Dengan stabilnya nilai emas, sebetulnya itu tanda bahwa antara supply dan 
demand stabil. Produksi emas hingga saat ini terus berlangsung termasuk di 
Papua oleh Freeport dan di Cikotok oleh pengusaha lokal.

Istri saya saja menyimpan 30-50 gram emas (tidak nanya sih jadi cuma 
estimasi...:). Kalau pun mau beli lagi di pasar tersedia dan tidak langka.

Jadi insya Allah persediaan emas cukup.

Dengan mata uang emas yang stabil, kita tidak perlu lagi repot2 minya 
kenaikan/penyesuaian gaji karena nilai rupiah yang terus menyusut.

Salam

--- On Tue, 5/6/08, Dian Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Dian Nugraha <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] kenaikan harga BBM
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 6, 2008, 11:49 PM










    
            Oh ya, omong-omong, berapa jumlah emas yang diperlukan untuk 
memback-up perekonomian Indonesia?

Wassalaam,
Dian.

2008/5/7 Dian Nugraha <dian.nugraha@ gmail.com>:

Assalaamu `alaykum,

Bagaimana kalau dimulai saja menggunakan uang emas/perak ini dari kalangan kita 
sendiri? Saya lihat hal ini feasible untuk dilaksanakan asal sama-sama 
berkemauan. Pengusaha muslim menggaji karyawannya dengan koin emas/perak. 
Berbelanja sesama muslim dengan emas/perak. Sedapat mungkin tabungan dalam 
emas/perak. Tukar ke dalam fiat money jika mendesak saja.



Kita bisa membeli koin-koin tersebut di Logam Mulia (http://www.logammul 
ia.com/) atau di kios/wakala yang menjual dinar/dirham. Yang dijual ada:
- koin emas 24 karat, 1,2,5,10 gram


- koin dinar (emas 22 karat 4.25 gram)

Wassalaam,
Dian.






      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke