Ilmu ekonomi dapat dikelompokan kedalam dua hal, yaitu
ilmu ekonomi (science of economics) dan doktrin ilmu
ekonomi (doctrine of economics). Lalu apa perbedaan
antara science dan doctrine of economics ini? Dalam
Iqtisaduna, Baqir as-Sadr memberikan penjelasan yang
cukup jelas untuk disimak.* Perbedaan ekonomi Islam
dengan ekonomi konvensional terletak pada filosofi
ekonomi, bukan pada ilmu ekonominya.  Filosofi ekonomi
memberikan ruh pemikiran dengan nilai-nilai Islam dan
batasan-batasan syariah.  Sedangkan ilmu ekonomi
berisi alat-alat analisa ekonomi yang dapat digunakan.
........The economic doctrine is an expression of the
way which the society prefers to follow on its
economic life and in the solution of its pratical
problems; and the science of economics, is the science
which gives the explanation of the economic life, it
economic events and its economic
phenomena.......................
Lebih lanjut Baqir as-Sadr mengatakan bahwa ekonomi
islam adalah sebuah ajaran atau doctrine  dan bukannya
ilmu murni (science), karena apa yang terkandung dalam
ekonomi Islam bertujuan memberikan sebuah solusi hidup
yang paling baik. Sedangkan ilmu ekonomi hanya akan
mengantarkan kita kepada pemahaman bagaimana kegiatan
ekonomi berjalan. 
........that the Islamic economic is a doctrine and
not  science, for it is the way Islam prefers to
follow in the pursuit of its economic
life.................................
Dengan demikian ekonomi islam tidak hanya sekedar ilmu
akan tetapi lebih dari itu, yakni ekonomi islam adalah
sebuah sistem. 
Hence the economic science is a science of the laws of
production, and the economic doctrince is the art of
the distribution of wealth. As such every
investigation which has to do with production, and its
improvement, inventionof the meansof productionand
their improvement, is a subject matter of the science
of economics.It is of universal nature, by which
nations do not differ in respect of in on account of
difference between them as to their social priciples
and concepts, nor is it the appropriation of one
priciple with exclusion to another.
..................................................................................................

Ilmu ekonomi murni adalah segala teori atau
hukum-hukum dasar yang menjelaskan perilaku-perilaku
antar variabel ekonomi tanpa memasukan unsur norma
ataupun tata aturan tertentu. Sedangkan ekonomi
philosofi adalah ilmu ekonomi murni yang memasukkan
norma atau tata aturan tertentu sebagai variabel yang
secara langsung atau tidak langsung ikut mempengaruhi
fenomena ekonomi. Norma atau tata aturan tersebut
berasal dari Allah yang meliputi batasan-batasan dalam
melakukan kegiatan ekonomi. Proses integrasi antara
ekonomi philosofi kedalam ilmu ekonomi murni
disebabkan adanya pandangan bahwa kehidupan didunia
tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan di akhirat,
semuanya harus seimbang karena dunia adalah sawah
ladang akhirat.
Wallahu a'lam bish Shawab
MYH

* M. Baqir as-Sadr, Iqtisaduna: Our Economics, Volume
Two-Part One, Tehran: WOFIS,1983.

--- Irsal Imran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Sorry mungkin udah usang, kelamaan baru
> dikomentari:).  Kalau begitu 
> saya melihat tidak ada bedanya dong ekonomi yang
> disebut capitalist 
> dengan teori ekonominya Ibnu Khaldun.  Multiplikasi
> efek dari 
> Government Spending ada di Keynessian.  Tax cut
> untuk pengusaha/orang 
> kaya ada di Supply Sider.  Supply dan demand
> berdasarkan maksimisasi 
> utility dari masing-masing pihak ada di classical. 
> jangan 
> memproduksi IPTN kalau nggak mampu atau tidak
> efisien ada di 
> Comparative Advantage:)
> 
> 
> salam,
> 
> 
> -Irsal
> 
> 
> --- In [email protected], Merza Gamal
> <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> > IBNU KHALDUN & TEORI EKONOMI
> >    
> >    
> >   Ibnu Khaldun dalam buku karyanya "Muqaddimah"
> mengemukakan sebuah 
> teori "Model Dinamika" yang mempunyai pandangan
> jelas bagaimana 
> faktor-faktor dinamika sosial, moral, ekonomi, dan
> politik saling 
> berbeda namun saling berhubungan satu dengan lainnya
> bagi kemajuan 
> maupun kemunduran sebuah lingkungan masyarakat atau
> pemerintahan 
> sebuah wilayah (negara). Ibnu Khaldun telah
> menyumbangkan teori 
> produksi, teori nilai, teori pemasaran, dan teori
> siklus yang dipadu 
> menjadi teori ekonomi umum yang koheren dan disusun
> dalam kerangka 
> sejarah.
> >    
> >   Dalam penentuan harga di pasar atas sebuah
> produksi, faktor yang 
> sangat berpengaruh adalah permintaan dan penawaran.
> Ibnu Khaldun 
> menekankan bahwa kenaikan penawaran atau penurunan
> permintaan 
> menyebabkan kenaikan harga, demikian pula sebaliknya
> penurunan 
> penawaran atau kenaikan permintaan akan menyebabkan
> penurunan harga. 
> Penurunan harga yang sangat drastis akan merugikan
> pengrajin dan 
> pedagang serta mendorong mereka keluar dari pasar,
> sedangkan kenaikan 
> harga yang drastis akan menyusahkan konsumen. Harga
> "damai" dalam 
> kasus seperti ini sangat diharapkan oleh kedua belah
> pihak, karena ia 
> tidak saja memungkinkan para pedagang mendapatkan
> tingkat 
> pengembalian yang ditolerir oleh pasar dan juga
> mampu menciptakan 
> kegairahan pasar dengan meningktakan penjualan untuk
> memperoleh 
> tingkat keuntungan dan kemakmuran tertentu. Akan
> tetapi, harga yang 
> rendah dibutuhkan pula, karena memberikan kelapangan
> bagi kaum miskin 
> yang menjadi mayoritas dalam sebuah populasi. 
> >    
> >   Dengan demikian, tingkat harga yang stabil
> dengan biaya hidup 
> yang relatif rendah menjadi pilihan bagi masyarakat
> dengan sudut 
> pandang pertumbuhan dan keadilan dalam perbandingan
> masa inflasi dan 
> deflasi. Inflasi akan merusak keadilan, sedangkan
> deflasi mengurangi 
> insentif dan efisiensi. Harga rendah untuk kebutuhan
> pokok seharusnya 
> tidak dicapai melalui penetapan harga baku oleh
> negara karena hal itu 
> akan merusak insentif bagi produksi. Faktor yang
> menetapkan 
> penawaran, menurut Ibnu Khaldun, adalah permintaan,
> tingkat 
> keuntungan relatif, tingkat usaha manusia, besarnya
> tenaga buruh 
> termasuk ilmu pengetahuan dan keterampilan yang
> dimiliki, ketenangan 
> dan keamanan, dan kemampuan teknik serta
> perkembangan masyarakat 
> secara keseluruhan. Jika harga turun dan menyebabkan
> kebangkrutan 
> modal menjadi hilang, insentif untuk penawaran
> menurun, dan mendorong 
> munculnya resesi, sehingga pedagang dan pengrajin
> menderita. Pada 
> sisi lain, faktor-faktor yang menentukan permintaan
> adalah
> >  pendapatan, jumlah penduduk, kebiasaan dan adat
> istiadat 
> masyarakat, serta pembangunan dan kemakmuran
> masyarakat secara umum.
> >    
> >   Menurut Ibnu Khaldun, seorang individu tidak
> akan dapat memenuhi 
> seluruh kebutuhan ekonominya seorang diri, melainkan
> mereka harus 
> bekerjasama dengan pembagian kerja dan spesialisasi.
> Apa yang dapat 
> dipenuhi melalui kerjasama yang saling menguntungkan
> jauh lebih besar 
> daripada apa yang dicapai oleh individu-individu
> secara sendirian. 
> Dalam teori modern, pendapat ini mirip dengan teori
> comparative 
> advantage.
> >    
> >   Negara merupakan faktor penting dalam produksi,
> yakni melalui 
> pembelanjaannya yang akan mampu meningkatkan
> produksi dan melalui 
> pajaknya akan dapat melemahkan produksi. Pemerintah
> akan membangun 
> pasar terbesar untuk barang dan jasa yang merupakan
> sumber utama bagi 
> semua pembangunan. Penurunan belanja negara tidak
> hanya menyebabkan 
> kegiatan usaha menjadi sepi dan menurunnya
> keuntungan, tetapi juga 
> mengakibatkan penurunan dalam penerimaan pajak.
> Semakin besar belanja 
> pemerintah, semakin baik perekonomian karena belanja
> yang tinggi 
> memungkinkan pemerintah untuk melakukan hal-hal yang
> dibutuhkan bagi 
> penduduk dan menjamin stabilitas hukum, peraturan,
> dan politik. Oleh 
> karena itu, untuk mempercepat pembangunan kota,
> pemerintah harus 
> berada dekat dengan masyarakat dan mensubsidi modal
> bagi mereka 
> seperti layaknya air sungai yang membuat hijau dan
> mengaliri tanah di 
> sekitarnya, sementara di kejauhan segalanya tetap
> kering.
> >    
> >   Faktor terpenting untuk prospek usaha adalah
> meringankan seringan 
> mungkin beban pajak bagi pengusaha untuk
> menggairahkan kegiatan 
> bisnis dengan menjamin keuntungan yang lebih besar
> (setelah pajak). 
> Pajak dan bea cukai yang ringan akan membuat rakyat
> memiliki dorongan 
> untuk lebih aktif berusaha sehingga bisnis akan
> mengalami kemajuan. 
> Pajak yang rendah akan membawa kepuasan yang lebih
> besar bagi rakyat 
> dan berdampak kepada penerimaan pajak yang meningkat
> secara total 
> dari keseluruhan penghitungan pajak. 
> >    
> >   Kemudian, dengan berlalunya waktu,
> kebutuhan-kebutuhan negara 
> akan meningkat dan nilai pajak naik untuk
> meningkatkan hasil. Apabila 
> kenaikan ini berlangsung perlahan-lahan rakyat akan
> terbiasa, namun 
> pada akhirnya ada akibat kurang baik terhadap
> insentif sehingga 
> aktivitas usaha mengalami kelesuhan dan penurunan,
> demikian pula 
> terhadap hasil perpajakannya.
> >    
> >   Perekonomian yang makmur di awal suatu
> pemerintahan menghasilkan 
> penerimaan pajak yang lebih tinggi dari tarif pajak
> yang lebih 
> rendah, sementara perekonomian yang mengalami
> depresi akan 
> menghasilkan penerimaan pajak yang lebih rendah
> dengan tarif yang 
> lebih tinggi. Alasan terjadinya hal tersebut adalah
> rakyat yang 
> mendapatkan perlakuan tidak adil dalam kemakmuran
> mereka akan 
> mengurangi keinginan mereka untuk menghasilkan dan
> memperoleh 
> kemakmuran. Apabila keinginan itu hilang, maka
> mereka akan berhenti 
> bekerja karena semakin besar pembebanan maka akan
> semakin 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love 
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265 

Kirim email ke