Setuju Mas, 

Cuna ingin bertanya sama teman-teman yang peduli
terhadap perkembangan ekonomi syariah (perbankan
Syariah)...

Sudah siapkah kita jika berinvestasi/menabung di bank
syariah dengan pola bagi hasil hanya mendapatkan
informasi mengenai besarnya nisbah sementara bagi
hasil yang akan diperoleh terinformasi di akhir bulan
setelah bank melakukan perhitungan  besarnya hasil
usaha yang yang didapat (melalui skim jual beli atau
mudharabah? dengan kata lain ketika anda
menabung/deposito di bank syariah anda tidak
mendapatkan kepastian berapa penghasilan (baca = bunga
kalo di bank konvensional)

Sudah siapkah anda bertransaksi bagi hasil (kalo anda
mau bermitra dengan bank syariah melalui skim bagi
hasil) untuk mengatakan untung kalo untung dan rugi
kalo rugi ?

Dan ngomong2 sudahkan anda menabung di bank syariah ?

wasssalam 
--- Abdullah Al-Kautsar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,
> 
> Kalaulah memang benar ekonomi syariah itu hebat dan
> baik, kenapa perkembangannya seperti jalan di
> tempat.
> 
> Saya jadi ragu akan pernyataan tersebut.
> 
> Kalau hebat secara teori, kita bisa minta adik-adik
> mahasiswa untuk bikin daftarnya, tapi hebat secara
> praktis-nya gimana ?
> 
> Bank syariah memang berkembang pesat, tapi coba
> teliti lagi neraca-nya. Berapa besar porsi
> pendapatan yang berasal dari bagi hasil (mudarabah,
> musyarakah, dan yang sejenisnya) ? Kenapa portofolio
> aset bank syariah kebanyakan didominasi oleh
> transaksi jual-beli (murabahah) ? Teliti lagi (kalau
> memang ada datanya), berapa banyak nasabah yang
> menggunakan skema murabahah yang menggunakannya
> untuk mendukung bisnis-nya, berapa porsi nasabah
> yang menggunakannya untuk (hanya sekedar) membeli
> motor, mobil, rumah ?
> 
> Susahnya lagi adalah bahwa kita ini sudah keracunan
> virus ekonomi kapitalis dari mulai lahir sampai
> dengan kita dewasa, dan ini sudah membentuk semacam
> pola pikir, sehingga sering kita ini hanya mencoba
> "men-syariah-kan" ekonomi ribawi yang berlaku selama
> ini. Ujung-ujungnya jadi terlihat seperti hanya
> "ngakalin" aturan syariah.
> 
> Kita takut kalau tidak ada saudara-saudara muslim
> kita yang mau menitipkan uangnya di "bank syariah"
> jika tidak di-iming-imingi dengan "bagi hasil". Kita
> takut bersaing dengan bank konvensional kalau "bagi
> hasil" yang diberikan tidak sebesar bunga yang
> diberikan bank konvensional. Kita takut bersaing
> dengan orang di luaran sana kalau tidak
> mengedepankan label syariah.
> 
> Kita takut untuk berbeda dengan orang lain, padahal
> Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan kita memang
> berbeda satu sama lain. Sampai-sampai kita sering
> mendengar orang mengatakan "perbedaan adalah rahmat"
> (yang mana kita sendiri tidak pernah tau, siapa
> sebenarnya yang pertama kali mengatakan hal
> tersebut, karena tidak ada hadist yang shahih yang
> pernah meriwayatkan kalimat tersebut). 
> 
> Jadi saya pikir kita gak perlu bilang ataupun
> mencari-cari tau bahwa ekonomi syariah itu hebat.
> Jalankan saja agama ini secara kaffah, maka Allah
> Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan semua kemenangan
> untuk kita. 
> 
> Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
> 
> Abdullah Al-Kautsar



      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

Kirim email ke