Ingin berurunrembug dalam hal pemberdayaan umat secara komprehensif. 
  Tentunya kawan-kawan banyak yg telah mengetahui Grameen Bank. tapi sedikit 
saya mau kasih ulasan, semoga bermanfaat:
  1.    Grameen Bank tidak hanya dari konsep, tapi juga dari prakteknya telah 
berhasil meruntuhkan sebuah teori, sistem dan praktek perbankan yang 
konvensional dan ortodoks. Yaitu dengan langkah, grameen bank membidik “pasar” 
yang selama ini tidak pernah tersentuh atau bahkan terpikirkan oleh lembaga 
keuangan, baik perbankan, BPR atau Koperasi sekalipun, mereka adalah orang 
miskin. ada sebuah tujuan yang sungguh mulia yg dilontarkan oleh sang pelopor, 
yaitu bagaimana menjadikan mustahik (penerima) zakat menjadi muzaki (pemberi) 
zakat. dan rupanya beliau berhasil membuktikannya. 
  2. kenapa hal tersebut bisa terjadi, karena sang Profesor sagat memahami 
esensi dari surat al-ma'un.marilah kita hayati bersama surat al-ma'un tersebut.
  3. perbankan konvensional, tidak terkecuali perbankan syari'ah di Indonesia 
telah terjebak pada sebuah paradigma yang sangat kapitalistik. sehingga, 
lembaga keuangan tersebut tidak akan pernah bisa menggerakan perokonomian "akar 
rumput". karena yang bisa mengakses terhadap lembaga keuangan tersebut, 
hanyalah mereka yang memiliki tidak hanya akses informasi, teknologi tapi juga 
memiliki aset sbg colateral.
  4.     “virus” kesuksesan grameen bank yang sudah dirintis oleh sang Profesor 
asal Bangladesh, Mahmud Yunus, sejak tahun 70an telah menyebar keseluruh 
penjuru Dunia, apalagi semenjak sang Profesor mendapatkan hadih Nobel.
  5. semoga kita bisa menjadi umat yang tidak termasuk dalam surat al-ma'un.
   
  Bubung L. Hakim
  BKPK Dekopin


darmayuda yoedea <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          betul sekali, bahwa tujuan 
ekonomi adalah kesejahteraan.
tapi menurut saya juga tidak benar bahwa sistem yang dibangun tanpa bentuk. 
tetap saja bahwa sistem apapun yang ditawarkan dan di ajukan tetap punya 
benchmark. kapitalis dengan liberalismenya, sosialis degan sosialismenya, dan 
ekonomi syariah dengan islamnya. paul samuelson dalam bukunya berani mengatakan 
bahwa eknommi kapitalis adalah ekonomi bibel.
dan juga tidak benar menurut saya sekalipun itu trial and error, pasti 
membutuhkan acuan, patron ataupun apa namanya. orang buta juga berjalan perlu 
tongkat.
sekarang apa solusi yang coba ditawarkan??? menurut saya itu lebih baik dan 
bermartabat daripada apriori dan tidak solutif. ada dua sistem yang umum, 
kapitalisme dan sosialisme, mari kita berdiskusi tentang keadilan dari kedua 
sistem tersebut, secara ilmiah, mana yang lebih adil bagi kemanusiaan. ternyata 
jauh dari yang diharapkan. ekonomi islam dengan perangkatnya dan ekonomnya 
mencoba memberi solusi, mari diuji!!! 
jadi menurut saya deng juga memilih kucing pasti berpikir tentang kucing yang 
tepat yang dia pilih untuk menangkap tikus yang dia hadapi. (buka sembarang 
kucingkan).
dan ternyata deng juga belum berhasil mencapai intisari dari yang dia inginkan.
erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      Untuk apa sistem ekonomi itu? Untuk 
kesejahteraan rakyat banyak. 
Perlulah sistem ekonomi itu dilabelkan? Sebenarnya sangat tidak perlu 
sekali.

Deng pemimpin cina yang cerdas itu pernah mengungkapkan bahwa 
mengembangkan cina itu seperti orang mau nyebrang sungai dengan berjalan 
kaki. Orang meraba2 sungai dengan kakinya untuk mencari kedalaman yang 
cukup sehingga tidak jatuh.

Itu mungkin penggambaran yang dengan keadaan dunia saat ini. Kita akan 
sulit sekali meramalkan keadaan dunia karena begitu banyak faktor 
terkait. Tidak akan ada satupun - sekali lagi satupun buku teks - yang 
bisa jadi solusi praktis untuk menghadapi dunia yang penuh gejolak ini. 
Jadi untuk berhasil faktor2 seperti trial and error tetap harus 
dilakukan walaupun secara berhati2.

Deng meninggalkan ideologinya, tapi Deng tak melupakan intisari tujuan 
ideologi, yaitu kesejahteraan rakyat banyak. Ketika orang mengecam dia 
udah tak komunis lagi, dengan enteng Deng bilang: tak peduli kucing itu 
hitam atau putih, yang penting dia bisa menangkap tikus!

Apakah ekonomi Islam itu perlu dikembangkan? Jawabnya adalah boleh saja, 
sepanjang sistem ekonomi itu bisa mensejahterakan rakyat. Sistem ekonomi 
Islam menurut saya perlu dikembang dengan dasar pragmatisme bukan dengan 
dasar ayat2. Adapun ayat2 itu memang akan menyatakan prinsip2 universal 
dalam ekonomi, misalnya keadilan. Dan sistem ekonomi Islam itu sebaiknya 
dilakukan sesuai dengan kondisi negara setempat walaupun dengan tujuan 
yang tetap sama. Sistem ekonomi di negara2 arab yang kaya (tapi pelit 
itu) akan berbeda dengan negara2 seperti bangladesh. Pada intinya: ambil 
prinsip2 di kitab suci yang universal, pelajari praktek terbaik di 
seluruh dunia, kembangkan ekonomi sesuai kondisi lokal.

salam



    
---------------------------------
  Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  

                         

       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

Kirim email ke