasi dari 
harmonisasi data hingga terlaksana integrasi sistem multi entitas tanpa 
membongkar sistem yang sudah ada, investasi ada hanya unfuk tambahan 
aplikasi dan hardware yang diperlukkan. yang lain lebih banyak kepada 
beban tambahan biaya komunikasi antar goverment agency.

Dalam SIN menurut pendapat saya yang penting dilaksanakan agar data bisa 
valid adalah konsolidasi informasi, bukan membongkat semua dan 
melaksanakan terapan biometric. Terapan biometric dilaksanakan bertahap 
bila diperlukan.

Lain halnya kalau ternyata kita ikuti arahan konsultan asing, yang dari 
beberapa pengalaman sy pribadi selalu menganggap indonesia merupakan 
negara terbelakang yang sistem dan sarana ICTnya tidak layak guna, 
sehingga dalam perencanaannya di asumsikan semuanya dibuat dari awal , 
ya pasti akan terjadi belanja besar tanpa karena semua asset dan sistem 
yang sudah dibangun dan dimiliki tidak akan dipergunakan lagi.

Sudah saatnya Menkominfo melakukan uji konsep secara publik, agar tidak 
terjeblos dalam kolusi internasional untuk mendorong kebijakan yang 
salah dan akan menjerumuskan Indonesia dalam penambahan jumlah hutang 
luar negeri.

Sudah waktunya kita tidak gegabah membuat solusi yang salah, yang pasti 
kebijakan SIN tetap akan bisa jalan tanpa belanja besar dan diyakini 
bisa dilakukan tanpa membeli Hardware dan software baru. 
Saya yakin potensi nasional kita mampu melaksanakan sehingga alokasi 
anggaran lebih banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan value added dari 
jasa lokal , sehingga mendorong perekonomian dalam negeri.

Wass.
Hari S,noegroho 



[email protected] wrote:
> Bener gak sih nih berita?
>
> Hampir mirip nilainya dengan 10 X paket bailout Bank Century ya? 
>
> Untuk bikin Palapa Ring bisa dapat berapa ring ya Rp 60 triliun?
>
> http://m.detik.com/read/2009/12/29/151559/1267858/398/proyek-e-ktp-habiskan-rp-60-triliun
>
> Proyek e-KTP Habiskan Rp 60 Triliun 
> Trisno Heriyanto : detikInet
>
> detikcom - Jakarta, Sistem kependudukan terbaru yang akan diperkenalkan 
> pemerintah tidak lama lagi, e-KTP, bisa dibilang bukan program kecil-kecilan. 
> Sebab untuk mewujudkannya, pemerintah sampai harus mengucurkan dana 
> sedikitnya Rp 60 Triliun.
>
> e-KTP merupakan metode baru yang akan diterapkan pemerintah untuk membangun 
> sebuah sistem kependudukan baru. Sistem terbaru ini pun dianggap sudah matang 
> dan siap diperkenalkan kepada masyarakat mulai tahun 2010 mendatang.
>
> Untuk mewujudkannya, pemerintah telah berkolaborasi dengan berbagai 
> pengembang aplikasi pengenal sidik jari hingga pembuatan database nasional.
>
> "Proses pembuatan e-KTP tidak akan sepenuhnya menggunakan teknologi dari 
> luar, hanya sistem pengenalan sidik jari saja yang kami impor, sisanya 
> merupakan teknologi asli Indonesia," papar Marzan A. Iskandar, Kepala Badan 
> Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
>
> Langkah yang diambil oleh BBPT tersebut juga merupakan salah satu wujud 
> penggalakan teknologi dalam negeri yang selama ini masih didominasi oleh para 
> pengembang aplikasi dari luar negeri.
>
> Meski lebih banyak menggunakan teknologi yang dibuat anak bangsa, namun 
> proyek pembuatan e-KTP juga telah menelan dana hingga puluhan triliun rupiah.
>
> "Proyek pembuatan e-KTP telah memakan dana sekitar 60 Triliun lebih, yang 
> semuanya dikepalai oleh Departemen Dalam Negeri," jelas Marzan saat jumpa 
> pers di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (29/12/2009).
>
> e-KTP rencananya bakal mulai diwujudkan pemerintah mulai tahun 2010 
> mendatang. Sebelum diluncurkan, proyek ini pun telah melewati serangakaian 
> uji coba yang dilakukan di 4 kota besar di Indonesia seperti, Padang, 
> Makassar, Denpasar dan Yogyakarta. 
>
>
>
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> ------------------------------------
>
> http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links
>
>
>
>   
> ------------------------------------------------------------------------
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com 
> Version: 9.0.722 / Virus Database: 270.14.123/2592 - Release Date: 12/29/09 
> 14:47:00
>
>   

Kirim email ke