Thanks atas informasinya.  Jadi di sini saya melihat bahwa ekonomi 
islam sendiri adalah berdasarkan free market (efisiensi oriented) 
yang ditambah dengan ikut mengatur mengenai behavior manusia dalam 
sistem ekonomi itu sendiri, sementara kalau ekonomi konvensional 
menganggap behavior manusia sebagai apa adanya (karena memang tidak 
ada alat untuk mengaturnya kecuali dengan penerapan hukum dan 
peraturan2 yang notabene lebih ke masalah mikro dari pada makro:)).  
Nah yang saya bingung sebenarnya adalah kenapa kemerosotan ekonomi 
Indonesia lebih dipersalahkan ke masalah free marketnya (Berkeley 
Mafia) dari pada masalah tidak adanya peraturan2 yang harus dipatuhi 
dalam menerapkan sistem ekonomi tersebut. 

salam,


-Irsal


--- In [email protected], M Yusuf Helmy 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ilmu ekonomi dapat dikelompokan kedalam dua hal, yaitu
> ilmu ekonomi (science of economics) dan doktrin ilmu
> ekonomi (doctrine of economics). Lalu apa perbedaan
> antara science dan doctrine of economics ini? Dalam
> Iqtisaduna, Baqir as-Sadr memberikan penjelasan yang
> cukup jelas untuk disimak.* Perbedaan ekonomi Islam
> dengan ekonomi konvensional terletak pada filosofi
> ekonomi, bukan pada ilmu ekonominya.  Filosofi ekonomi
> memberikan ruh pemikiran dengan nilai-nilai Islam dan
> batasan-batasan syariah.  Sedangkan ilmu ekonomi
> berisi alat-alat analisa ekonomi yang dapat digunakan.
> ........The economic doctrine is an expression of the
> way which the society prefers to follow on its
> economic life and in the solution of its pratical
> problems; and the science of economics, is the science
> which gives the explanation of the economic life, it
> economic events and its economic
> phenomena.......................
> Lebih lanjut Baqir as-Sadr mengatakan bahwa ekonomi
> islam adalah sebuah ajaran atau doctrine  dan bukannya
> ilmu murni (science), karena apa yang terkandung dalam
> ekonomi Islam bertujuan memberikan sebuah solusi hidup
> yang paling baik. Sedangkan ilmu ekonomi hanya akan
> mengantarkan kita kepada pemahaman bagaimana kegiatan
> ekonomi berjalan. 
> ........that the Islamic economic is a doctrine and
> not  science, for it is the way Islam prefers to
> follow in the pursuit of its economic
> life.................................
> Dengan demikian ekonomi islam tidak hanya sekedar ilmu
> akan tetapi lebih dari itu, yakni ekonomi islam adalah
> sebuah sistem. 
> Hence the economic science is a science of the laws of
> production, and the economic doctrince is the art of
> the distribution of wealth. As such every
> investigation which has to do with production, and its
> improvement, inventionof the meansof productionand
> their improvement, is a subject matter of the science
> of economics.It is of universal nature, by which
> nations do not differ in respect of in on account of
> difference between them as to their social priciples
> and concepts, nor is it the appropriation of one
> priciple with exclusion to another.
> ....................................................................
..............................
> 
> Ilmu ekonomi murni adalah segala teori atau
> hukum-hukum dasar yang menjelaskan perilaku-perilaku
> antar variabel ekonomi tanpa memasukan unsur norma
> ataupun tata aturan tertentu. Sedangkan ekonomi
> philosofi adalah ilmu ekonomi murni yang memasukkan
> norma atau tata aturan tertentu sebagai variabel yang
> secara langsung atau tidak langsung ikut mempengaruhi
> fenomena ekonomi. Norma atau tata aturan tersebut
> berasal dari Allah yang meliputi batasan-batasan dalam
> melakukan kegiatan ekonomi. Proses integrasi antara
> ekonomi philosofi kedalam ilmu ekonomi murni
> disebabkan adanya pandangan bahwa kehidupan didunia
> tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan di akhirat,
> semuanya harus seimbang karena dunia adalah sawah
> ladang akhirat.
> Wallahu a'lam bish Shawab
> MYH
> 
> * M. Baqir as-Sadr, Iqtisaduna: Our Economics, Volume
> Two-Part One, Tehran: WOFIS,1983.
> 
> --- Irsal Imran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Sorry mungkin udah usang, kelamaan baru
> > dikomentari:).  Kalau begitu 
> > saya melihat tidak ada bedanya dong ekonomi yang
> > disebut capitalist 
> > dengan teori ekonominya Ibnu Khaldun.  Multiplikasi
> > efek dari 
> > Government Spending ada di Keynessian.  Tax cut
> > untuk pengusaha/orang 
> > kaya ada di Supply Sider.  Supply dan demand
> > berdasarkan maksimisasi 
> > utility dari masing-masing pihak ada di classical. 
> > jangan 
> > memproduksi IPTN kalau nggak mampu atau tidak
> > efisien ada di 
> > Comparative Advantage:)
> > 
> > 
> > salam,
> > 
> > 
> > -Irsal
> > 


Kirim email ke