Untuk apa sistem ekonomi itu? Untuk kesejahteraan rakyat banyak. 
Perlulah sistem ekonomi itu dilabelkan? Sebenarnya sangat tidak perlu 
sekali.

Deng pemimpin cina yang cerdas itu pernah mengungkapkan bahwa 
mengembangkan cina itu seperti orang mau nyebrang sungai dengan berjalan 
kaki. Orang meraba2 sungai dengan kakinya untuk mencari kedalaman yang 
cukup sehingga tidak jatuh.

Itu mungkin penggambaran yang dengan keadaan dunia saat ini. Kita akan 
sulit sekali meramalkan keadaan dunia karena begitu banyak faktor 
terkait. Tidak akan ada satupun - sekali lagi satupun buku teks - yang 
bisa jadi solusi praktis untuk menghadapi dunia yang penuh gejolak ini. 
Jadi untuk berhasil faktor2 seperti trial and error tetap harus 
dilakukan walaupun secara berhati2.

Deng meninggalkan ideologinya, tapi Deng tak melupakan intisari tujuan 
ideologi, yaitu kesejahteraan rakyat banyak. Ketika orang mengecam dia 
udah tak komunis lagi, dengan enteng Deng bilang: tak peduli kucing itu 
hitam atau putih, yang penting dia bisa menangkap tikus!

Apakah ekonomi Islam itu perlu dikembangkan? Jawabnya adalah boleh saja, 
sepanjang sistem ekonomi itu bisa mensejahterakan rakyat. Sistem ekonomi 
Islam menurut saya perlu dikembang dengan dasar pragmatisme bukan dengan 
dasar ayat2. Adapun ayat2 itu memang akan menyatakan prinsip2 universal 
dalam ekonomi, misalnya keadilan. Dan sistem ekonomi Islam itu sebaiknya 
dilakukan sesuai dengan kondisi negara setempat walaupun dengan tujuan 
yang tetap sama. Sistem ekonomi di negara2 arab yang kaya (tapi pelit 
itu) akan berbeda dengan negara2 seperti bangladesh. Pada intinya: ambil 
prinsip2 di kitab suci yang universal, pelajari praktek terbaik di 
seluruh dunia, kembangkan ekonomi sesuai kondisi lokal.

salam

Kirim email ke