Saya coba jawab sedikit ya...

1. Membeli Dinar Emas atau emas batang (bukan emas perhiasan) sebenarnya sama 
saja, sama2 emas. Yg membedakan cuma kalau Dinar emas ini, kita berusaha untuk 
membangkitkan mata uang baru yang lebih adil. 

2. Saat ini memang yg namanya emas itu sifatnya investasi jangka panjang. 
Sangat tidak dianjurkan beli emas (mau batang/dinar/perhiasan) untuk 
kepentingan investasi jangka pendek karena memang pasti rugi karena kenaikan 
harganya terhadap uang kertas masih rendah/ terpotong selisih jual-beli.

3. Sebenarnya bukan Dinar/emas-nya yg menguat. Justru uang kertas (dolar/rupiah 
dll)  yang melemah akibat terjangan inflasi. Sampai saat ini saya belum tahu 
adakah uang kertas yang lebih tahan banting dibandingkan emas/Dinar emas. Nilai 
emas relatif selalu cenderung naik dari tahun ke tahun. Kalaupun pernah turun, 
kemudian akan naik lagi lebih tinggi dari pada turunnya.

4. Segala sesuatu bergantung ke niat. Kalo memang niatnya seperti itu asalkan 
ada alasan logisnya (misalkan menabung emas/dinar untuk suatu saat diuangkan 
buat biaya naik haji, pendidikan anak, dsb2 yg baik2, kenapa tidak?) Dari pada 
menabung rupiah yang tiap tahun nilainya merosoot terus? Lagi pula saat ini 
sistem kita belum terbiasa dgn transaksi menggunakan emas/dinar, kita masih 
'tergantung' terhadap rupiah/uang kertas. Tapi jangan terus menerus bergantung 
terhadap uang ilusi ini bukan?

Demikian sedikit penjelasan dari saya,

M Ricky Sauqi

aj33wee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Assalamu'alaikum wr. wb. 
 
1. saya mau tanya, mengapa kita harus membeli dinar, knapa tidak membeli
 emas biasa saja, ato sama saja kah??
 


 dalam jual beli dinar, sistemnya seperti kurs mata uang ada nilai jual
 dan beli, misalnya
 
 Jual : Rp 1,035,622
 Beli : Rp 973,880
 
2. brarti klo saya beli skarang, trus 5 hari lagi saya jual, jadinya rugi
 donk?? lalu dimanakah letak investasi yg menguntungkanya, klo saya
 gunakan untuk kepentingan jangka pendek?? klo jangka panjang saya
 masih sedikit mengerti..
 
3. dan satu hal lagi, apakah nilai dinar/dirham ini selalu menguat
 dibandingkan nilai mata uang dolar/rupiah misalnya?? adakah nilai mata
 uang yg menguat dibandingkan dinar/dirham??
 
4. seandainya saya beli dinar/dirham, dengan harapan supaya suatu saat
 nanti nilainya menjadi berkali2 lipat, bukanya itu termasuk spekulasi,
 sama halnya dengan bermain valas??
 
 mohon penjelasanya dari rekan2 skalian, karna saya masih blom paham,
 terutama berkenaan dengan spekulasi dan pemilihan dinar/dirham
 dibanding membeli emas biasa /  batangan..
 
 -terimakasih-
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke