Assalamu'alaikum...

hmmm... jawaban Pak Erwin tidak berubah, bapak berputar di situ saja, 
sepertinya penjelasan cara pandang, definisi, paradigma Islam, sejarah, fakta 
empiris dan lain-lain tidak begitu dipahami, semua tenggelam oleh satu alasan 
yaitu pragmatisme. bahkan interpretasi pada Qur'an menjadi begitu tidak lazim 
dimaknakan, saya khawatir malah memancing pertentangan, debat kusir, dan 
akhirnya sia-sia. mudah-mudahan tidak sampai pada pragmatism puncak yang 
dilakukan oleh Yahudi ya Pak, karena pada dasarnya Yahudi ingin bukti bahwa 
Tuhan ada, dengan dihadirkan-Nya Tuhan di depan mereka.

inkonsistensi argumen Pak Erwin pada hakikat dan definisi baik pada pendapat 
bapak tentang ekonomi syariah maupun ekonomi konvensional (lihat diskusi kita 
ttg hukum alam & kreasi manusia) betul-betul membingungkan saya. terlebih lagi 
interpretasi pada kaidah-kaidah syariah yang tidak lazim membuat kekhawatiran 
diskusi ini menjadi diskusi yang penuh dengan argumentasi apologia. 

Insya Allah ini majelis ilmiah dan ukhuwah, jika keilmiahan dan pencerahan 
tidak didapatkan ukhuwahlah yang kemudian menjadi buah, bukan begitu Pak Erwin 
:-) setidaknya kita telah masuk pada tahapan pergaulan yang lebih tinggi, yaitu 
saling memaklumi setelah saling mengenal satu sama lain. ya saya memaklumi 
pendapat-pendapat Bapak, begitu juga saya harapkan Pak Erwin memaklumi 
argumentasi saya. benar-salahnya kita kembalikan kepada Allah SWT. terima kasih 
telah sharing.

www.abiaqsa.blogspot.com

----- Original Message ----
From: Erwin Wirawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: ali sakti <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [email protected]
Sent: Thursday, December 13, 2007 2:16:02 PM
Subject: Re: {ekonomi-syariah} Mengapa harus ekonomi Islam

On Dec 12, 2007 8:47 AM, ali sakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

angan MENUNGGU dimakanakan pasif Pak, kesannya akan seperti komentar skeptis 
Pak Erwin di bawah ini. menunggu itu bermakna berjuang keras mewujudkan, bukan 
cuma sistem 

==================================
ewn: Ini suatu kondisi ketika kita harus MEMILIH. Pilih ekonomi kapitalisme 
pasar bebas yang udah ada buktinya ketika diterapkan secara cerdas olah negara2 
yang baru bangkit seperti cina, india. Ato mau menunggu sistem ekonomi suci 
yang belum tentu berhasil.  

Kalo kelamaan menunggu terlalu lama Muslim akan makin ketinggalan dan makin 
terbelakang. Pragmatis ajalah. Ajaklah dunia Muslim realistis dengan memakai 
"teknologi motor honda ato mobil toyota " jangan ajak Muslim pake "teknologi 
motor jialong ato mobil timor". Apalagi "cuma" teknologi yang baru di atas 
kertas yang dikaitkan dengan Tuhan untuk legitimasi. 

Kasian dunia Muslim udah terlalu lama terkebelakang. Tak berdaya secara 
ekonomi, politik dan kekuatan senjata. Inilah saatnya bangkit untuk mengejar 
ketertinggalan. PILIHLAH metode yang tepat yang KEMUNGKINAN berhasilnya BESAR. 

==================================

l terkait dengan persepsi AC Pigou sudah terlalu banyak yang membantah Pak. 
kalo ekonomi itu kembali seimbang seimbang dalam kondisi apa, kondisi babak 
belur setelah krisis itu menghantam, setelah jutaan orang jatuh miskin dan 
kelaparan, setelah ekonomi mundur beberapa dekade, puas kita dengan 
keseimbangan itu? apalagi keseimbangan  

==================================
ewn: Pada bagian ini saya perlu meluruskan.

Justru saya menegaskan AC Pigou itu SALAH. AC Pigou ini MENUNGGU. Inilah yang 
bikin jengkel Keynes. Keynes - sama seperti saya he he he - NDAK MAU MENUNGGU.  
Apapun definisi positif dari menunggu itu. Keynes membongkar dogma pasar bebas 
yang diyakini ekonom ortodoks. Biarkan tangan gaib yang bekerja untuk 
menyeimbangkan ekonomi akibat krisis. Keynes berpendapat tangan gaib ini harus 
dibantu dengan intervensi pemerintah supaya bisa kerja lagi.  

Inilah PELAJARAN empiris sistem ekonomi barat. Tidak ada dogma. Cukup pemikiran 
manusia biasa untuk menanggapi "great issue of the day".

Maka dari itu dari FILOSOFI BARAT bikinan manusia biasa inilah kita sebagai 
Muslim bisa mengambil inspirasi. Dari pada MENUNGGU ekonomi sok suci yang 
dikaitkan dengan Tuhan. Lebih baik kita memakai ekonomi yang telah ada. ekonomi 
pemikiran manusia biasa. Ekonomi hasil pergulatan pemikiran untuk menanggapi 
"great issue of the day". Ekonomi dari best practice yang bisa kita adopsi. 
Untuk FDI karena modal menumpuk dimana-mana untuk diinvestasikan, belajarlah 
dari CIna, bahkan Malaysia. Untuk outsourcing mengambil keuntungan ekonomi dari 
globalisasi, belajarlah dari India, termasuk dari Vietnam!  

