Sorry mungkin udah usang, kelamaan baru dikomentari:).  Kalau begitu 
saya melihat tidak ada bedanya dong ekonomi yang disebut capitalist 
dengan teori ekonominya Ibnu Khaldun.  Multiplikasi efek dari 
Government Spending ada di Keynessian.  Tax cut untuk pengusaha/orang 
kaya ada di Supply Sider.  Supply dan demand berdasarkan maksimisasi 
utility dari masing-masing pihak ada di classical.  jangan 
memproduksi IPTN kalau nggak mampu atau tidak efisien ada di 
Comparative Advantage:)


salam,


-Irsal


--- In [email protected], Merza Gamal <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> IBNU KHALDUN & TEORI EKONOMI
>    
>    
>   Ibnu Khaldun dalam buku karyanya "Muqaddimah" mengemukakan sebuah 
teori "Model Dinamika" yang mempunyai pandangan jelas bagaimana 
faktor-faktor dinamika sosial, moral, ekonomi, dan politik saling 
berbeda namun saling berhubungan satu dengan lainnya bagi kemajuan 
maupun kemunduran sebuah lingkungan masyarakat atau pemerintahan 
sebuah wilayah (negara). Ibnu Khaldun telah menyumbangkan teori 
produksi, teori nilai, teori pemasaran, dan teori siklus yang dipadu 
menjadi teori ekonomi umum yang koheren dan disusun dalam kerangka 
sejarah.
>    
>   Dalam penentuan harga di pasar atas sebuah produksi, faktor yang 
sangat berpengaruh adalah permintaan dan penawaran. Ibnu Khaldun 
menekankan bahwa kenaikan penawaran atau penurunan permintaan 
menyebabkan kenaikan harga, demikian pula sebaliknya penurunan 
penawaran atau kenaikan permintaan akan menyebabkan penurunan harga. 
Penurunan harga yang sangat drastis akan merugikan pengrajin dan 
pedagang serta mendorong mereka keluar dari pasar, sedangkan kenaikan 
harga yang drastis akan menyusahkan konsumen. Harga "damai" dalam 
kasus seperti ini sangat diharapkan oleh kedua belah pihak, karena ia 
tidak saja memungkinkan para pedagang mendapatkan tingkat 
pengembalian yang ditolerir oleh pasar dan juga mampu menciptakan 
kegairahan pasar dengan meningktakan penjualan untuk memperoleh 
tingkat keuntungan dan kemakmuran tertentu. Akan tetapi, harga yang 
rendah dibutuhkan pula, karena memberikan kelapangan bagi kaum miskin 
yang menjadi mayoritas dalam sebuah populasi. 
>    
>   Dengan demikian, tingkat harga yang stabil dengan biaya hidup 
yang relatif rendah menjadi pilihan bagi masyarakat dengan sudut 
pandang pertumbuhan dan keadilan dalam perbandingan masa inflasi dan 
deflasi. Inflasi akan merusak keadilan, sedangkan deflasi mengurangi 
insentif dan efisiensi. Harga rendah untuk kebutuhan pokok seharusnya 
tidak dicapai melalui penetapan harga baku oleh negara karena hal itu 
akan merusak insentif bagi produksi. Faktor yang menetapkan 
penawaran, menurut Ibnu Khaldun, adalah permintaan, tingkat 
keuntungan relatif, tingkat usaha manusia, besarnya tenaga buruh 
termasuk ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, ketenangan 
dan keamanan, dan kemampuan teknik serta perkembangan masyarakat 
secara keseluruhan. Jika harga turun dan menyebabkan kebangkrutan 
modal menjadi hilang, insentif untuk penawaran menurun, dan mendorong 
munculnya resesi, sehingga pedagang dan pengrajin menderita. Pada 
sisi lain, faktor-faktor yang menentukan permintaan adalah
>  pendapatan, jumlah penduduk, kebiasaan dan adat istiadat 
masyarakat, serta pembangunan dan kemakmuran masyarakat secara umum.
>    
>   Menurut Ibnu Khaldun, seorang individu tidak akan dapat memenuhi 
seluruh kebutuhan ekonominya seorang diri, melainkan mereka harus 
bekerjasama dengan pembagian kerja dan spesialisasi. Apa yang dapat 
dipenuhi melalui kerjasama yang saling menguntungkan jauh lebih besar 
daripada apa yang dicapai oleh individu-individu secara sendirian. 
Dalam teori modern, pendapat ini mirip dengan teori comparative 
advantage.
>    
>   Negara merupakan faktor penting dalam produksi, yakni melalui 
pembelanjaannya yang akan mampu meningkatkan produksi dan melalui 
pajaknya akan dapat melemahkan produksi. Pemerintah akan membangun 
pasar terbesar untuk barang dan jasa yang merupakan sumber utama bagi 
semua pembangunan. Penurunan belanja negara tidak hanya menyebabkan 
kegiatan usaha menjadi sepi dan menurunnya keuntungan, tetapi juga 
