Konon, menurut teori moneter standar, bila BI rate naik, uang cenderung masuk 
ke BI, sehingga Jumlah Uang Beredar menurun, lalu inflasi menurun.

Tapi ada analisis lain, dulu penghulunya Sritua Arif, inflasi di Indonesia 
disebabkan oleh ketidaksempurnaan pasar, pasar cenderung monopoli atau 
monopolistis, sehinggga monopolis bisa memainkan harga dengan memainkan suplai. 
Oleh karena itu, upaya-upaya moneteris tidak akan manjur digunakan untuk 
menghantam inflasi.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Thu, 9/4/08, kusumawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: kusumawati <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ekonomi-nasional] Menggugat ramuan penangkal inflasi
> To: [email protected]
> Date: Thursday, September 4, 2008, 8:46 AM
> Dear All, berikut kutipan tulisan dari Agus Suman yang saya
> ambil dari
> www.bisnis.com <http://web.bisnis.com>
> 
> 
> "Ada pernyataan yang menarik agar Indonesia terus
> menaikkan suku
> bungalagi untuk menghambat inflasi. Hal tersebut
> dikumandangkan IMF
> dalam laporan tentang Indonesia yang dikeluarkan di
> Washinton DC, atau
> dengan kata lain acungan jempol IMF untuk BI selaku mandor
> otoritas
> keuanganuntuk terus memperkuat inflation targeting
> framework.
> 
> Hal ini sehubungan dengan Bank Indonesia yang pada awal
> Agustus ini
> kembali menaikkan bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin
> menjadi
> 9%setelah bank sentral melihat masih adanya tekanan inflasi
> dalambeberapa bulan ke depan.
> 
> Inflasi yang terjadi saat ini adalah fenomena global.
> Melambungnyakomoditas pangan dan minyak menjadi biang
> kerok, harga
> kebutuhan pangan berlarian tak terkendali di pasaran
> global. Demikian
> juga dengan hargaminyak, sehingga kejutan inflasi menyapa
> banyak negara,
> bahkan inflasipun singgah ke negara kecil yang sangat
> terbuka terhadap
> ekonomi duniaseperti Singapura. "
> 
> Baca selengkapnya disini
> http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/opini/1id76176.html
> 
> Menurut Beliau,  ini adalah saat yang paling tepat untuk
> menguji terapi
> penjinak inflasi. Dikatakan juga bahwa menelan racikan
> tunggal resep IMF
> tidak akan meredakan inflasi, karena hal ini hanya akan
> menambah beban
> pada ekonomi domestik dan memancing banjir aliran dana
> spekulatif jangka
> pendek.
> Bagaimana menurut Anda?
> 
> Regards,
> Kusumawati
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


      

Kirim email ke