Buat apa menunggu suatu yang bisa gagal, sementara contoh terbaik ekonomi udah 
di depan mata!
================================== 

bank). apa yang seimbang? kapan itu keseimbangan itu terjadi. bahkan keynessian 
  gagal memaknai itu, sehingga akhirnya konvensional dengan teori-teorinya cuma 
mampu 

Pak Erwin. dalam madzhab Keynes ini dielaborasi oleh Sir John Hicks, yang 
mengenalkan dunia dengan konsep IS-LM-nya sementara Madzhab classic puas dengan 
teori Quantity Theory of Money (MV=PT). Silakan bapak buka attachment saya 
tentang IS-LM, saya bisa buktikan secara matematika keseimbangan itu cuma MITOS 
saja  

====================================
ewn: 
Mas Ali, semua tantangan itu memang butuh jawaban. Ekonomi barat memang masih 
TERUS MENERUS mencari jawaban itu. Menurut saya nanti hal teknis keuangan kita 
bisa bahas kemudian satu persatu.

Sampai sejauh ini menurut saya Barat cukup berhasil. Walopun didera berbagai 
macam krisis toh mereka tak mati. Negara tak runtuh. Krisis bisa dikelola. Beda 
dengan negara Islam dulu yang udah punah. Walopun kejayaan Islam itu juga 
sangat lama. Namun ketika tantangan berubah, jaman modern datang, negara2 Islam 
itu langsung KO. Paling jauh negara Islam itu kayak Turki dulu, cuma jadi THE 
SICK MAN. 
==================================== 

Dan saya khabarkan kembali kepada Pak Erwin ilustrasi ini sudah dijelaskan 
dalam Qur'an yang menurut Bapak hanya sebagai tuntunan Moral ekonomi saja. 
Khabar Tuhan itu mengatakan "kamu fikir mengambil Riba itu akan mengkayakan 
kamu padahal sebaliknya di mata Allah…" (Ar Ruum: 39) 

====================================
ewn: Kalo boleh menafsirkan riba itu dilarang karena ada yang dirugikan. Itulah 
alasan utama riba dilarang. Mohon dilihat dari konteksnya.

Sekarang soal teknis riba. Saya tak ahli dengan tetek begek riba ini. Saya 
cukup mengutip Zaim Saidi (PIRAC) namanya juga tercantum dalam buku Adiwarman 
sebagai ekonom pendkung ekonomi syariah: Bank syariah boleh bebas bunga tapi 
ndak bebas riba! Bisa dilihat di http://www.korwilpdip.org/islam-2.htm

Ini hanya menunjukkan betapa kita sendiri belum sepakat apa itu riba!

===================================

Kalimat diatas (dibawah dan juga kalimat-kalimat pada posting sebelumnya) 
menunjukkan begitu terpesonanya Pak Erwin dengan Barat (maafkan saya jika hal 
ini membuat saya sedih, 

===================================
ewn: 

Saya juga sedih kalo anda menganggap saya terpesona dalam makna KOSONG terhadap 
barat. Analogi: kita bisa terpesona sama teknologi internet. Kita pake dia 
untuk pengembangan ekonomi syariah. Kalo internet ciptaan mereka aja kita pake, 
kenapa praktek terbaik mereka di bidang ekonomi kita tak pake???  

kalo boleh memberitahu saya udah ndak tahan liat keterbelakangan Islam. Saya 
udah ndak tahan liat Muslim dilecehkan dimana2. Salah satu penyebabnya adalah: 
kita tak berdaya secara ekonomi. Coba kalo ekonomi negara2 OKI itu kuat. 
Tarohlah seperti Cina. Apa berani negara2 kapir itu menjajah negeri Muslim.

Dan cara terbaik untuk segara mencapai kemajuan ekonomi: adalah mengadopsi 
mengadaptasi praktek ekonomi yang udah ada. Kita udah ndak usah menunggu pake 
lama lagi.

=======================================
OOT: (ini cuma usulan loh)

Dari sini ada yang tak adil bagi Muslim yang kurang mendukung ekonomi syariah, 
tapi mendukung kemajuan ekonomi dunia Muslim. Selama ini ada stigma buruk bagi 
Muslim seperti ini seperti ekonom yang terpesona sama barat, ekonom antek 
kapitalis. Bagi saya Muslim seperti ini perlu diberi ruang. 

Kalo sistem barat itu - paling tidak - ada: (i) aliran moneterist (pendukung 
pasar bebas murni), dan (ii) aliran keynes (pendukung intervensi pemerintah 
dlam kebijakan fiskal), maka sebaiknya ekonomi Islam itu juga dibagi 2 (dua): 
(i) Ekonomi Syariah, (ii) Ekonomi Islam Progresif.

Ekonomi Islam Progresif adalah ekonomi yang dikembangkan melalui kajian 
empiris-induktif dengan mengambil hikmah praktek terbaik di dunia, dengan 
panduan moral Islami untuk kemajuan dan kesejahteraan dunia Islam.   

salam


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke