betul sekali, bahwa tujuan ekonomi adalah kesejahteraan.
tapi menurut saya juga tidak benar bahwa sistem yang dibangun tanpa bentuk.
tetap saja bahwa sistem apapun yang ditawarkan dan di ajukan tetap punya
benchmark. kapitalis dengan liberalismenya, sosialis degan sosialismenya, dan
ekonomi syariah dengan islamnya. paul samuelson dalam bukunya berani mengatakan
bahwa eknommi kapitalis adalah ekonomi bibel.
dan juga tidak benar menurut saya sekalipun itu trial and error, pasti
membutuhkan acuan, patron ataupun apa namanya. orang buta juga berjalan perlu
tongkat.
sekarang apa solusi yang coba ditawarkan??? menurut saya itu lebih baik dan
bermartabat daripada apriori dan tidak solutif. ada dua sistem yang umum,
kapitalisme dan sosialisme, mari kita berdiskusi tentang keadilan dari kedua
sistem tersebut, secara ilmiah, mana yang lebih adil bagi kemanusiaan. ternyata
jauh dari yang diharapkan. ekonomi islam dengan perangkatnya dan ekonomnya
mencoba memberi solusi, mari diuji!!!
jadi menurut saya deng juga memilih kucing pasti berpikir tentang kucing yang
tepat yang dia pilih untuk menangkap tikus yang dia hadapi. (buka sembarang
kucingkan).
dan ternyata deng juga belum berhasil mencapai intisari dari yang dia inginkan.
erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Untuk apa sistem
ekonomi itu? Untuk kesejahteraan rakyat banyak.
Perlulah sistem ekonomi itu dilabelkan? Sebenarnya sangat tidak perlu
sekali.
Deng pemimpin cina yang cerdas itu pernah mengungkapkan bahwa
mengembangkan cina itu seperti orang mau nyebrang sungai dengan berjalan
kaki. Orang meraba2 sungai dengan kakinya untuk mencari kedalaman yang
cukup sehingga tidak jatuh.
Itu mungkin penggambaran yang dengan keadaan dunia saat ini. Kita akan
sulit sekali meramalkan keadaan dunia karena begitu banyak faktor
terkait. Tidak akan ada satupun - sekali lagi satupun buku teks - yang
bisa jadi solusi praktis untuk menghadapi dunia yang penuh gejolak ini.
Jadi untuk berhasil faktor2 seperti trial and error tetap harus
dilakukan walaupun secara berhati2.
Deng meninggalkan ideologinya, tapi Deng tak melupakan intisari tujuan
ideologi, yaitu kesejahteraan rakyat banyak. Ketika orang mengecam dia
udah tak komunis lagi, dengan enteng Deng bilang: tak peduli kucing itu
hitam atau putih, yang penting dia bisa menangkap tikus!
Apakah ekonomi Islam itu perlu dikembangkan? Jawabnya adalah boleh saja,
sepanjang sistem ekonomi itu bisa mensejahterakan rakyat. Sistem ekonomi
Islam menurut saya perlu dikembang dengan dasar pragmatisme bukan dengan
dasar ayat2. Adapun ayat2 itu memang akan menyatakan prinsip2 universal
dalam ekonomi, misalnya keadilan. Dan sistem ekonomi Islam itu sebaiknya
dilakukan sesuai dengan kondisi negara setempat walaupun dengan tujuan
yang tetap sama. Sistem ekonomi di negara2 arab yang kaya (tapi pelit
itu) akan berbeda dengan negara2 seperti bangladesh. Pada intinya: ambil
prinsip2 di kitab suci yang universal, pelajari praktek terbaik di
seluruh dunia, kembangkan ekonomi sesuai kondisi lokal.
salam
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!