assalamu'alaikum wr wb Benar yg dituliskan oleh Pak Riz, disaat kondisi perekonomian global yg sedang tidak stabil,pantas kiranya kita mempertanyakan kembali,apakah sistem kapitalis dengan semua perangkatnya masih pantas di eluk-elukan. Untuk menjadikan emas sebagai mata uang spt d masa kenabian dan para penerusnya perlu pemikiran yg cukup mendalam dikarenakan salah satu syarat menjadikan komoditas sebagai mata uang adl flexibility,..emas sbg mata uang jika dikaitkan dgn dinar-dirham dlm bentuk fisiknya menjadi sesuatu yg justru menyulitkan walaupun dpt dilakukan. jadi yg paling memungkinkan dgn kondisi saat ini dimana perekonomian dan transaksi meliputi antar negara dan benua menjadikan emas sbg komoditas/ alat investasi dan menjadikan emas sbg back up/pelindung atas uang yg beredar. Dimasa y.a.d jika memang terjadi kesepakatan bersama di suatu wilayah mencakup antar negara yg aktif melakukan transaksi ekonomi, emas dpt dijadikan sebagai mata uang misalnya asia tenggara. wallahu'alam bi shawab
--- On Mon, 12/22/08, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Penggunaan Mata Uang Emas dan Perak - Re: John Nash praised the gold standard To: [email protected] Date: Monday, December 22, 2008, 9:19 AM Assalamu'alaikum wr. Wb. Mas Adhi benar, tetapi yg menjadi persoalan adalah apakah emas/perak itu kita jadikan sbg mata uang/pendukung mata uang atau sbg komoditas yg diperjual belikan, baik utk keperluan investasi atau 'profit taking' jk.pendek. Suatu bahan diskusi yg menarik. Wassalam, rizqullah Powered by Telkomsel BlackBerry®From: Adhi Ariea Date: Sun, 21 Dec 2008 09:07:08 -0800 (PST) To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Penggunaan Mata Uang Emas dan Perak - Re: John Nash praised the gold standard assalamu'alaikum wr wbJika tak salah di masa Rasulullah saw dan para khulafaur rasyidin ada badan yang dinamakan al hisbah dimana badan ini bertugas untuk menjaga dan menegakan nilai-nilai syariah di dalam masyarakat. Dan dalam sebuah siroh/sejarah Rasulullah sendiri pernah mengadakan sidak ke pasar dan berdialog dg penjual kurma dan memasukan tangannya untuk memeriksa kualitas kurma yg dijual tsb.Jadi selain pribadi yg memiliki integritas yg tinggi dan baik tetap saja ada sebuah badan yg dibuat khusus untuk memantau dan menegakan prinsip2 syariat salah satunya dipasar atau muamalah bidang ekonomiWassalam --- On Sat, 12/20/08, dody gere <dody...@yahoo. com> wrote: From: dody gere <dody...@yahoo. com> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Penggunaan Mata Uang Emas dan Perak - Re: John Nash praised the gold standard To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Date: Saturday, December 20, 2008, 8:50 AM > > --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, A Nizami > <nizam...@.. .> wrote: > > > > Kalau ekonom pemenang Nobel sudah memuji uang dengan > > standar emas, tentu ini cukup menggembirakan. > > > > Mata uang kertas yang tidak dipatok sama sekali > > akhirnya cenderung tidak stabil dan selalu dimakan > > inflasi sekitar 10-20%/tahun. Kalau gaji/UMR pakai > > uang kertas tsb, maka rakyat mengalami proses > > pemiskinan massal jika besar gaji/UMR tidak naik > > melebihi nilai inflasi. > > > > Mata uang kertas yang dipatok emas lebih baik. Tapi > > bisa terjadi "penipuan" ketika satu negara > memproduksi > > lebih banyak uang kertas daripada emas yang jadi > > jaminannya. Ini sulit diawasi, dikontrol, atau > > diperiksa. Nah itu dia .... Yang salah bukan systemnya tetapi orangnya, the man behind the gun. Perjanjian Bretton Woods gagal karena ada yang tidak konsisten .... Sistem ekonomi sosialis di era Uni Sovyet juga gagal karena, para elite partai komunis hidup bermewah-mewah sementara kebijakan sama rata sama rasa hanya diterapkan pada rakyat kecil.Begitu juga dengan kegagalan sistem ekonomi kapitalis. Kita sering bernostalgia tentang zaman keemasan islam dalam hal politik, sosial, dan ekonomi di era kekhalifahan ur rasyidin dengan puncak kejayaan dan pencapaian dizaman Khalifah Umar ibnu Al Khattab Radiallahu anhu. Dan sering juga diantara kita banyak yang lupa bahwa zaman kekhalifahan ur rasyidin lemah secara sistem dibandingkan dengan zaman sekarang. Waktu itu tidak ada kontrol dan umpan balik dari pers, tidak ada inspektorat jenderal ditiap tiap departemen, tidak ada LSM pemantau sepak terjang birokrat sejenis ICW, dst. Akan tetapi roda pemerintahan pada masa itu bisa berjalan secara good governance,bersih, dan transparan. Itu semua disebabkan oleh pribadi-pribadi yang memegang kendali pemerintahan benar-benar sudah teruji integritasnya. Mereka adalah orang-orang yang memandang dan sangat yakin bahwa kehidupan dunia ini sangat fana dan sementara, sedangkan akhirat itu jauh lebih baik dari segalanya. Poin yang ingin disampaikan adalah bahwa sistem apapun yang akan dipakai ( termasuk ekonomi syariah ) tidak akan berjalan dengan baik, efektif dan efesien , jika manusianya masih amburadul.Alangkah lebih bijaksana jika pembangunan manusianya diprioritaskan dulu dibanding membangun dan menetapkan pilihan sistem yang akan diterapkan. wassalam
