trima kasih kpada saudara M Ricky Sauqi yg sudah memberikan penjelasan.
saya tertarik utk berinvestasi dengan membeli emas/dinar-dirham. tp ada
satu pertanyaan lg.. saya baca dari kumpulan artikel yg didapat dari
http://wakalasauqi.blogspot.com/, disitu dikatakan bahwa (yg intinya, yg
saya tangkap) menimbun emas adalah haram..

kutipanya sbb:

..Taqyuddin An-Nabhani, seorang ulama besar kontemporer,
menyatakan lima hal yang menunjukkan bahwa satuan
perhitungan dan alat tukar yang dibakukan syariah adalah emas
dan perak. Lima hal ini adalah: keharaman menimbunnya...

lalu dibagian lain ada jg:

Dalam hal pertama, yakni larangan penimbunan harta, ulama
di atas menyatakan, ketika Islam melarang penimbunan harta (kanzul mal),
Islam hanya mengkhususkan larangan tersebut untuk emas dan perak,
padahal harta (mal) itu mencakup semua barang yang bisa dijadikan
kekayaan.
Oleh karena itu, ayat yang melarang menimbun emas dan perak,
sesungguhnya merupakan larangan menimbun uang. Dan uang tertentu yang
dilarang untuk ditimbun adalah emas dan perak. .

nah ini membuat saya bingung, gimana ya seharusnya.. klo saya membeli
dinar-dirham, lalu saya simpan utk kebutuhan dimasa depan, apakah itu
diperbolehkan??

mohon jawabanya ya mas, terimakasih  [:)]

--- In [email protected], Riki Sauqi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya coba jawab sedikit ya...
>
> 1. Membeli Dinar Emas atau emas batang (bukan emas perhiasan)
sebenarnya sama saja, sama2 emas. Yg membedakan cuma kalau Dinar emas
ini, kita berusaha untuk membangkitkan mata uang baru yang lebih adil.
>
> 2. Saat ini memang yg namanya emas itu sifatnya investasi jangka
panjang. Sangat tidak dianjurkan beli emas (mau batang/dinar/perhiasan)
untuk kepentingan investasi jangka pendek karena memang pasti rugi
karena kenaikan harganya terhadap uang kertas masih rendah/ terpotong
selisih jual-beli.
>
> 3. Sebenarnya bukan Dinar/emas-nya yg menguat. Justru uang kertas
(dolar/rupiah dll)  yang melemah akibat terjangan inflasi. Sampai saat
ini saya belum tahu adakah uang kertas yang lebih tahan banting
dibandingkan emas/Dinar emas. Nilai emas relatif selalu cenderung naik
dari tahun ke tahun. Kalaupun pernah turun, kemudian akan naik lagi
lebih tinggi dari pada turunnya.
>
> 4. Segala sesuatu bergantung ke niat. Kalo memang niatnya seperti itu
asalkan ada alasan logisnya (misalkan menabung emas/dinar untuk suatu
saat diuangkan buat biaya naik haji, pendidikan anak, dsb2 yg baik2,
kenapa tidak?) Dari pada menabung rupiah yang tiap tahun nilainya
merosoot terus? Lagi pula saat ini sistem kita belum terbiasa dgn
transaksi menggunakan emas/dinar, kita masih 'tergantung' terhadap
rupiah/uang kertas. Tapi jangan terus menerus bergantung terhadap uang
ilusi ini bukan?
>
> Demikian sedikit penjelasan dari saya,
>
> M Ricky Sauqi
>
> aj33wee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> 1. saya mau tanya, mengapa kita harus membeli dinar, knapa tidak
membeli
>  emas biasa saja, ato sama saja kah??
>
>
>
>  dalam jual beli dinar, sistemnya seperti kurs mata uang ada nilai
jual
>  dan beli, misalnya
>
>  Jual : Rp 1,035,622
>  Beli : Rp 973,880
>
> 2. brarti klo saya beli skarang, trus 5 hari lagi saya jual, jadinya
rugi
>  donk?? lalu dimanakah letak investasi yg menguntungkanya, klo saya
>  gunakan untuk kepentingan jangka pendek?? klo jangka panjang saya
>  masih sedikit mengerti..
>
> 3. dan satu hal lagi, apakah nilai dinar/dirham ini selalu menguat
>  dibandingkan nilai mata uang dolar/rupiah misalnya?? adakah nilai
mata
>  uang yg menguat dibandingkan dinar/dirham??
>
> 4. seandainya saya beli dinar/dirham, dengan harapan supaya suatu saat
>  nanti nilainya menjadi berkali2 lipat, bukanya itu termasuk
spekulasi,
>  sama halnya dengan bermain valas??
>
>  mohon penjelasanya dari rekan2 skalian, karna saya masih blom paham,
>  terutama berkenaan dengan spekulasi dan pemilihan dinar/dirham
>  dibanding membeli emas biasa /  batangan..
>
>  -terimakasih-
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. 
Try it now.
>


Kirim email ke