assalamu'alaikum sekarang kita berbicara tentang 'KALAU' 1. kalau ekonomi syari'ah belum sesuai, apakah kita hanya pasrah? 2. kalau ekonomi syari'ah ingin sesuai dengan tuntunan syari'ah, apakah hanya pasif dan pesimis? 3. kalau ekonomi syari'ah ingin menjadi realitas untuk memberi manfaat sesuai tujuan syari'ah apa yang harus dilakukan? maka kita harus mencoba untuk melakukan proses perubahan bertahap, berproses dan effort seperti dituntunkan syari'ah pula 1. jihad melakukan perubahan secara akademis --> IJTIHAD AKADEMIS !! 2. sudahkah kita bersama melakukannya? 3. sudahkah kita berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya?
caranya: 1. melakukan riset akademis 2. usulan alternatif ekonomi sesuai realitas empiris dan sesuai tuntunan syari'ah... 3. kemungkinan menggunakan mekanisme yang ada saat ini dengan cara "islamisasi" ayo kita berjuang...jangan hanya mengeluh...jangan hanya juga memanfaatkan situasi masyarakat... jangan hanya pula melakukan akomodasi intelektual kapitalisme difotokopi sana-sini dan disesuaikan "term syari'ah" ayoooooooooo kala ----- Original Message ----- From: Abdullah Al-Kautsar To: [email protected] Sent: Sunday, September 02, 2007 9:17 PM Subject: Re: {ekonomi-syariah} Re: Kehebatan Ekonomi Syariah Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kalaulah memang benar ekonomi syariah itu hebat dan baik, kenapa perkembangannya seperti jalan di tempat. Saya jadi ragu akan pernyataan tersebut. Kalau hebat secara teori, kita bisa minta adik-adik mahasiswa untuk bikin daftarnya, tapi hebat secara praktis-nya gimana ? Bank syariah memang berkembang pesat, tapi coba teliti lagi neraca-nya. Berapa besar porsi pendapatan yang berasal dari bagi hasil (mudarabah, musyarakah, dan yang sejenisnya) ? Kenapa portofolio aset bank syariah kebanyakan didominasi oleh transaksi jual-beli (murabahah) ? Teliti lagi (kalau memang ada datanya), berapa banyak nasabah yang menggunakan skema murabahah yang menggunakannya untuk mendukung bisnis-nya, berapa porsi nasabah yang menggunakannya untuk (hanya sekedar) membeli motor, mobil, rumah ? Susahnya lagi adalah bahwa kita ini sudah keracunan virus ekonomi kapitalis dari mulai lahir sampai dengan kita dewasa, dan ini sudah membentuk semacam pola pikir, sehingga sering kita ini hanya mencoba "men-syariah-kan" ekonomi ribawi yang berlaku selama ini. Ujung-ujungnya jadi terlihat seperti hanya "ngakalin" aturan syariah. Kita takut kalau tidak ada saudara-saudara muslim kita yang mau menitipkan uangnya di "bank syariah" jika tidak di-iming-imingi dengan "bagi hasil". Kita takut bersaing dengan bank konvensional kalau "bagi hasil" yang diberikan tidak sebesar bunga yang diberikan bank konvensional. Kita takut bersaing dengan orang di luaran sana kalau tidak mengedepankan label syariah. Kita takut untuk berbeda dengan orang lain, padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan kita memang berbeda satu sama lain. Sampai-sampai kita sering mendengar orang mengatakan "perbedaan adalah rahmat" (yang mana kita sendiri tidak pernah tau, siapa sebenarnya yang pertama kali mengatakan hal tersebut, karena tidak ada hadist yang shahih yang pernah meriwayatkan kalimat tersebut). Jadi saya pikir kita gak perlu bilang ataupun mencari-cari tau bahwa ekonomi syariah itu hebat. Jalankan saja agama ini secara kaffah, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan semua kemenangan untuk kita. Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh Abdullah Al-Kautsar