mengakibatkan penurunan dalam penerimaan pajak. Semakin besar belanja 
pemerintah, semakin baik perekonomian karena belanja yang tinggi 
memungkinkan pemerintah untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan bagi 
penduduk dan menjamin stabilitas hukum, peraturan, dan politik. Oleh 
karena itu, untuk mempercepat pembangunan kota, pemerintah harus 
berada dekat dengan masyarakat dan mensubsidi modal bagi mereka 
seperti layaknya air sungai yang membuat hijau dan mengaliri tanah di 
sekitarnya, sementara di kejauhan segalanya tetap kering.
>    
>   Faktor terpenting untuk prospek usaha adalah meringankan seringan 
mungkin beban pajak bagi pengusaha untuk menggairahkan kegiatan 
bisnis dengan menjamin keuntungan yang lebih besar (setelah pajak). 
Pajak dan bea cukai yang ringan akan membuat rakyat memiliki dorongan 
untuk lebih aktif berusaha sehingga bisnis akan mengalami kemajuan. 
Pajak yang rendah akan membawa kepuasan yang lebih besar bagi rakyat 
dan berdampak kepada penerimaan pajak yang meningkat secara total 
dari keseluruhan penghitungan pajak. 
>    
>   Kemudian, dengan berlalunya waktu, kebutuhan-kebutuhan negara 
akan meningkat dan nilai pajak naik untuk meningkatkan hasil. Apabila 
kenaikan ini berlangsung perlahan-lahan rakyat akan terbiasa, namun 
pada akhirnya ada akibat kurang baik terhadap insentif sehingga 
aktivitas usaha mengalami kelesuhan dan penurunan, demikian pula 
terhadap hasil perpajakannya.
>    
>   Perekonomian yang makmur di awal suatu pemerintahan menghasilkan 
penerimaan pajak yang lebih tinggi dari tarif pajak yang lebih 
rendah, sementara perekonomian yang mengalami depresi akan 
menghasilkan penerimaan pajak yang lebih rendah dengan tarif yang 
lebih tinggi. Alasan terjadinya hal tersebut adalah rakyat yang 
mendapatkan perlakuan tidak adil dalam kemakmuran mereka akan 
mengurangi keinginan mereka untuk menghasilkan dan memperoleh 
kemakmuran. Apabila keinginan itu hilang, maka mereka akan berhenti 
bekerja karena semakin besar pembebanan maka akan semakin besar efek 
terhadap usaha mereka dalam berproduksi. Akhirnya, jika rakyat enggan 
menghasilkan dan bekerja, maka pasar akan mati dan kondisi rakyat 
akan semakin memburuk serta penerimaan pajak juga akan menurun. Oleh 
karena itu, Ibnu Khaldun menganjurkan keadilan dalam perpajakan. 
Pajak yang adil sangat berpengaruh terhadap kemakmuran suatu negara. 
Kemakmuran cenderung bersirkulasi antara rakyat dan pemerintah, dari
>  pemerintah ke rakyat, dan dari rakyat ke pemerintah, sehingga 
pemerintah tidak dapat menjauhkan belanja negara dari rakyat karena 
akan mengakibatkan rakyat menjauh dari pemerintah.
>    
>   Kontribusi Ibnu Khaldun dalam pengembangan ilmu pengetahuan cukup 
signifikan, namun sayang beliau lahir pada saat dunia Islam mulai 
mengalami kemunduran. Menurut Chapra (2001) kemunduran umat Islam 
dimulai sejak abad ke 12 ditandai dengan kemerosoatan moralitas, 
hilangnya dinamika dalam Islam setelah munculnya dogmatisme dan 
kekakuan berfikir, kemunduran dalam aktivitas intelektual dan 
keilmuan, pemberontakan-pemberontakan lokal dan perpecahan di antara 
umat, peperangan dan serangan dari pihak luar, terciptanya 
ketidakseimbangan keuangan dan kehilangan rasa aman terhadap 
kehidupan dan kekayaan, dan faktor-faktor lainnya yang mencapai 
puncaknya pada abad ke 16 pada masa Dinasti Mamluk Ciscassiyah yang 
penuh korupsi sehingga mempercepat proses kemunduran tersebut. 
>    
>   Kemajuan dan kemunduran yang dialami oleh umat Islam itu, 
bukanlah seperti sebuah garis lurus, tetapi naik-turun dan 
berlangsung beberapa abad lamanya. Berbagai upaya dan usaha telah 
dilakukan guna menghentikan kemunduran itu, namun karena sebab utama 
tetap ada, maka kemerosotan terus berlangsung hingga saat ini. Faktor 
utama untuk menghindari kemunduran tersebut adalah dengan kembali 
kepada ajaran Islam yang sesungguhnya yang berorientasi kepada falah 
oriented, yakni menuju kemakmuran di dunia dan kebahagiaan di 
akhirat. 
>    
>    
>   Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
> 
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
>


Kirim email ke