rekan-rekan yth. assalamu'alaikum wr.wb.

sebenarnya kita dapat menyimpulkan secara umum bahwa memang ekonomi Islam perlu 
gerak lebih konkrit mengenai aktivitas bisnis masyarakat secara utuh. perlu  
semacam  SWOT ekonomi Islam dari berbagai sudut ekonomi dan bahkan diperluas 
perspektifnya dari  sudut sosial, budaya,  politik,  dan lain-lainnya. desain 
umum seperti itu dapat memberikan gambaran dan titik kedudukan ekonomi Islam 
saat ini. kelebihan penekanan studi dan aksi pada keuangan perlu diimbangi 
dengan penguatan di sisi pemberdayaan ekonomi rakyat secara syari'ah pula. 
tidak cukup memotret ekonomi Islam untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dari sisi 
penguatan keuangan atau pembiayaan perusahaan saja, ada sisi produksi, 
pemasaran, perilaku bisnis, peta makro ekonomi, keseimbangan makro dan 
keseimbangan mikro ekonomi, sosiologi bisnis, antropologi bisnis, bahkan sampai 
pada tataran epistemologi maupun metodologi ekonomi Islam itu sendiri yang 
perlu disesuaikan dengan realitas kontekstual tanpa
 meninggalkan ghirah dan substansi Islam itu sendiri dan lain-lainnya. 

artinya, membangun ekonomi Islam tidak hanya dilihat dari perspektif "domainasi 
statistika ekonomi atau keuangan Islam". perlu adanya "grand desain" matching 
tekstual-kontekstual, matching kauniyah-kauliyah ekonomi Islam dalam lingkaran 
Islam secara utuh, tidak hanya tersetting dalam "penjara domain ekonomi saja".

jazzakumullah khairon katsir
billahittaufiq wal hidayah

aji dedi mulawarman

----- Pesan Asli ----
Dari: Pramudya <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 28 Agustus, 2007 1:20:18
Topik: Re: {ekonomi-syariah} Re: Kehebatan Ekonomi Syariah









  


    
            

--- adji waluyo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:



> Bener banget pak bambang, i deal with u.

> secara teori seperti itu, mudah2an aplikasinya juga

> sesuai. Saya kemarin

> bertemu dengan seorang profesional yang bekerja di

> industri makanan yang

> tertarik dengan dunia syariah.

> 

> Setelah diskusi panjang lebar, ternyata si

> profesional tadi menyimpulkan 3

> hal:

> 1. Ekonomi Syariah selama ini hanya sebatas

> teori!!!!! Tidak teraplikasikan

> secara riil di lapangan.... ...sedih! !!walaupun

> kenyataannya benar. Yang

> terjadi hanyalah berkembangnya lembaga keuangan,

> tapi tanpa diimbangi oleh

> adanya INVESTASI YANG BERSIFAT TIDAK PASTI tadi

> untuk mendukung sektor riil.

> Ucap si profesional tadi........ ......selain itu dia

> juga berujar, if gak

> ada dukungan regulasi undang2, ya sami mawon!!!!

> paling paling berkembangnya

> gak jauh dari 2,5%...(kaya zakat aja..he..he. .he)

> 2. Bank syariah belum ada yang mempunyai gedung

> sendiri yang dia bangun dari

> uangnya BANK SYARIAH itu sendiri, BENER GAK

> SIHHH???ada yang tau, bank

> syariah mana yang sudah membangun Gedung di

> sepanjang Sudirman ini????bukan

> sewa lho??

> 3. Apakah sudah ada yang membuat model desa terpadu

> atau percontohan

> pengembangan ekonomi syariah di

> lapangan/dimasyarka t, mungkin sudah ada yang

> dilakukan BAZNAS, klo di BANK SYARIAH apakah sudah

> ada?MOHON SHARING-NYA,

> untuk penjelasan kepada si Profesional tadi.

> 

> Tidak ada maksud untuk destruktif, mohon maaf dan

> terima kasih atas

> perhatian rekan semua. MARI KEMBANGKAN EKONOMI

> SYARIAH SECARA NYATA !!!!

> 

> Pengamat dan Penganut Ekonomi Syariah

> 

> Adji Waluyo

>



Boleh ya ikut diskusi ....



Implementasi ekonomi syariah di Indonesia ini memang

belum sesuai dengan yang diharapkan boleh dibilang

masih bibawah 30% (=namun saya salut sama pejuang

ekonomi syariah yang mengatakan lebih baik ambil yang

30% dari pada meninggalkannya sama sekali, sambil

sedikit-sedikit menata sistem sesuai dengan syariah.

Ok katakan sampai saat ini tidak ada dukungan dari

pemerintah (infrastrukktur, .. seperti di malaysia

sana,.. sampai-sampai untuk proyek pemerintah wajib

dananya tersalur melalui bank syariah) pelaksanaannya

bisa dari diri kira sendiri, misal si profesional tadi

segera berinvestasi di bank syariah (tabungan, giro,

deposito) atau buat mahasiswa (mis. UIN atau

Universitas berbasis agama islam lainnya) minta agar

pembayaran uang iuran sekolah melalui bank syariah....

artinya disini dari diri senddiri dululah apa yang

bisa dilakkukan (culture bangsa indonesia biasanya sih

minta atau nuntut dulu... he.. he..). Untuk investasi

di sektor riel bisa dilihat di statistik perbankan

syariah menunjukkan angka yang terus meningkat. Namun

perlu disadari pula bahwa masyarakat indonesia bukan

"trust society" seperti katakanlah masyarakat jepang,

yang kalo nunggak malu... (di Indonesia dah

nunggak/ngemplang ... petantang petenteng lagi..

he..he..).  Artinya disini perlu proses tidak sebentar

untuk terciptanya transaksi bagi hasil, karena yang

diperlukan disini adalah "trust" itu tadi,  'untung

katakan untung dan rugi katakan rugi', sehingga

biasanya pembiayaan bagi hasil di mulai dari Jual Beli

dulu (Murabahah).



Masalah apakah gedung harus punya sendiri atau sewa

itu kembali kepada "Efisien atau tidaknya alternatif

kepemilikan gedung, sewa, beli atau bangun,... inget

Dasar-dasar Manajemen keuangan mengenai keputusan

budget..... jadi bukan hal yang prinsipil saya kira 



Model desa syariah anda bisa cari informasi di daerah

Nongkojajar Malang, yang dikembangkan UIN Malang dan

perbankan syariah di malang dan juga Kopontren

Sidogiri di Pasuruan. Mengenai hal ini sudah siapkah

kita dan ikhlas kah kita meninggalkan hal-hal yang

selama ini melingkupi pikiran dan kehidupan kita untuk

 berkehidupan sesuai syariah... (Mis. yang kecil aja

tidak disogok dan menyogok atau inget gak RUU

Pornoaksi kemana ya sekarang? ... dan masih banyak hal

kecil lainnya yang barangkali anda bisa cari contoh

sendiri..)



Bravo Ekonomi Islam...



____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink. yahoo.com/ gmrs/yahoo_ panel_invite. 
asp?a=7 





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke